
Zara sudah membaringkan tubuhnya sejak beberapa menit yang lalu, namun ia tak kunjung tertidur, iya benar-benar merasa kepanasan.
“Astaga.... Kenapa panas sekali? Apa ac-nya mati?” ucap zara mengeluh
Karna tidak tahan dengan udara panas yang menyelimutinya zara pun bergegas bangun, ia mengecek ac ruangan itu, tapi ac itu bekerja dengan normal.
Zara yang mulai geram pun memilih untuk pergi keluar, ia berpikir mungkin setelah berjalan-jalan mencari udara segar ia akan membaik.
Zara berjalan mengikuti langkah kakinya, tanpa sadar ia sudah tiba diparkiran, melihat pintu belakang mobil arroy yang terbuka zara pun menghampirinya, ia berpikir mungkin arroy belum tidur.
Zara duduk ditepi bagasi mobil membelakangi arroy yang sudah memejamkan matanya,
“kenapa kau kemari? tadi kau mengusirku” ucap arroy dengan mata terpejam
Arroy bisa menyadari kedatangan zara karna ia masih belum terlalu lelap,
“ Kau belum tidur? Katanya kau lelah” Sahut zara seraya menoleh
“aku memang sedang tidur dan kau datang menggangguku”
“sembarangan... Aku kan hanya duduk diam, aku tidak membangunkanmu sama sekali, astaga.... Kenapa rasanya semakin panas” keluh zara
Arroy yang cemas pun bergegas membuka matanya, ia duduk tanpa bergeser sedikitpun, posisinya kini berada dibelakang zara,
“ kau kenapa?” tanya arroy cemas
“Entahlah... Aku tidak tahu, aku hanya merasa kepanasan, rasanya aku ingin membuka bajuku” Ucap zara seraya mengipasi wajahnya dengan tangan
“ buka saja, tapi masuk dulu” ucap arroy, senyumnya menyeringai
“aku serius”
__ADS_1
“Baiklah sini biar ku periksa”
Zara memutar sebagian tubuhnya, kini zara dan arroy duduk berhadapan. Arroy menyentuh dahi zara untuk memeriksa suhu tubuhnya, kemudian denyut nadi, dan berlanjut ke matanya.
“ zara apa kau makan sesuatu atau minum sesuatu?” tanya arroy memastikan dugaannya
“tidak aku hanya minum vitamin darimu”
“vitamin dariku, astaga... Jangan- jangan room servis yang memberikan”
“ iya, sebenarnya vitamin apa yang dia berikan?”
“kenapa aku bisa melupakan hal itu, aku hanya memintanya membeli vitamin c cair dan dikirim ke kamarmu zara, tapi sepertinya....
Lagi, senyum arroy menyeringai setelah mengetahui pasti penyebab zara kepanasan
“ zara angkat kakimu dan masuklah”
“tidak mau” Ucap zara tegas, ia masih berusaha mendinginkan tubuhnya sendiri
Arroy menarik tangan zara dan zara pun jatuh menimpa tubuh arroy
“nyaman”
Satu kata yang keluar dari mulut zara mampu membius pikiran arroy, senyumnya semakin lebar.
Tangan zara masuk kedalam baju arroy, menyusuri tubuh indahnya, arroy yang melihat back door mobilnya masih terbuka pun bergegas menyingkirkan zara dari atas tubuhnya.
Arroy bangun untuk menutup back door namun zara kembali memeluknya,
“ tunggu jangan peluk aku dulu ra” ucap arroy mencoba melepaskan diri
__ADS_1
“ahh... Jangan dilepaskan, pelukanmu membuatku nyaman, peluk aku lagi seperti tadi cepat”
Melihat sikap zara yang mulai agresif karna meminum obat kuat arroy pun bergegas menutup pintu mobil, menekan tombol double glass mobil agar tidak ada yang melihat aktivitas mereka di sana.
Arroy tidak tahu sampai sekuat apa obat itu mampu membuat seseorang terangsang, yang ia pikirkan hanyalah bagaimana untuk menghilangkan efek obat itu.
“ zara tenanglah” ucap arroy selaya melepaskan diri dari pelukan zara
Meski berhasil lepas dari pelukan zara tapi sepertinya ia tidak bisa menghindar, kini zara menyerangnya dari depan.
Karena zara terus mendesaknya ia pun mulai ikut bergairah, arroy mencium bibir zara dengan lembut, ciuman itu pun dibalas oleh zara.
Tangan zara yang awalnya hanya menyentuh dada bidang arroy kini menyusup kedalam celana arroy.
Ketika zara memegang benda pusaka miliknya dengan penuh gairah, semakin lama gairah arroy pun semakin meninggi.
Akhirnya arroy dan zara pun bercinta didalam mobil tanpa ada yang mengganggu.
Tidak puas hanya sekali zara memulai permainnanya lagi, arroy bahkan sulit untuk mengimbanginya.
Setelah yang kedua selesai akhirnya zara jinak juga, ia langsung tertidur dengan lelap dalam dekapan sang suami.
Karna zara tertidur arroy pun harus membereskan sisanya sendirian, ia kembali memakaikan pakayan zara dengan lengkap agar zara tidak jatuh sakit.
Tidak lupa arroy pun berusaha keras membersihkan bercak darah dengan tisu, meski tidak bisa membersihkannya dengan sempurna setidaknya tidak terlihat terlalu jelas.
Karena begitu lelah arroy pun tumbang, ia tidur hanya dengan memakai celananya, dia benar-benar sudah tidak kuat lagi menahan rasa lelahnya bahkan hanya untuk memakai kaosnya.
Entahlah... Ia harus berterima kasih pada pegawai room service yang salah memberikan obat atau harus memberinya pelajaran, Arroy tidak tahu pasti akan berbuat apa nanti.
Yang pasti saat ini ia merasa senang karena telah melewati malam pertamanya, malam yang telah sekian lama tertunda, meski pun zara mungkin akan melupakannya saat ia terbangun dipagi hari.
__ADS_1