Diary Of Zara

Diary Of Zara
Berat bagiku


__ADS_3

Zara pergi keruangan kimmy untuk meminta proyek baru, ia masuk setelah mendapatkan ijin.


“Ra seminggu kedepan kamu libur dulu ya! Aku sedang tidak ingin melihatmu ataupun mendengar suaramu, pulang dan istirahatlah” Ucap kimmy sambil terus sibuk dengan berkasnya.


“Tapi bu...


Sebelum zara menyelesaikan keluhannya kimmy sudah menatapnya dengan mata tajamnya yang selalu membuat zara merasa takut, pada akhirnya zara menuruti keinginan bosnya itu, ia keluar sambil menghela nafas.


Zara kembali keruangannya dan menyerahkan surat dari kimmy untuk ria, ia melihat 4 map dimeja ria, 2 warna biru, 1 warna hijau dan 1 warna merah. Zara melirik ke4 map itu dengan penasaran.


“ terima kasi kak zara, karna saya baru saya cuma diberi 4 proyek ka, bukankah peraturannya seperti itu, kalau sudah lewat 3 bulan saya pasti dapat proyek lebih banyak setiap minggunya” Ucap ria sambil tersenyum, ia mengerti arti tatapan mata zara.

__ADS_1


Zara terdiam bingung dengan ucapan ria, karna sebenarnya zara tidak tahu ada peraturan seperti itu diperusahaan. Selama ini zara hanya diberi 1 proyek tanpa terjadwal, jika sudah selesai dengan satu proyek ia baru akan diberikan proyek baru, begitu yang zara alami.


“ kak riri aku udah baca semuanya, map biru acara pernikahan, map kuning acara ulang tahun dan yang merah acara launcing produk, aku bingung gimana ngerjainnya, apa benar-benar harus selesai dalam 1 minggu?”


“ ria biar lebih mudah kamu bikin jadwal kerja sendiri, lihat tanggal acara mana yang waktunya paling dekat itu yang harus kamu kerjakan terlebih dahulu, jadwal turun ke lapangan juga harus diatur biar gak bingung.


Pertama kamu hanya cek tempat pesta untuk menyusun rencana sekalian ajak clien biar ga buang waktu, jadi pas ke kantor kamu bisa mulai nyusun dekor dari permintaan clien dan ruangan yang ada.


Kalau bu kimmy udah tanda tangan tinggal kasih dokumen kerja sama visualnya ke bagian lapangan, kalau udah diserahin ke bagian lapangan kamu kerjain yang lain sambil nunggu hari h.


Dihari h kamu cuma perlu datang dan mastiin ga ada kesalahan dan semua sesuai sama visual desain yang kamu buat, begitu seterusnya”

__ADS_1


Zara ikut menyimak penjelasan panjang riri. Selama ini meski ia menyadari ada yang berbeda dengan pekerjaannya yang cenderung memiliki waktu luang disaat semua orang sibuk, namun ia terus mengabaikannya, entah ini perlakuan khusus ataukah karna ia tidak benar-benar diterima diperusahaan zara tidak tahu, yang pasti zara merasa diperlakukan dengan tidak adil.


Zara bergegas pergi dari kantor, ia yang takuasa menahan tangis terduduk dibalik mobil yang entah milik siapa. Zara menangis sambil menutup mulutnya karna ia tak ingin ada yang mendengarnya. Zara kembali kerumah setelah berusaha keras menenangkan diri.


Setibanya dirumah zara kembali menangisi hidupnya yang berantakan, tak lama kedua sahabat zara datang berkunjung, mereka langsung memeluk zara dengan erat, zara menangis dengan keras dalam pelukan sahabatnya sampai merasa lebih baik.


“oh ya! Kalian tau dari mana aku disini?” Tanya zara tersadar, ia ingat ia tidak menceritakan apa yang menimpa ayahnya dan memberi tahu alamat barullnya.


“Bos kita yang nyuruh kita kesini” ucap tiffani


“ aku juga kaget pas ketemu fani di depan, lebih kaget lagi lihat keadaan kamu sekarang ra” saut agni

__ADS_1


“ pasti berat ya ra, sabar ya!” ucap tiffani sambil ngelus punggung zara


__ADS_2