Diary Of Zara

Diary Of Zara
Sakit hati


__ADS_3

Arroy merasa kesal melihat zara yang mulai menitihkan air mata, ia pun meminta zara untuk duduk dan menenangkan diri sebelum keluar dari ruangannya. Tak lama kenzo datang untuk melaporkan pekerjaannya.


“Apa-apaan ini kenzo, pekerjamu tidak ada yang beres, kau sering keluyuran di jam kerja, dan kau bahkan membuat gosip tidak benar, buat surat pengunduran diri dan serahkan pada bagian sdm hari ini juga” Tegur arroy dengan tegas


Zara yang tengah duduk langsung berdiri setelah mendengar ucapan arroy. Zara berusaha membela kenzo agar arroy tidak memecatnya, namun pembelaan itu membuat arroy semakin yakin untuk memecatnya.


Arroy merasa sakit hati. Kemesraan kenzo dan zara saat tengah makan di mall saja masih belum terlupakan, ditambah lagi dengan gosip yang beredar diantara para karyawan, sekarang zara malah terang-terangan membela kenzo dihadapannya, semua itu benar-benar membuat arroy merasa sesak.


Zara merasa khawatir melihat arroy memegangi dadanya, ia mendekati arroy dan berusaha membantunya untuk duduk dikursinya namun arroy menepis tangan zara ketika zara menyentuhnya. Arroy menolak bantua zara dengan tegas dan mengusirnya pergi.


Kenzo merangkul zara membawanya pergi keluar dari ruangan itu. Zara semakin khawatir melihat arroy memegang kepalanya sendiri, ketidak berdayaannya itu membuatnya kesal.

__ADS_1


‘ dasar pria menyebalkan, sedang sakit saja masih sangat sombong, tapi kenapa aku merasa khawatir pada pria jahat itu’ gumam zara dalam hati


Zara kembali duduk diruangannya, ia berusaha menghubungi tuan agus yang menjadi cliennya saat ini, namun panggilan zara selalu ditolak.


“ ceo baru kita ganteng ya ra! Kira-kira dia udah nikah belum ya!” ucap riri tiba-tiba


“ Kita beruntung banget ga si bisa kerja didekatnya, lihat kan tadi cara dia ngasih teguran! Itu coool banget.... Serasa dapet doping gitu liat pesonanya” saut riri


“ Sebagai laki-laki gue juga ngakuin kalau beliau memang ganteng, mungkin kalau gue cewek gue bakal tinggalin laki gue buat ngejar beliau, karisma dan kepandayannya itu bikin gue ngiri” saut soni menambahkan


“ Gak gitu juga kali kak, lagian dia ganteng dari mananya, dia itu kasar, dingin, jahat, dan ga punya perasaan, kerja deket dia itu sangat menyebalkan” umpat zara

__ADS_1


Bolpoin yang dilempar zara berhenti di depan pintu tepat didepan kaki arroy yang hendak masuk. Melihat arroy datang semua orang kembali melanjutkan pelerjaan mereka. Bahkan setelah apa yang terjadi zara sama sekali tak merasa bersalah ataupun minta maaf pada arroy, wajah masam yang zara tunjukan membuat arroy yang sudah berusaha menenangkan diri kembali emosi.


“ Kerjamu lamban ya ra! Telpon clien” ucap arroy dengan tegas sambil melempar ponselnya.


“ saya udah coba pak, tapi pak agus terus menolak panggilan saya” jawab zara. Wajahnya menunduk tapi tatapan matanya tajam, zara benar-benar kesal dengan nada bicara arroy


“ Telpon lagi pake ponsel saya” ucap arroy dengan tenang setelah menghela nafas mengumpulkan kesabaran


Zara mengambil ponsel arroy yang ia lempar keatas meja, Zara kembali menghubungi pak agus menggunakan akun sosmed milik arroy sesuai dengan apa yang perintahkan suaminya itu.


Hal yang tak terduga terjadi, clien yang biasanya sulit dihubungi mengangkat telpon bahkan kurang dari 5 menit, sikap dingin dan angkuh yang biasanya mereka tunjukan berubah menjadi kerahaman, yang selalu mengatakan dirinya sibuk kini mengatakan punya banyak waktu luang dan bahkan bersedia datang saat diminta.

__ADS_1


Entah ini sebuah kebetulan atau ada hal lain yang tidak diketahui, yang pasti, zara dibuat binggung oleh perubahan sikap cliennya itu.


“ Sulit dihubungi kau bilang, dia bahkan menjawab telpon kurang dari 5 menit” ucap arroy sambil merampas ponselnya dari tangan zara.


__ADS_2