Diary Of Zara

Diary Of Zara
Kuturuti kamu...


__ADS_3

Arroy membuka kemejanya yang basah kuyup terkena cipratan air, sambil tersenyum perlahan ia memperlihatkan tubuhnya pada zara,


Zara mempertanyakan apa yang hendak arroy lakukan, karna tegang ia bicara dengan tergagap ketika menyaksikan satu persatu kancing kemeja yang arroy lepas hingga tubuh suaminya yang menawan perlahan mulai terlihat dengan jelas.


Arroy masih ingin bermain-main, namun mengingat lamanya zara berendam ia pun menyudahi permainannya sampai disana.


“ apa kau sudah puas melihat tubuhku, cepat bilas tubuhmu jika tak ingin terkena flu” ucap arroy sambil melangkahkan kaki menuju keluar kamar mandi, setelah pintu tertutup keduanya tersenyum senang.


Setelah selesai mandi zara menggunakan baju yang arroy siapkan, ia duduk didepan cermin dan membiarkan arroy merias dan menata rambutnya.


Merias dan menata rambut? Ya! Meski bukan keahlianya, ia bisa melakukan itu dengan baik, karna sebelumnya arroy banyak mempelajari tentang make up dan hairstylist saat mencoba untuk memperluas bisnisnya.

__ADS_1


Sesuai janji zara mengikuti semua keinginan arroy tanpa mengeluh, dalam perjalanan pun zara hanya duduk diam menikmati pemandangan disekitar jalan yang mereka lalui, arroy memarkirkan mobilnya disebuah taman hiburan.


Zara tidak menyangka ia bisa menikmati kencan yang menyenangkan, mereka menghabiskan waktu seharian bersama untuk bersenang-senang, bermain es skating, melihat pementasan drama, makan siang, melihat galeri lukisan dan patung artistik, menaiki roller coaster, mencicipi semua makanan ringan, melihat pertunjukan sampai makan malam diiringi dengan musik yang romantis.


“ ra sebelum pulang bagaimana kalau kita naik gondola” ucap arroy menawarkan


“ Kita baru saja selesai makan aku takut apa yang kumakan keluar lagi, jadi! bagaimana kalau kita berjalan-jalan dulu di sekitar danau, baru setelah itu kita naik gondola, lagi pula ini masih sore” ucap zara menyarankan


Mereka jalan-jalam disekitar danau, menikmati keindahan lampu hias yang memenuhi taman disekitarnya, zara mengambil beberapa foto dengan arroy, foto itu justru lebih indah dari foto pernikahan mereka, karna saat itu zara tersenyum dengan tulus, begitu juga dengan arroy, meski memasang mimik wajah aneh ia tetap saja terlihat tampan.


Ketika menaiki gondola, baik arroy maupun zara merasa beruntung, gondola yang mereka naiki berhenti tepat saat mereka berada ditempat tertinggi, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan arroy pun mencium zara dengan cepat, walau hanya 5 detik ia merasa sangat senang.

__ADS_1


Zara menatap arroy dengan tatapan tajamnya, hal itu membuat arroy merasa seperti telah mencuri sesuatu dari sang istri, arroy yang mulai merasa tidak nyaman menceritakan sebuah mitos untuk bisa terhindar dari amarah zara


Zara ikut tersenyum walau terpaksa, ia juga pernah mendengar mitos pasangan yang berciuman diatas gondola, tapi ia tidak percaya, zara butuh sebuah bukti untuk bisa mempercayai itu semua.


Zara kemudian bangkit dari tempat duduknya, ia melingkarkan tangannya dileher menjatuhkan diri dalam pangkuan arroy kemudian menciumnya.


Arroy menikmati ciuman itu, mereka berciuman cukup lama hingga membuat nafas terasa sesak, karna begitu tiba-tiba zara yang mencoba bangun setelah berciuman kembali jatuh dalam pelukan arroy saat gondola itu kembali berputar.


Arroy mendudukan zara disampingnya, mereka pun duduk berdampingan, namun baik zara maupun arroy keduanya memalingkan wajah tak bisa saling menatap karna merasa canggung.


Kesunyian meliputi keduanya bahkan dalam perjalanan pulang, sampai keduanya terlelap pun tak ada satu katapun yang terucap.

__ADS_1


__ADS_2