
Di ruang rapat arroy menjatuhkan kepalanya ke atas meja, ia kesal dengan masalah yang dilaporkan oleh bawahannya
“ Huhhh... Aku hanya pergi 3 hari, tapi saat aku datang masalah sudah menanti, astaga... Kapan hidupku akan berubah” ucap aroy asal
Arroy memang bukan presdir yang dingin ataupun presdir yang sombong, ia selalu ramah pada bawahannya, semua itu ia lakukan karna janji yang ia ucapkan pada ayah angkatnya.
Arroy tidak pernah marah pada bawahannya meski mereka berbuat salah sekalipun, itu karna ia selalu berusaha mengingat bahwa semua orang pintar dan bodoh dalam batasan yang berbeda-beda.
Arroy hanya akan mengeluh pada angin saat pegawainya membuat kesalahan atau membuatnya kecewa. Tanpa arroy sadari kebiasaannya itu menghadirkan rasa takut dan rasa bersalah yang mencengkram dalam hati para karyawannya.
Setelah mendengar arroy mengeluh atmosfer diruang rapat berubah, udara dingin yang terasa mencekik dirasakan semua orang, kecuali arroy dan zulfan tentunya.
Para staf penting saling melirik satu sama lain seolah bertanya apa yang sebaiknya dilakukan. Tidak jarang para staf yang ketakutan justru berpikir akan lebih baik arroy marah daripada menghela nafas dan mengeluh.
Ketegangan semakin bertambah saat arroy bangun dan kembali duduk dengan tegak.
“ Apa masalah ini juga harus aku yang menyelesaikannya sendiri” tanya arroy menatap sekeliling
Semua orang diam dalam ketakutan mereka, mereka bingung harus bagaimana untuk membuat arroy puas.
Ketika pandangan arroy mengarah pada zulfan, Ia pun mulai bersuara
“ Kau bisa menyerahkan masalah ini pada orang lain, tapi mungkin hasilnya akan berbeda jika kau melakukannya sendiri” ucap zulfan dengan santai
Melihat arroy berpikir semua staf mulai cemas, melihat arroy tersenyum mereka tambah cemas
__ADS_1
“ agni, bagaimana? Apa kau sudah menyelesaikan masalah diluar?” tanya arroy
Semua orang menoleh kearah pintu, mereka mulai bernafas lega ketika melihat agni berjalan masuk sambil tersenyum, mereka berpikir,
‘Nona agni datang, selamat, selamat, seperti biasa nona agni pasti akan memberikan saran yang bagus untuk menyelamatkan para pegawai yang ada diruang rapat ini’ pikir semua orang kecuali arroy dan zulfan
Agni berdiri disamping arroy kemudian berkata “ Sudah beres tuan, apa rapatnya sudah selesai?” agni tersenyum
“ Resort di puncak bermasalah, kau pasti sudah tahu itu, bagaimana menurutmu? ” ucap arroy malas
“ Wah... Sepertinya akan seru” ucap agni
Arroy bangkit dari kursi kebesarannya, ia tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya memberi agni isyarat.
Arroy berjalan menuju keluar sambil meregangkan otot-ototnya.
Ruang rapat yang semula hening berubah tak lama setelah arroy pergi, semua orang berdiskusi mencari solusi terbaik. Zulfan hanya duduk diam menyaksikan semuanya.
“ Pak zulfan bagaimana ini? Tuan A pergi tampa mengambil keputusan, apa yang harus kami lakukan” tanya salah satu staf wanita
“ lakukan saja pekerjaan kalian dengan baik” ucap zulfan ambigu,
Zulfan bangkit dari kursinya dan pergi ke luar sambil tersenyum, bos yang satu ini memang paling senang jika melihat karyawannya kebingungan karna sikap arroy yang seenaknya.
Para staf akhirnya memutuskan untuk melakukan surpai ulang resort tersebut, dan yang akan pergi ke sana kali ini adalah Alin.
__ADS_1
Mereka pun pergi membubarkan diri menuju tempat kerja masing-masing.
Diruangan presdir arroy sudah duduk disingga sananya, sementara agni berdiri tegak dihadapannya
“ apa yang menyenangkan?” tanya arroy
Agni memberikan berkas pengajuan akuisisi kepada arroy.
“ Saya menerima berkas itu pagi ini, berkas ini datang dari pemilik penginapan kecil yang jaraknya tidak jauh dari resort....
Agni menjelaskan rencananya pada arroy, ia senang mendapat pujian atas ide itu, meski sebenarnya ia mengambil kesempatan ini untuk bisa lebih dekat dengan arroy.
Agni pergi dari ruangan arroy setelah mendapat perintah untuk mempersiapkan segalanya, disaat yang sama zulfan masuk sambil membawa beberapa berkas ditangannya.
“ aku tidak mengerti dengan dirimu, kau baru saja kembali dan sekarang malah mau pergi lagi” Ucap zulfan
Zulfan sudah tahu bahwa arroy akan pergi, karna arroy tidak memberikan perintah sebelum meninggalkan ruang rapat.
Seperti biasa zulfan meletakan berkas-berkasnya di atas meja dan duduk disofa.
“ aku juga tidak mengerti, kau tidak nyaman dengan sekertarismu sampai bekerja diruanganku tapi masih saja mempertahankan dia disisimu”
“ Ayolah,,, akukan hanya tidak nyaman dengan tatapannya, selebihnya dia bekerja dengan sangat baik”
Perbincangan pun usai, keduanya sibuk dengan berkas pekerjaan masing-masing.
__ADS_1