Diary Of Zara

Diary Of Zara
siapa kamu sebenarmya ( Bagian 2 )


__ADS_3

“ Katakan aku harus apa untuk membantumu” ucap agni sambil memasukan suapan terakhirnya


“aku ingin bertemu dengan seorang pria bernama arroy, masalahnya aku hanya tahu dia bekerja di sini”


“hanya itu? Itu hal mudah bagiku”


Agni menarik tangan zara setelah ia selesai membayar makanan yang mereka pesan, ia membawa zara ke lantai atas, nenuju meja kerjanya. Dari komputernya ia mencari seorang pria bernama arroy. Sayangnya nama arroy tidak terdaftar sebagai pegawai hotel. Agni yang penasaran mencari nama itu diseluruh data perusahaan yang berada dibawah dream grup, namun hasilnya nihil.


“ coba kita cari menggunakan nama lengkapnya” ucap agni mendongak menatap zara


Zara hanya tersenyum menunjukan gigi-giginya yang putih dan rapih, ia benar-benar lupa nama lengkap arroy. Agni bisa mengerti arti senyuman itu.


“ Ya ampun zara, kau sewa detektif saja sanah, aku tidak bisa membantumu kalau begitu” gerutu agni kesal,


“ Oy iya! Kau bantu aku untuk bertemu zulfan saja, mau kan!” Ucap zara bicara sambil mengangkat kedua alisnya.

__ADS_1


“ itu mudah saja, tapi...


Agni menghentikan ucapannya dan memutar kursi kearah zara.


“tapi...


Zara mengulangi kalimat agni yang terputus sambil menatap sahabatnya itu


Zara dan agni kini saling menatap, satu tatapan penasaran dan yang satunya lagi tatapan jahil. Agni menarik tangan sahabatnya hingga zara membungkuk dihadapannya, agni mendekatkan mulutnya ketelinga zara seperti hendak berbisik.


Disaat zara memegang telinganya yang merasa pengang setelah diteriaki, Agni justru tertawa puas setelah menjahili sahabatnya


“agni...” Zara menjewer telinga agni dengan keras


Agni berteriak kesakitan, diselingi tawa ia meminta ampun pada zara. Mereka tersenyum bersama saat menyadari para pegawai lain yang berada disekitar mereka memperhatikan tingkah konyol keduanya.

__ADS_1


“ Pak zulfan sedang pergi menyusul tuan A yang pergi mengecek lokasi untuk pembangunan hotel baru” ucap agni menjelaskan setelah berusaha untuk berhenti tertawa


Zara pun berpamitan pada agni karna tidak ada yang bisa zara lakukan lagi disana, lagi pula sahabatnya itu harus kembali bekerja. Zara pergi meninggalkan hotel dan pulang ke rumah.


Dirumah zara kembali berpikir keras, karna beberapa hal ia jadi penasaran akan sosok suaminya, entah karna zara mulai menyukai arroy, atau mungkin karna zara ingin mencari celah agar bisa lepas dari genggamannya tanpa harus membahayakan nyawa kedua orang tuanya, Yang pasti zara sudah bertekat untuk mengetahui rahasia arroy yang sempat dibahas oleh fais.


Zara melihat pintu ruang kerja arroy yang terbuka, seperti mendapat ilham dari langit zara tersenyum senang karna merasa mendapat ide cemerlang. Zara mendekati ruang kerja arroy dengan mengendap-endap, ia melihat kekanan dan kekiri mengintip ke dalam setelah memastikan tidak ada orang zara pun masuk dan menutup pintu dengan perlahan


“ tunggu... Kenapa aku harus bersikap seperti maling, dirumah ini kan hanya ada aku,,, zara,,, zara” Zara bicara sendiri kemudian menghembuskan nafasnya kasar


“Arroy... Sayangku... Aku mau menggeledah ruang kerjamu boleh!” ucap zara dengan manja


“Boleh zaraku yang cantik, carilah apa yang ingin kau cari sepuas hati” ucap zara dengan suara berat menirukan gaya bicara arroy


Baru beberapa hari tidak bertemu arroy zara sudah mulai gila... Adakah seseorang disana yang bisa membantunya... haadeehhh...

__ADS_1


__ADS_2