Diary Of Zara

Diary Of Zara
Dia...


__ADS_3

Lili lari keluar karna kesal pada kedua orang tuanya. Ibu agus meminta maaf atas ketidak sopanan putrinya, ia hendak mengejar lili namun zara mencegahnya.


“ Jika di izinkan bolehkah saya saja yang mengejar lili, saya juga ingin mengajaknya bicara” Ucap zara meminta izin.


Setelah mendapatkan persetujuan zara pergi mengejar lili, ia mengikuti lili yang terus berjalan, langkahnya terhenti di depan pintu ruang istirahat karyawan. Iili melihat kedalam ruangan seperti takjub akan sesuatu. Zara mencoba mencari tahu apa yang lili lihat, didalam ruangan istirahat arroy tengah duduk dengan gaya coolnya, menikmati secangkir kopi sambil membaca berkas diruang istirahat. Lili tersenyum sambil memperhatikan arroy dari kejauhan.


Zara tak menyangka, bahkan gadis sekecil lili pun tertarik pada arroy. Arroy yang mulai menyadari keberaaannya diawasi seseorang melirikkan matanya melihat kearah luar, terlihat seorang gadis kecil tengah memperhatikannya didepan pintu yang terbuka, ia juga melihat sesosok bayangan seorang wanita.


“ kau bisa menatapku dari dekat jika kau mau, kemarilah” ucap arroy


“ kau sangat tampan dan keren” ucap lili setelah masuk dan duduk dihadapan arroy

__ADS_1


Arroy menyimpan berkasnya diatas meja kemudian menghampiri lili, ia mengangkat lili memindahkan lili ke dalam pangkuannya.


“ Hei nona apa kau mencoba menggodaku” ucap arroy. Wajahnya begitu serius menatap gadis kecil itu.


“tuan, yang kau lakukan ini pelecehan, sebelum kau mendapat masalah turunkan aku dari pangkuanmu” pinta lili


Arroy menggelengkan kepala dan nencium pipi lili “ tidak bisa, bagaimana mungkin aku melepaskanmu setelah kau menggodaku seperti itu” Ucapnya sambil menggelitik pinggang lili. Lili mengheliat kegelian sambil tertawa lepas. Setelah arroy berhenti lili kembali termenung.


“ Kenapa aku harus bahagia? Pesta ini hanya alasan untuk memperkuat ikatan bisnis ayah, bukan untuk merayakan ulang tahunku” ucap lili sendu


Arroy mencoba menghibur lili dan membuatnya kembali tersenyum. Melihat hal itu zara jadi teringat kenangan masa kecilnya, ia memiliki ide lain untuk ulang tahun lili.

__ADS_1


Zara menghampiri arroy dan lili. Sambil tersenyum zara membelai kepala lili dengan lembut, hal itu membuat lili merasa nyaman.


“ Lili mau bantu kakak?” Tanya zara yang hanya dibalas dengan anggukan kepala.


Zara hampir menangis melihat mata kecil yang berkaca-kaca itu. Sambil tersenyum tenang zara meminta lili menulis nama teman-temannya yang ingin ia undang. Melihat lili yang terkejut zara tahu lili merasa senang namun juga merasa gelisah disaat yang bersamaan. Zara meyakinkan lili bahwa pesta ulang tahunnya kali ini akan menjadi pesta ulang tahun yang tidak akan terlupakan.


Gadis kecil itu turun dari pangkuan arroy kemudian memeluk zara, ia menangis senang sambil berterima kasih. Arroy mengelus kepala zara merasa bangga dengan apa yang dilakukan sang istri.


Zara membawa lili kembali ke ruang meeting. Bapak dan ibu agus terkejut melihat putrinya tersenyum bahagia bersama zara, yang mereka tahu biasanya lili tidak bisa langsung akrab dengan orang asing.


Karna merasa tidak ada lagi yang perlu di bahas mereka pun pamit. Zara mengantar mereka sampai ke mobil, setelah mereka pergi zara kembali melanjutkan pekerjaannya. Karna tidak banyak yang harus zara kerjakan hari ini ia bisa pulang sore.

__ADS_1


__ADS_2