
Pagi menyapa, zara bangun dari tidurnya yang lelap, ia duduk untuk meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.
“ Loh ko aku tidur dimobil?” Tanya zara bingung
Zara berusaha menyadarkan diri dan mengingat apa yang terjadi, ia tidak terkejut saat melihat arroy berbaring dengan setengah telanjang.
Zara sadar betul dengan statusnya, sebagai istri arroy ia sudah tahu kebiasaan arroy yang selalu tidur hanya dengan memakai celana.
Meski sudah mencoba, zara hanya ingat semalam ia pergi keluar karna merasa kepanasan, dan ketika melihat pintu belakang mobil arroy terbuka ia pun menghampirinya.
Zara ingat saat itu ia hanya duduk diam membelakangi arroy yang tertidur, menikmati pemandangan langit malam yang indah, yang terjadi setelahnya zara benar-benar melupakannya.
Zara tidak mempermasalahkan apa yang tidak bisa diingatnya, toh arroy adalah suaminya, wajar jika mereka tidur bersama, siapa yang berani marah.
Zara menikmati paginya dengan melihat tubuh kekar nan indah sang suami, wajahnya berubah panik ketika melihat tisu dengan noda darah yang dipegang arroy, ia berusaha membangunkan suaminya.
“ Arroy bangun... Arroy cepat bangun” ucap zara sambil menggoyangkan tubuh arroy
Arroy berusaha membuka matanya setelah nada bicara zara meninggi, ia berusaha keras untuk duduk meski kepalanya terasa berat.
__ADS_1
“ Bisa tidak jangan teriak pagi-pagi” ucap arroy, ia memegangi kepalanya yang semakin terasa berat.
Zara sudah menghela nafas lega, namun tak lama arroy pun jatuh pingsan, zara kembali berusaha membangunkan arroy.
Nada notifikasi pesan dari ponsel arroy menyadarkannya dari kepanikan, dengan cepat ia mengambil ponsel kemudian berkata
“ Ok gole cari rumah sakit terdekat”
Ting...
“ Rumah sakit sari indah, terletak....
Permintaan zara dijawab dengan cepat disertai penjelasan lengkap.
“Jalan lurus 2 meter, belok kiri menuju jalan utama...
Dengan kecepatan sedang zara membawa mobilnya menuju rumah sakit, ia yang asing dengan jalanan itu mempercayakan gole sebagai penunjuk arah.
Ini masih terlalu pagi untuk beraktivitas, terbukti dari lenggangnya jalanan yang dilewati zara, tidak butuh waktu lama zara pun tiba dirumah sakit.
__ADS_1
Ya ini! Salah satu keuntungan menginap di resort arroy, dekat dengan rumah sakit, perjalanan dari resort menuju rumah sakit hanya butuh 5 menit jika lenggang, 10 menit jika kondisi jalanan ramai.
Zara berlari turun dari mobil, ia menerobos masuk ruangan UGD.
“ Suster, dokter, tolong” ucap zara terengah, nafasnya tersengal karna lelah terlalu cepat berlari
“ Dimana pasiennya?” Tanya seorang suster yang menghampiri zara dengan cepat
“ disana” ucap zara sambil menunjuk kearah mobil
Suster itu berteriak dan beberapa suster dan perawat pria datang menghampiri dengan mendorong satu brankar, dengan setengah berlari mereka berjalan menuju mobil yang ditunjuk zara.
Zara membuka pintu belakan mobil dan para perawat pun terdiam sejenak. Bukan hanya karna menikmati tubuh sixpack arroy yang tidak memakai baju, tapi juga karna mereka mengenal pemilik tubuh indah itu.
“ Kenapa diam saja, tolong periksa dia, dia tiba-tiba saja pingsan” tegur zara
Para perawat saling melirik satu sama lain, mengangguk, saling memberi kode yang tidak zara mengerti.
“ Aku akan memanggil profesor dio” ucap seorang perawat yang hanya dibalas anggukan kepala oleh perawat lain
__ADS_1
Satu perawat perempuan berlari masuk, sementara perawat yang lainnya memindahkan arroy dari mobil, dengan cepat mereka membawa arroy masuk menuju tempat pemeriksaan, dengan cepat pula tirai ditutup.
Zara hanya bisa menunggu dibalik tirai dengan cemas, pasalnya tidak hanya satu, tapi ada 4 dokter yang tengah memeriksa keadaan suaminya.