Diary Of Zara

Diary Of Zara
Baiklah...


__ADS_3

Kimmy kesal karna arroy hanya diam dan mendengarkan ucapan zara, ia menghampiri arroy yang menghentikan langkahnya tidak jauh dibelakang zara. Menyadari langkah kimmy dengan cepat arroy memalingkan wajah.


“ kau dengar itu arroy, istrimu sama sekali tidak punya perasaan terhadapmu, kenapa kau hanya diam, katakan sesuatu arroy” ucap kimmy geram sambil mencengkram lengan arroy


Arroy melepaskan tangan kimmy kemudian berkata “tidak ada yang harus kukatakan kimmy, aku sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik, jika itu tidak cukup maka baiklah...”


Kini arroy benar-benar pergi, tanpa mendengarkan panggilan kimmy ia masuk kedalam mobil. Arroy terus melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang, ditengah jalanan perkotaan ia membuka atap mobil untuk sekedar menikmati angin malam, siapa sangka hujan turun denga derasnya, tapi ia bahkan tak peduli walau air hujan membasahi tubuhnya.


Arroy sempat panik saat zara pergi tanpa meninggalkan pesan, ia bahkan tidak makan sampai mendapatkan informasi prihal keberadaan zara dan apa yang sedang dilakukanya. Arroy sudah pasrah jika zara memilih untuk lari tapi ia senang karna zara pulang kerumah.


Ia masih belum tahu alasan mengapa zara kembali setelah melarikan diri, ia hanya berusaha keras untuk memenangkan hati sang istri, namun sikap zara kali ini sungguh menyakitkan hatinya.


Selama perjalanan pikiran arroy melayang kemana-mana hingga akhirnya ia sampai ditempat tujuannya. Sebuah rumah panggung sederhana di kawasan perbukitan mawar. Karna sudah larut arroy memilih tidur dimobil dengan baju yang basah.


Ditempa lain zara masih gelisah memikirkan ucapan arroy saat meninggalkannya. Kata-kata yang menggantung itu, ia bahkan tidak tahu apa yang arroy maksud dengan kata “ baiklah” -nya itu.

__ADS_1


Perut zara meraung minta diisi, bagaimana tidak! Sejak pulang dari pesta zara hanya duduk dan termenung dengan pikirannya sendiri, ia juga tidak sempat makan saat di pesta, disaat seperti ini zara berharap arroy tiba-tiba datang, tapi ia tahu itu tidak mungkin, melihat jam dinding ia berfikir suaminya pasti tidak akan pulang, rasa lelah dan malas yang dirasakannya menuntunnya ke kamar dan memilih untuk tidur.


Walau malam terasa panjang bagi keduanya mentari kan datang juga.


Zara terbangun dari tidurnya, ia terkejut melihat jam yang menunjukan pukul 09:36, ia pun bergegas mandi dan bersiap-siap, zara bahkan memakai sepatu sambil berlari karna sudah sangat terlambat baginya untuk pergi ke kantor.


“ loh nak zara belum kekantor, bibi kira sudah berangkat dari pagi” ucap bi rani yang tengah sibuk beres-beres


“ Zara telat bangun bi, oh ya bi! Apa bibi melihat arroy?” tanya zara sambil membuka kulkas


“ Mungkin juga pria itu tidak pulang” gumam zara sambil menutup pintu kulkas


“ Apa?” tanya bibi yang tidak mendengar jelas apa yang zara ucapkan


“ bukan apa-apa bi, zara berangkat ya! Makasih jusnya” ucap zara, ia memasukan buah apel kedalam mulut kemudian pergi setelah mengambil sekotak jus yang diberikan bi rani.

__ADS_1


Zara kembali berlari setelah tiba di kantor. Ketika tiba diruanganya ia melihat seseorang menduduki kursi disamping riri yang sudah lama kosong. Wanita itu tersenyum melihat zara masuk, zara pun menganggukan kepala dan membalas senyuman itu.


“ Kak son siapa?” tanya zara penasaran, ia melirik wanita yang duduk didekat mesin foto copi itu dengan matanya


“ anak baru, namanya ria, tumben telat ra, kamu ga sakit kan!” tanya sony


“ abis begadang ka jadi kesiangan” jawab zara sambil tersenyum


“Abis begadang bikin anak ya! Cie” ledek ola yang baru masuk ruangan


Semua orang menatap zara sesaat kemudian kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Zara jadi malu sendiri


“apa si kak ola, ga gitu kali ka, karna pa agus minta semuanya kembali rapih sebelum pagi zara jadi pulang jam setengah 12 malem, mana ujan deres lagi”


“ bikin anak juga ga pa-pa kali ra” saut sony sambil tersenyum

__ADS_1


Karna candaan rekan-rekan kerjanya, zara jadi bisa tersenyum ceria dipagi hari.


__ADS_2