
Setelah menemui lili di sekolahnya zara kembali ke kantor, karena jam istirahat belum usai, ruang kerjanya masih sepi. Zara terkejut melihat secangkir tiramisu yang tersedia di mejanya, Ia berpikir bahwa minuman itu pasti dari kenzo.
Dari jauh aroy memperhatikan ekspresi wajah zara, melihat senyumnya yang terkesan dipaksakan itu, arroy pun menghela nafas, ia berfikir mungkin zara tahu es kopi itu bukan dari kenzo, karna itu zara tidak begitu senang. Arroy yang awalnya berniat untuk menghampiri zara pun mengurungkan niatnya dan kembali ke ruangannya. Arroy pamit pada kimmy untuk kembali ke hotelnya.
Sore harinya zara pulang setelah menyelesaikan pekerjaan. Entah sudah berapa banyak taksi yang berlalu di hadapan zara, namun tidak satupun dihentikannya. Zara berharap bisa bertemu kenzo sebelum pulang, setidaknya ia ingin mengucapkan terima kasih atas kopi yang ia terima tadi siang.
Sayangnya hingga matahari hampir tenggelam kenzo tak kunjung terlihat, zara sudah merasa lelah menungu di depan kantor selama berjam-jam, ia pun memutuskan untuk pulang. Dengan langkah kaki perlahan zara berjalan menuju halte, dalam langkahnya ia terus melihat kebelakang, zara masih berharap bisa bertemu dengan kenzo, namun hingga bis datang kenzo tak juga menunjukan batang hidungnya.
Sesampainya di rumah zara membersihkan diri seperti biasa, ia mengecek ponselnya sambil membaringkan diri di atas tempat tidur, zara sedikit kecewa karena tak ada satu pesan pun di ponselnya. Zara membuka chat dan hendak mengirim pesan pada kenzo untuk berterima kasih, namun zara selalu menghapus pesan yang sudah diketiknya.
Zara mengurungkan niatnya dan menaruh ponsel dimeja, tanpa sengaja ia melihat pantulan gambar diri di cermin, tanda merah dilehernya masih belum hilang. Zara bangkit dan mencari salep yang arroy berikan, kecemasan zara kembali ketika ia mengoleskan salep itu.
__ADS_1
‘ bagaimana jika arroy tahu ini bekas kecupan kenzo, apa yang akan ia lakukan, aku takut ayah dan ibu akan dilukai karna masalah ini’ gumam zara dalam hati
Zara memikirkan cara untuk membiat arroy senang, ia pergi ke dapur dan mencpba membuat makan malam. Zara mencari resep di internet, meski sudah mengikuti vidio tutorial zara tetap tidak bisa membuat makanan lezat, hampir semua masakannya gosong dan sebagian rasanya tak karuan, dalam keputus asaan ia menangis sambil duduk meringkuk dilantai.
Suara tangisan itu terdengar oleh arroy yang baru datang, ia mencari zara sambil berteriak dengan panik. Zara yang mendengar arroy berteriak memanggil namanya bergegas menghampiri. Dalam pelukan arroy zara merengek karna semua masakannya gagal total. Arroy tertawa kecil melihat sikap zara yang seperti anak kecil.
“ Kau duduk saja dengan tenang, biar aku buatkan makan malam, kau mau makan apa?” ucap arroy
“Terserah kau saja” jawab zara
Arroy meminta zara untuk makan sementara ia akan mandi dan ganti baju, namun sampai makanannya menjadi dingin arroy tak kunjung kembali, zara pun pergi untuk memanggilnya.
__ADS_1
Dan ternyata arroy masih didalam kamar mandi. Dering ponsel arroy menghentikan zara yang hendak pergi, zara menatap pintu kamar mandi namun arroy tak kunjung keluar, ia menatap ponsel yang terus berdering dan kemudian mengambilnya, layar ponsel itu menunjukan panggilan dari kimmy, dengan ragu zara pun mengangkat telpon itu.
“Arroy kau dimana? Jadi tidak sih, dokterku sudah menunggu, jika kau tidak datang dalam 5 menit aku tidak mau bicara denganmu” ucap kimmy tanpa henti dalam panggilan telponnya
Arroy menepuk pundak zara dan bertanya siapa yang menelpon. Dengan jujur zara memberi tahu arroy sambil mengembaliman ponselnya.
“sabar sebentar bawel, aku sedang ganti baju” ucap arroy kemudian mengakhiri panggilannya
“Ra aku akan pergi untuk menemui kimmy dan dokternya, kau mau ikut?” Ucap arroy diiringi tanya
Zara hanya menggelengkan kepala sambil memaksakan senyumnya, ia kembali ke dapur untuk makan malam. Arroy pamit pergi namun yang terdengar hanya suaranya yang kencang, ia begitu terburu-buru hingga ia bahkan tidak sempat untuk bertatap muka dengan zara.
__ADS_1
Air mata zara menetes tak tertahankan, zara makan sambil menangis meratapi nasibnya, mengingat sang suami yang menghamili wanita lain. Zara sempat melupakan hal itu karna terus sibuk dengan pekerjaan, dan saat mengingatnya ia kembali merasakan sesak didadanya.
Karna terkadang beberapa kata mengingatkan kita pada kenangan menyakitkan yang sudah kita lupakan...