
Didalam kamar zara tengah duduk diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya, ia merasa aneh dengan kedatangan arroy yang tiba-tiba menaruh satu buket bunga dan beberapa tas belanjaan
“ apa semua ini?” tanya zara terheran
“ Semua ini hadiah untukmu, oh ya! pilihlah rumah yang kau mau, aku akan mengusahakan secepatnya, kita tidak bisa tinggal dihotel terlalu lama” ucap arroy
“ Apa kau tidak punya rumah sampai harus membeli rumah baru?” tanya zara lagi dengan ketus
“ rumahku kecil, kau mungkin tidak akan nyaman tinggal di sana” jawab arroy singkat
“ Tidak perlu membeli rumah baru, aku bisa tinggal di mana pun, sebelumnya aku bahkan pernah tinggal di tempat yang bahkan lebih sempit dari kamar mandi hotel ini, jadi jangan buang-buang uangmu untuk hal yang tidak penting” ucap zara dengan tegas
Zara tidak mengerti apa maksud suaminya, jika suaminya datang untuk meminta maaf karna tadi dia membentanya kenapa sikapnya begitu dingin? Pikir zara
__ADS_1
Ya! tanpa arroy sadari nada bicara dan sikapnya terlihat dingin pada sang istri, hal itu membuat zara semakin kesal, ia bahkan tidak memiliki keinginan untuk melihat barang-barang yang arroy bawa dan lebih memilih terus asik memainnkan ponselnya.
Melihat ketidak pedulian zara arroy pun memutuskan untuk pergi dan kembali melanjutkan pekerjaannya, sebelum pergi ia meminta zara mengemas semua barang-barangnya.
Tepat ketika istrirahat makan siang tiba arroy membawa zara pulang ke rumahnya menggunakan angkutan umum.
Setibanya dirumah, arroy memperlihatkan rumah kecilnya pada sang istri, jika melihat sekilas rumah itu terlihat sederhana, siapa yang akan menyangka dari struktur bangunan dan furniture rumah itu sendiri bernilai triliunan, bahkan zara sendiri tidak tahu akan hal itu.
Usai memperlihatkan setiap sudut rumahnya arroy menyiapkan makan siang dan mereka pun makan siang bersama.
Setelah selesai makan siang arroy berpamitan pada zara, iabergegas kembali ke hotel karna ada rapat penting yang sudah menantinya, ia meminta zara untuk tidak menunggunya karna mungkin ia akan pulang terlambat.
Sore hari ketika zara tengah berbaring setelah lelah menata rapih semua barang-barangnya, ia mendengar suara-suara dari arah dapur, seperti seseorang tengah membuka dan menutup pintu lemari dan laci.
__ADS_1
Dengan sedikit keberanian ia berjalan menuju dapur untuk melihat apa yang terjadi, ia membawa serta sebuah kater ditangannya sebagai pelindung kalau-kalau sesuatu mengancam keselamatannya.
Setibanya didepan pintu dapur zara melihat seorang wanita tua yang tengah menulis di atas meja makan, wanita itu menyadari kedatangan zara, ia berbalik dan menatap zara sambil tersenyum.
“aku tidak tahu kalau dirumah ada orang karna pintunya terkunci” ucapnya dengan lembut
Zara menaruh kater di tangannya kemudian menghampiri wanita tua itu
“ ibu siapa? Sedang apa dirumah saya?” Tanya zara pada wanita itu
“ aku bibinya arroy, namaku rani, kau bisa memanggilku bi rani, selama ini aku yang bertanggung jawab mengurus rumah selama arroy bekerja” jawabnya menjelaskan
Bi rani menemani zara berbincang sebentar dan pulang setelah menyelesaikan urusannya.
__ADS_1
Darinya zara mengetahui bahwa selama ini arroy selalu hidup dengan cara yang sederhana, awalnya zara berpikir sang ayah menikahkannya pada pria kaya, namun setelah melihat rumah yang kecil dan mendengar cerita dari bi rani, zara berpikir pria yang menikahinya hanyalah orang sederhana yang bekerja di hotel nomor 1 di negara ini.
Zara tidak merasa kecewa, ia hanya sedikit terkejut, karna ini sama sekali bukan gaya ayahnya.