
Agni benar-benar merasa kecewa, sepanjang perjalanan menuju hotel ia terus menangis,
“tak kusangka hal yang sama bisa terjadi lagi, Ini yang kedua kalinya, kenapa aku selalu merasa kalah dari zara, dulu izam sekarang arroy” Keluh agni disela-sela tangisannya.
Agni terus termenung, ia bahkan tidak sadar sudah sampai dihotel,
“ Kenapa berhenti pa? “ Tanya agni pada sopir
“ Kita sudah sampai dari tadi nona, suasana hati nona terlihat tidak baik, jadi saya biarkan” sahut sopir taksi
“ Kenapa bapak tidak bilang!” seru agni seraya membuka tas, mencari dompet
“ maaf jika saya lancang nona, nona tidak perlu galau karna pria, karna jika ada yang pergi maka akan ada yang datang, karna katanya manusia itu ditakdirkan berpasang-pasangan “ ucap sopir menasihati
“ terima kasih atas penghiburannya pa, tapi saya tidak percaya dengan hal yang masih jadi katanya itu, jika itu benar saya akan percaya pada peramal yang menyatakan bahwa hari ini saya akan mendapatkan pasangan hidup” sahut agni sambil memberikan uang, walau tipis tapi ia tersenyum,
Agni berjalan masuk kedalam hotel, saat hendak masuk lift langkahnya terhenti.
“ sekertaris agni” menager hotel memanggilnya
“ada apa? “ tanya agni
“ ada anak kecil yang menunggu anda dari tadi”
“anak kecil? “
“iya! Dia mengaku putra nona, itu dia disana (menunjuk seorang anak dikursi tunggu) saya memintanya menunggu disana karna setahu saya nona sekertaris belum menikah”
__ADS_1
“ baiklah, terima kasih pak” ucap agni mengakhiri perbincangan
Agni menghampiri anak kecil itu, semakin dilihat wajahnya terasa tidak asing baginya, entah kenapa sedihnya seolah menghilang setelah melihat senyuman anak itu. Anak itu langsung berdiri saat melihat agni datang menghampirinya.
“ bunda” sapanya dengan hangat,
“ ayo duduk anak manis” ucap agni lembut
Anak itu menuruti ucapan agni, tapi bukannya duduk disofa ia malah duduk dalam pangkuan agni, agni hanya diam membiarkan anak itu, yang tidak hanya duduk tapi juga memeluk dan menciumnya.
Agni : siapa namamu tampan?
Vinot : vinot bunda
Agni : vinot, maaf ya sayang tapi aku bukan ibumu!
Vinot : bunda tidak mirip dengan ibu, apa bunda tahu? Sebelum bunda meninggal ia menulis surat untuk setiap ulang tahunku, ulang tahunku satu minggu lagi tapi aku sudah mencuri surat itu dari ayah
Agni : mencuri itu tidak baik sayang
Vinot : aku tahu bunda, tapi...
Agni : apa itu suratnya? ( menunjuk amplop ditangan vinot) Boleh kulihat tidak?
Vinot mengangguk seraya memberikan surat itu, agni tersenyum dan membacanya.
Isi surat
__ADS_1
Teruntuk putra kesayanganku vinot.
Selamat ulang tahun vinot, ibu tahu kau pasti dirawat dengan baik oleh ayamu, ibu juga tahu kau mungkin sangat merindukan sosok ibu, maaf ibu tidak bisa menemanimu.
Jika sampai saat kau membaca surat ini ayahmu masih belum menikah lagi, jika kau begitu ingin mendapat kasih sayang seorang ibu maka temuilah wanita difoto ini, nama dan alamatnya ada dibalik foto.
Vinot, ibu hanya percaya padamu nak!
Tolong bantu ibu sayang, ibu tidak ingin ayahmu menua sendirian, ibu juga tidak ingin kau sampai merasa kekurangan kasih sayang, ibu tahu kasih sayang ayahmu pasti sangat besar, tapi bagaimanapun besarnya tidak akan cukup untuk menggantikan kasih sayang seorang ibu
Vinot, percayalah pada ibu, dia akan jadi bunda yang baik, jadi tolong bantu ibu, satukan bunda dengan ayah.
Ini adalah keinginan dan permintaan ibu yang pertama dan terakhir
Ibu sayang vinot
Tanpa sadar agni menangis ketika membaca surat itu, ia melihat foto dirinya dan kakanya dalam amplop itu.
Vinot : itu foto ibu dan bunda kan!
Agni memeluk vinot sambil menangis tersedu-sedu, ia tidak tahu kakak tercintanya ternyata sudah meninggal, tidak ada yang pernah memberi tahukannya, yang ia dengar saat berada jauh dari rumah hanyalah kabar pernikahan kakaknya.
“ Vinot”
Terdengar suara panik seorang pria memanggil vinot dari kejauhan, panggilan yang membuat agni tersadar, ia melepaskan pelukannya dan menciumi wajah vinot.
Agni : dengar sayang, apapun yang terjadi aku akan menjadi bundamu, tapi bisakah kau berikan aku waktu, bunda belum siap jadi istri ayahmu ( memegang wajah vinot) kau mengerti kan sayang, muah... ( menciumi wajah vinot) sekarang kembalilah pada ayahmu
__ADS_1
Agni mendudukan vinot disofa dan bergegas pergi, ia berlari kemudian masuk dalam lift, air matanya masih mengalir dengan deras.