Diary Of Zara

Diary Of Zara
Perjalanan


__ADS_3

Setelah 15 menit berkendara arroy tiba dikediaman keluarga agni.


Agni berdiri didepan gerbang, ia sudah menunggu kedatangan bosnya.


Melihat agni membawa koper yang cukup besar, arroy pun turun dari mobil untuk membantunya.


“masuklah... Aku yang akan memasukkan kopernya” ucap arroy memerintah


Agni pun menuruti perintah bosnya, ia masuk dan duduk di kursi depan, tepat di samping pengemudi.


Agni merasa sangat senang, senyumnya begitu lebar, ia tidak sabar untuk melancarkan rencananya mendekati arroy tanpa harus dimusuhi seperti para wanita lain.


Arroy kembali duduk di kursinya setelah menaruh koper di bagasi, ia memakai seatbelt dan kembali melajukan mobilnya.


‘ loh ko tuan a memilih jalur kiri, tapi kenapa jalanan ini terasa tidak asing ya!’ Sejenak agni berfikir


Setelah 10 menit mobil arroy memasuki area perumahan, berhenti tepat didepan rumah tiffany


Agni terkejut saat melihat tiffani menggendong ransel dipundaknya,


‘ sial... Jangan bilang tiffani akan ikut’ umpat agni dalam hati


Lagi, arroy turun untuk menghampiri tiffani.


“di mana kopermu?” tanya arroy


“ aku hanya membawa ransel” jawab tiffany sambil memperlihatkan ransel yang digendongnya


Arroy membuka pintu belakang, ia membangunkan zara yang tengah tidur di kursi belakang.

__ADS_1


“ ra bangunlah” Ucap arroy sambil menggoyangkan tubuh zara


Disaat yang sama agni menoleh kearah kursi belakang, ia semakin kesal melihat zara terbaring di sana.


‘Sitt... Kenapa zara juga ikut sich!’ umpat agni lagi dalam hati


Zara membuka matanya dengan malas. Arroy membantu zara merubah posisinya, menyediakan ruang agar tiffani bisa duduk.


“ Hai ra, hi ni” sapa tiffani sambil masuk dan duduk dalam mobil


“ hi juga fan” sahut zara sambil menguap


Agni hanya membalas sapaan tiffani dengan senyum yang dipaksakan.


Arroy kembali masuk mobil, kembali duduk dikursi pengemudi, menyalakan mesin dan melanjutkan perjalanan.


“ tuan a aku tidak menyangka kau memiliki mobil kijang doyok” ucap tiffani memecah keheningan


“ hehe,, sepertinya ini masih ori ya!” ucap tiffani lagi


“ tidak, ini sudah dimodif” sahut arroy lagi


“ sepertinya tidak ada yang berubah” sahut tiffani


“ zara... Bangunlah, jangan tidur terus, kau seperti orang yang tidak tidur semalaman” ucap tiffani lagi, ia menggoyangkan tubuh zara memaksanya untuk bangun.


Arroy menekan salah satu tombol disampingnya, jok kursi belakang mengembang seperti balon yang ditiup.


Satu tombol lagi dan sandaran jok pun turun dan memanjang secara perlahan, mengembang setelah posisinya sejajar dengan kursi yang diduduki,

__ADS_1


“Wah...


Satu kata yang menggambarkan kekaguman keluar dari mulut tiffani,


Agni hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala, ia berpikir bahwa reaksi tiffani berlebihan padahal itu hal yang biasa


Sementara zara, jangankan terbangun, tidurnya justru semakin lelap, ia tidur seperti orang yang terbius obat.


“ nona tiffani, tolong ambilkan bantal cinta dibawah kursi zara dan pasangkan padanya” pinta arroy sopan


Dengan senang hati tiffani pun memenuhi permintaan arroy, ia mengambil 2 buah bantal cinta dari bawah jok mobil, meletakan salah satunya dibawah kepala zara, dan satunya ia gunakan sendiri, sama seperti zara, kini ia pun berbaring dengan nyaman.


“Rasanya seperti tidur diatas kasur angin” ucap tiffani tersenyum senang


“ Maaf ya agni, kau tida bisa ikut merasakan kenyamanan itu, aku hanya memodif kursi belakang” ucap arroy


“ tidak apa tuan”


Akhirnya agni bersua, walau senyumnya tipis tapi yang penting ia tersenyum juga.


Satu, dua, tiga, empat jam berlalu, arroy memutuskan untuk istirahat sejenak di rest area, arroy dan agni turun, keduanya meregangkan otot-otot yang terasa kaku karna terlalu lama duduk.


Didalam mobil zara terbangun, sesaat ia melihat kearah luar namun kembali merebahkan tubuh dan memejamkan mata.


Tak lama tiffani yang tertidur setelah mendapat tempat yang nyaman pun melakukan hal yang sama.


“ tuan saya permisi ke toilet dulu” ucap agni


Arroy hanya menganggukan kepala sambil tersenyum, setelah agni menjauh arroy mengintip jendela kursi belakang, ia memperhatikan zara yang masih tertidur, dengan perlahan ia membuka pintu back door, ia membungkuk mencium bibir zara dengan cepat, kemudian bergegas duduk membelakangi zara.

__ADS_1


Walau hanya beberapa detik saja ciuman itu mampu membuat pipi zara merona.


__ADS_2