
Tiifani menangis didepan air mancur, dibelakangnya izam berhenti berlari mengejar tiffani, ia mendekati tiffani dengan langkah pelan.
“ Jangan mendekat, aku mohon, pergilah dari sini, aku ingin sendiri “ Ucap tiffani disela-sela tangisannya
“ Aku tidak mengerti tiffani, bukankah kau seharusnya senang mengetahui hubunganku dan zara hanya sebatas saudara sepupu” Sahut izam sambil melangkah maju
Tiffani : Entahlah... Aku tidak tahu dengan hatiku sendiri, yang aku tahu zara sudah benar-benar keterlaluan, dia sudah banyak berbohong padaku, selain kau dia juga merahasiakan pernikahannya dengan tuan a
Izam : Mau kuberi tahu sesuatu, sebenarnya baik zara maupun aku, awalnya kami tidak tahu bahwa pria yang dijodohkan dengan zara itu adalah tuan a
Tiffani : Sejak kapan kau tahu zara sudah menikah
Izam : aku mendengar kabar zara kembali, jadi aku mencoba menemuinya tapi tidak bisa, karna paman mengurungnya didalam rumah, saat zara berusaha melerikan diri, tanpa sengaja aku memergokinya, zara cerita padaku bahwa paman ingin menjodohkannya, karna aku zara membuang waktunya untuk kabur dan malah tertangkap oleh paman
Tiffani : Lalu ?
Izam : dihari pernikahan zara, aku datang ke pengadilan agama, rencananya ingin membawa zara kabur, tapi saat melihat calon suami zara, entah kenapa aku tidak ingin melakukannya, aku hanya merasa, sepertinya dia orang yang baik
Tiffani : mereka menikah dipengadilan agama?
Izam : hmmm...
Kau tidak akan percaya jika aku mengatakannya, saat menikah zara memakai baju tidur
Tiffani : apa? ( tersenyum tak percaya )
Izam menghela nafas kemudian duduk ditepi air mancur, tiffani pun ikut duduk. Izam memberikan ponsel kepada tiffani untuk menunjukan sebuah vidio, setelah melihat vidio itu tiffani tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
Tiffani : hahaha... Dasar zara ini!
Ini pernikahan terkonyol yang pernah kulihat... Hehehe
Izam : ( senyum ) senang bisa melihatmu kembali ceria
Mendengar kata-kata itu tiffani langsung berdiri membelakangi izam. Izam meraih tangan tiffani, menggenggamnya dengan erat seraya berkata“ aku juga mencintaimu tiffani, bisakah kita bersama”
Dengan cepat tiffani berbalik, dengan cepat pula ia menarik izam sampai membuatnya berdiri, tiffani memeluk izam dengan erat seraya berkata “ bisa saja izam, tapi kedepannya kau harus memperlakukanku dengan baik”
“ pasti “ sahut izam yang juga memeluk tiffani dengan erat.
Tiffani melepaskan pelukan dan kembali duduk, ia mendongak menatap izam dengan tatapan tajamnya
Izam : ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu sayang ( membelai rambut)
Izam : ( menghela nafas ) sejujurnya aku sudah memperhatikan dirimu sejak pertukaran siswa, pertama kali bertemu kau membuatku berdiri seperti patung karna terpesona, sejak saat itu aku bertekat untuk menjadikanmu miliku
Tiffani : bohong!
Izam : ( duduk disamping tiffani) aku tidak bohong
Tiffani : jika kau tidak bohong kenapa kau bilang pada semua orang kalau kau itu pacarnya zara, kau bahkan bilang dihadapan semua orang kalau kalian tidur sekamar dan paman memanggilmu nak,
kau tahu betapa seriusnya hal itu!
Izam : hahaha... Kau masih ingat ya!
__ADS_1
Jujur aku tidak masalah menjadi pusat perhatian, tapi aku benar-benar merasa terganggu dengan para siswi yang mendekatiku secara aktif, itu membuatku tidak bisa konsentrasi belajar
Tiffani : itu alasan yang bagus untuk menyatakan hubunganmu dengan zara , tapi, masalah kau tidur sekamar dengan zara dan paman yang memanggilmu dengan panggilan penuh kasih sayang bagaimana?
Izam : aku tidak berbohong soal itu, paman memang memanggilku dengan panggilan sayang karna sejak kecil dia selalu seperti itu.
Aku juga tidak bohong soal aku tidur sekamar dengan zara
Tiffani : ( menatap izam ) kau... Kau... Benar-benar tidur dengan zara
Izam : hei... Kau ini berpikir apa sampai bicara terbata-bata seperti itu?
Saat itu aku tidak memberi tahu paman dan bibi prihal kedatanganku, karna mobilku sempat mogok aku tiba tengah malam, kamar tamu belum dibereskan dan aku juga sangat kelelahan, awalnya aku hanya numpang duduk dikamar zara, tapi aku malah tertidur disana.
Jangan berpikir macam-macam! ( tegas)
Aku tidur sekamar dengan zara tapi bukan berarti aku tidur seranjang dengannya, saat itu aku tidur disofa
Tiffani : aku tidak berpikir macam-macam
Izam memeluk tiffani dengan erat, menatapnya dengan lekat, kemudian berkata “ tiffani, jika aku menciumu apa kau akan marah ? “ tanya izam dengan lembut
“ hal seperti itu tidak pantas untuk ditanyakan izam, tapi harus langsung dilakukan seperti ini... Muach...
Tiffani mencium izam dan izam pun membalas ciuman itu dengan mesra....
Author : hey... Siapapun tolong hentikan mereka, mereka sudah dimabuk cinta, berciuman disiang bolong ditempat umum pula, sungguh memalukan....
__ADS_1