Diary Of Zara

Diary Of Zara
Hilang


__ADS_3

Dirumah sakit zara merawat arroy dengan baik, namun arroy yang mulai merasa jenuh merengek minta pulang. Tak tahan dengan rengekan itu zara pun memanggil prof dio.


“ om! aku ingin pulang” Ucap arroy tegas


“ Baik, tunggu sampai impusan itu habis baru boleh pulang” Ucap prof. Dio


“ Loh ko om malah memperbolehkannya pulang, suster bilang arroy masih perlu dirawat” Sahut zara dengan cepat,


Maksud hati ingin mencari dukungan, tapi bukannya memberikan pengertian prof dio malah mengabulkan keinginan arroy, tentu saja itu membuat zara merasa heran.


“tidak ada gunanya berdebat dengan suamimu, jika aku tidak menuruti keinginannya, dia bisa menghancurkan rumah sakit ini, kau itu kan istrinya, jadi pasti kau tahu kebiasaan buruknya itu” bisik prof. Dio kemudian berlalu pergi.


Arroy tersenyum penuh kemenangan, namun raut wajah zara tidak terlihat baik.


“ Zara! apa kau tidak senang aku sembuh?” Tanya arroy sambil meraih tangan zara


“ Tidak, bukan begitu, hanya saja...


“Aku tidak selemah itu zara, baiklah karna aku sedang senang aku akan mengabulkan permintaanmu, anggap saja sebagai ucapan terimakasih karna kau sudah merawatku”

__ADS_1


Zara hanya tersenyum kecil, tapi kemudian ia berpikir, mungkin ini adalah kesempatan yang bagus baginya, kesempatan yang mungkin akan sulit ia dapatkan lagi


“ Apa kau serius dengan ucapanmu? “ tanya zara dengan penuh semangat


“ Iya, tapi tidak dengan permintaan cerai dan jangan memintaku untuk mati, karna aku juga tidak bersedia mengorbankan diri demi kau” ucap arroy tegas


“ aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku dengan jujur” sahut zara tersenyum senang, sementara arroy hanya mengangguk


“ kenapa kau mengakuisi perusahaan ayah? “


“untuk balas dendam dan menghancurkan harga diri ayah yang tinggi” jawab arroy sambil tersenyum


Melihat senyum arroy zara sedikit ragu untuk kembali mengajukan pertanyaan, namun akhirnya pertanyaan kedua itu terlontar juga, meski dengan tubuh dan suara yang bergetar menahan rasa takut.


“ Akhirat”


Jawaban singkat yang disertai senyum itu membuat zara kesal, ia mencengkram baju arroy dan mempertanyakan tindakannya.


“ Apa yang salah zara, aku hanya memenuhi keinginan mereka, akhirat bukan tenpat yang buruk, dan mereka juga bahagia disana” jawab arroy dengan santai

__ADS_1


Zara melepaskan tangannya yang mencengkram baju arroy, ia mendorong tubuh arroy seraya berkata “ kau jahat arroy, kau jahat” ucap zara dengan lentang


Zara meninggalkan arroy sendiri, ia berlari sambil menangis dan itu membuat arroy bingung


“ Apa aku salah bicara? Kenapa dia bersikap begitu?” tanya arroy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Waktu berlalu dengan cepat, saat senja menyapa arroy kembali ke resort, ia masuk ke kamar agni dan ternyata tiffani pun ada disana.


“ Bagaimana?” tanya arroy seraya duduk disofa


Agni memberikan catatannya pada arroy dan menjelaskan situasi yang dilihatnya, mulai dari insiden perselingkuhan manager resort, hinga peraturan-peraturan yang tidak ditaati dengan baik.


Tidah hanya kesalahan tapi orang-orang yang melakukan kesalahan itu pun turut menjadi perbincangan.


Ditengah perbincangan sebuah bantal melayang kearah agni, itu adalah bentuk kemarahan tiffani, ia kesal karna ternyata agni melihat kejadian yang terjadi dan tahu masalahnya, tapi agni hanya menyaksikan hal itu tanpa memberi tahu tiffani bahwa ia sudah salah menilai.


Karna tengah berada dihadapan arroy agni hanya bisa meredam amarah dalam hati, ia pun mengabaikan tiffani dan fokus melanjutkan laporannya.


Tiffani yang merasa bosan memilih keluar dari kamar, ia pergi mencari zara namun karna zara tak kunjung ditemukan ia jadi panik, ia bahkan meminta bantuan dari pihak resort untuk mencari zara.

__ADS_1


Setelah 2 jam mencari dan tak ada hasil tiffani pun memutuskan untuk melaporkan hilangnya zara pada arroy.


“ malam sudah larut, sebaiknya kalian istirahat, masalah zara biarkan aku yang akan menanganinya sendiri” jawab arroy dengan santainya.


__ADS_2