
Zara meneliti setiap senti meja kerja suaminya, ia mencari petunjuk yang akan memberi tahu identitas arroy yang sesungguhnya, namun ia tidak menemukan apapun selain tumpukan laporan keuangan yang berbeda-beda. Ia membuka laci meja satu persatu namun ia harus kembali kecewa, tidak ada satupun barang yang bertuliskan nama suaminya.
Zara mengacak-ngacak rambutnya prustasi, tiba-tiba saja ia teringat pintu rahasia diruang kerja arroy. Zara mendekati pintu itu, ia menyibakan tirai dan mencoba membuka pintu, sayangnya pintu itu terkunci membuat zara menghembuskan nafas berat.
“terkunci... Kunci... Kunci... Kunci...”
Zara masih belum menyerah, ia melihat sekeliling, ia berpikir jika itu ruang kerjanya, dimana ia akan menaruh benda berharganya. Entah kenapa yang terpikir dikepala zara adalah vas bunga yang ada diatas meja, tepat disamping pintu rahasia.
“semoga saja arroy menaruh kuncinya disini” ucapnya sebelum mengangkat bunga pelastik dalam vas itu.
Zara bernafas lega ketika ia menemukan setumpuk kunci disana. Iya mencoba satu persatu kunci itu hingga akhirnya ia berhasil membuka pintu rahasia itu.
“Arroy... Suamiku sayang... Aku masuk ya” ucap zara sambil tersenyum senang
Zara membuka pintu itu perlahan, mengendap-endap seperti maling padahal tidak ada siapapun selain dirinya disana.
Mata zara terbelalak melihat isi ruangan itu, tubuhnya bergetar, mulutnya terbuka lebar, jantungnya berdebar bahkan nafasnya tak beraturan. Ia tidak tahu harus menunjukan ekspresi seperti apa...
( Haruskah aku memanggil ambulan zara? )
__ADS_1
“ Tidak usah thor, meski rasanya aku ingin pingsan tapi aku akan berteriak saja, ahhh....”
Zara benar-benar berteriak dengan kencang.
Ditempat lain arroy menutup telinga dan melempar tablet yang tengah ia pegang ketika zara menjerit melihat deretan penghargaan dari berbagai yayasan sosial memenuhi dindin sebelah kanan zara, didinding bagian kiri ada puluhan set perhiasan yang tertata rapih didalam lemari kaca, dan dinding yang menghadap pintu dipenuhi foto-foto leluhur arroy yang berjajar rapih diakhiri foto arroy.
Zara masuk kedalam ruangan itu, yang pertama ia hampiri adalah foto-foto usang leluhur arroy, kemudian beralih menuju kedinding piagam penghargaan untuk setiap amal yang arroy keluarkan.
“ Ucapan terima kasih dari yayasan panti asuhan kasih untuk donasi tetap, yang ini dari panti jompo, yang ini dari warga kota b atas pendirian rumah sakit geratis bagi rakyat miskin”
Zara mengeja satu persatu dengan rasa tak percaya. Ketika zara melihat lemari kaca yang berisi puluhan set perhiasan ia nampak acuh
“ Aku memang tidak salah memilih istri” Ucap arroy sambil tersenyum melihat tabletnya
Zara melangkahkan kaki menuju sebuah meja yang sebesar tempat tidur dengan tinggi sepinggang dibagian tengah ruangan itu, terlihat potret pernikahan yang disoroti lampu yang warnanya berubah-ubah setiap detik.
“ Cantik sekali... Prianya juga tampan, jika arroy memiliki kumis tipis pasti dia akan mirip pria dalam foto ini, apa ini foto pernikahan orang tua arroy ya? Wanita cantik ini nampak tidak asing”
Zara mengingat-ingat apa ia pernah bertemu dengan wanita dalam potret tersebut atau tidak, namun ia tidak menemukan gambaran sedikitpun.
__ADS_1
Tiba-tiba saja foto itu menghilang, dan bagian atas dari meja itu terbuka lebar...
“ Ahhh...”
Zara kembali menjerit melihat apa yang ada dilam meja itu. Ia berlari keluar dan kembali mengunci ruangan itu. Didepan pintu ia mengelus-ngelus dadanya
“ astaga... Aku bisa jantungan jika terus didalam, kenapa ia menaruh harta karun dirumah si? Kalau sudah kemalingan baru tau rasa!” umpat zara
“tenang zara, tenang, tarik nafas hembuskan, tarik nafas hembuskan”
Zara berusaha keras menenangkan diri. Disisi lain arroy tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu zara dari layar tabletnya.
Biar ku beritahu sebuah rahasia, arroy memasang cctv di depan pintu dan diruang rahasia, ponselnya akan berdering jika vas bunga hias diletakan tidak dengan berat yang sama, sensor keamanan yang akan langsung aktif bersama cctv yang terhubung langsung dengan ponsel arroy.
Jika zara sampai mengambil sesuatu dari ruangan itu pintu akan tertutup otomatis, suhu udara dalam ruangan akan berubah menjadi minus 51 derajat Fahrenheit atau sekitar minus 46,1 derajat Celsius. Bisa bayangkan seberapa dinginya?
Apa ada yang penasaran dengan isi meja yang membuat zara kaget hingga hampir terkena serangan jantung itu, mau tahu? Zara syok melihat susunan emas batangan yang tersimpan rapih didalam meja besar.
Kalau kamu yang masuk ruangan itu kira-kira apa yang akan kamu lakukan?
__ADS_1