Diary Of Zara

Diary Of Zara
Tak kusangka


__ADS_3

Arroy dan zara kembali ke pesta secara terpisah setelah berbincang, dari kejauhan arroy melihat lampu gantung yang berada tepat diatas meja kimmy perlahan turun dan hampir jatuh, arroy menarik kimmy kedalam pelukannya dan seketika lampu gantung itu pun jatuh menimpa meja.


“ apa kau baik-baik saja?” Tanya arroy khawatir


Kimmy tertawa kecil “aku tidak apa-apa, tapi bagaimana denganmu?” ucap kimmy yang diiringi tanya cemas


Arroy hanya tersenyum, ia mengajak kimmy pergi dari sana, kimmy melayangkan senyum sinisnya pada zara ketika mereka melintas dihadapannya , sambil terus menggandeng kimmy arroy membawanya kesebuah kamar.


Insiden jatuhnya lampu gantung itu membuat semua orang terkejut, untungnya tidak ada yang sampai terluka, acara reoni pun dihentikan dan semua orang membubarkan diri.


Zara pergi menenui kimmy ke kamarnya, terlihat selin tengah berdiri tidak jauh dari pintu, ia menghadang zara dan memperingatkannya untuk mengurungkan niatnya menemui kimmy


“ apa kau mau menemui kimmy nona zara? Sebaiknya kau kembali, kimmy tidak akan menerima kehadiranmu saat ini, dia pasti akan langsung mengusirmu” ucapnya (selin)


Zara mengabaikan selin dan tetap menemui kimmy, di dalam kamar kimmy tengah duduk diatas tempat tidur sambil menunduk menyandarkan dahi ditanganya


“ kau sudah kembali?” Tanya kimmy

__ADS_1


“ Bu kimmy! Apa ibu baik-baik saja? Walau ini bukan kesalahan saya, saya akan minta maaf atas apa yang terjadi” ucap zara


Kimmy mengangkat kepalanya, ia menatap zara dengan tatapan tajamnya dan melayangkan senyum sinisnya “ oh ternyata kau, aku kira yang datang arroy (menghela nafas) kau bilang apa tadi, bukan kesalahanmu, apa kau sadar dengan ucapanmu zara?” Ucapnya (kimmy)


“ Iya bu itu murni kecelakaan” saut zara


“ Kecelakaan katamu, zara lampu itu tidak akan jatuh begitu saja jika dipasang dengan baik, apa kau tahu meski lampu itu tidak lebih besar dari meja namun pecahan kaca saat lampu itu jatuh bisa saja melukai seseorang” ucap kimmy dengan penuh penekanan


“ maaf atas kelalayan stafku bu” ucap zara


“ Zara, orang yang bekerja dibagian dekorasi sering kali melakukan kesalahan, dan itu hal yang wajar karna mereka bekerja dengan mengejar waktu, sebagai seorang produser acara, kau harus melakukan pengecekan berulang-ulang untuk memastikan pekerjaan mereka dan memperbaiki kesalahan yang mungkin mereka lakukan, ini bukan kecelakaan tapi kecerobohanmu” ucap kimmy,


“ Pergilah zara aku ingin istirahat” pinta kimmy


“Sepertinya ibu kurang sehat, wajah ibu pucat, mau saya panggilkan dokter?” saut zara


“ tidak usah, aku baik-baik saja, pergilah” ucap kimmy dengan lemas

__ADS_1


“ baiklah saya tidak akan memanggil dokter, tapi biarkan saya disini saya khawatir...


“ Pergilah zara ini perintah” ucap kimmy dengan nada tinggi


Zara pergi keluar meninggalkan kimmy yang hendak membaringkan dirinya


‘kenapa aku merasa tidak asing dengan kemarahan bu kimmy, rasanya aku pernah diusir dengan cara yang sama’ ucap zara dalam hati


Diluar zara kembali melihat selin


“ Apa kau diusir olehnya?” Tanya selin sambil tersenyu


Zara mengabaikan selin dan terus berjalan menuju ballroom. Selin mengikuti zara dari belakan. Ruri dan yesti berdiri tepat didepan ballroom , selin berjalan mendahului zara menghampiri teman-temannya itu


“ teman-teman kita sudah tidak ada harapan sekarang, apa kau tahu! tadi aku mendengar dylan mengajak kimmy bermalam dihotel, aku bahkan mengikuti mereka sampai kekamarnya, sepertinya mereka akan menghabiskan malam bersama” ucap selin


“ sepertinya memang sudah saatnya kita menyerah, kita sudah berusaha sejak sekolah menengah atas untuk memisahkan mereka, tapi tidak ada hasilnya” Saut yesti

__ADS_1


“ Apa itu artinya tidak lama lagi kita akan mendapatkan undangan pernikahan dari mereka” saut ruri


Selin sengaja bicara dengan keras agar zara mendengarkan ucapannya, tak lama kemudian selin mengajak mereka pergi dari sana.


__ADS_2