
Arroy menghubungi ajudannya yang ditugaskan untuk mengikuti dan menjaga zara, setelah mengetahui posisi zara ia pun bergegas pergi menemui istrinya. Tepat didepan pintu ajudan itu berdiri dengan gelisah.
“ Kenapa kau?” Tanya arroy
“ Sepertinya pria yang bersama nyonya punya niat buruk” Jawab lia panik
“lalu kenapa kau hanya diam, buka pintunya” Ucap arroy memberi perintah
Lia mengambil jepitan dirambutnya dan membuka pintu yang terkunci itu. Arroy menggelengkan kepala saat melihat kenzo mencium leher zara.
“ Buat nyonya pingsan” Ucap arroy memerintah
Kenzo menghentikan aksinya saat melihat lia berdiri dibelakang zara, dengan cepat lia memukul tengkuk zara hingga zara jatuh pingsan dalam pelukan kenzo.
Kenzo hanya diam dengan berjuta pertanyaan dalam kepalanya. Lia tersenyum sambil menarik tangan zara, setelah membaringkan zara dengan cepat lia kembali berdiri dihadapan kenzo.
“ dengan ukuran ini ( menyentuh senjata kenzo) kau berpikir untuk memuaskan nyonyaku, sadarlah sedikit”
“ hei jaga ucapanmu” ucap kenzo kesal, tangannya menunjuk kearah lia.
Dengan cepat lia menepis tangan kenzo kemudian menamparnya dengan keras, wajah kenzo yang semula menghadap kearah lia kini berpaling menatap arroy karna tamparan itu.
__ADS_1
Kenzo tersenyum licik sambil menyeka darah yang ada diujung bibirnya.
“Apa arti semua ini? Bukankah kau bilang kau akan melepaskan aku, atau ucapan tuan a memang tidak dapat dipercaya?” ucap kenzo kesal
“ Jika ingin memperkosa setidaknya lakukan dengan benar” ucap arroy, ia masih berdiri dipintu sambil melipat tangannya didada.
“tuan a yang terhormat, sebaiknya kau pergi dan jangan ikut campur, masalah ini tidak ada hubungannya denganmu” sahut kenzo masih dengan senyum liciknya.
“ apa kau pikir kau bisa berpura-pura bodoh dihadapanku ( berjalan masuk ) kau dan aku tahu pasti siapa zara (menatap wajah zara ) dan apa hubungannya denganku ( menatap kenzo) jangan kau kira ( berjalan melewati kenzo ) aku tidak tahu rencanamu ( mengambil vas bunga kemudian melemparnya) aku tahu ( berjalan ) kau sengaja mendekati istriku ( duduk disofa ) dan berniat ( melipat tangan) menggunakannya untuk menghancurkanku” sahut arroy dengan tenang
“ kau memang benar tuan a, tapi meski kau menghancurkan rencanaku kau tidak akan bisa menghindar dari kehancuran” ucap kenzo, ia masih tersenyum licik
“lia! aku sudah selesai, apa kau perlu bantuan untuk membereskan ini?” ucap arroy
Lia mengikat tangan kenzo dengan dasi yang arroy lemparkan, ia juga melucuti celana kenzo yang tersisa, kemudian menguncinya dalam kamar mandi.
“ lia belikan baju untuk nyonyamu juga” ucap arroy memerintah
Sang ajudan yang bernama lia itu hanya mengangguk kemudian pergi meninggalkan kamar itu.
Arroy membuka satu persatu pakayan zara yang basah, tak ingin zara jatuh sakit arroy menutupi tubuh polos zara dengan selimut tebal yang ia ambil dari lemari.
__ADS_1
Tak lama lia pun datang, ia menaruh baju untuk zara diatas nakas kemudian mengeluarkan kenzo dari kamar mandi.
Dengan bantuan beberapa orang lia membuat kenzo meminum obat perangsang. Hal itu membuat kenzo sangat menderita, dengan tangan yang terikat kebelakang ia hanya bisa menggeliat dilantai seperti cacing kepanasan.
Semua orang nampak senang menyaksikan pertunjukan itu. Siapa sangka kamera yang kenzo pasang di vas bunga ternyata masih menyala, kamera itu merekam bagaimana menderitanya kenzo saat itu.
“ hai lia kau tidak ingin membantunya” ucap arroy sambil tertawa.
“ maaf tuan saya tidak berminat” sahut lia sambil tersenyum
Arroy melihat zara yang mulai membuka matanya, ia memberi kode dan dengan cepat semua ajudan pria membalikan tubuhnya membelakangi zara.
Zara terkejut dengan keadaannya saat ini, terlebih ketika ia mendapati dirinya tanpa sehelai benang pun, zara semakin panik saat arroy berjalan mendekati dirinya.
Arroy memaksa zara untuk duduk kemudian ia duduk disampingnya, zara melihat kenzo yang sudah telanjang bulat.
“dengar baik-baik perkataanku zara, kau harus membayar apa yang sudah kau lakukan dengan pria itu di resortku” bisik arroy pelan
Air mata zara menetes setelah mendengar ucapan arroy, ia menatap kenzo dengan penuh kebencian.
“ Mau berapa lama lagi kau menatapnya? Apa kau masih belum puas dengan apa yang sudah kau lakukan” bisik arroy lagi yang membuat zara memalingkan wajah
__ADS_1
Arroy bangun dari tempatnya, ia berjalan menuju pintu keluar kemudian berhenti, tepat didepan pintu ia berkata “ bereskan dia ( menujuk kenzo ) dengan rapih, dan untukmu lia, bantu nyonya untuk bersiap dan kirim dia ke akhirat, tepat dimana ayah dan ibunya berada” Titah arroy yang terakhir.