
Zara terbangun dari tidurnya, ia mendapati dirinya tengah memeluk arroy. Zara mengelus lembut tubuh arroy, dari kepala turun hingga perut, zara berpikir ia masih berada dialam mimpi, karna biasanya zara bangun tanpa melihat arroy disampingnya.
“ Tubuh yang indah ini ternyata asli, andai saja...
Arroy memukul tangan zara yang berada diatas perutnya. Arroy meminta zara untuk tidak berhayal yang tida-tidak dan bergegas menjauh darinya. Arroy tidak ingin zara tahu juniornya berdiri saat zara menyentuh tubuhnya dengan lembut. Sikap arroy membuyarkan khayalan zara, membuatnya tersadar bahwa ia tidak sedang bermimpi.
Zara yang merasa malu bergegas pergi ke kamar mandi. Seperti biasa setelah mandi zara pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan. Zara hendak membuat nasi goreng nanun tidak ada nasi di rice cooker, jika memasaknya dulu akan menghabisan banyak waktu.
__ADS_1
Arroy pergi ke dapur untuk mengambil minum, ia bertanya apa yang membuat zara terlihat kebingungan. Zara mengatakan dengan jujur bahwa ia tidak bisa menyiapkan sarapan karna nasi dan rotinya habis, sementara bi rani belum datang.
Arroy meminta zara untuk tidak memikirkanya. Arroy menarik zara untuk mengikutinya, ia membawa zara ke gudang yang berada dibelakang rumah. Arroy mengeluarkan sepedah ontel klasik dari sana, ia meminta zara untuk naik sepedah dan mengikutinya dari belakang. Zara yang tidak bisa menaiki sepedah hanya diam saja.
Arroy menggelengkan kepala tak habis pikir ketika zara memasang wajah kebingungan yang menandakan bahwa zara tidak bisa menaiki sepedah. Arroy meminta zara untuk duduk diatas jok sepedah dengan tenang, arroy meyakinkan zara bahwa ia tidak akan membiarkanya terjatuh.
Dengan kepercayaan itu zara naik sepedah dengan santai karna arroy lari dibelakan zara sambil memegangi sepedahnya. Ditengah perjalanan untuk sesaat zara kehilangan konsentrasi dan keseimbangan tubuhnya ketika menyadari arroy melepaskan tanganya, untungnya arroy berhasil menenangkan zara yang panik untuk terus mengkayu sepedah itu.
__ADS_1
“ mau sarapan apa ra?” tanya arroy sambil mengelus kepala zara
“ Bubur saja, sudah lama aku tidak makan bubur” jawab zara dengan santai
Arroy berjalan disamping zara sambil menuntun sepedahnya menggantikan zara. Keduanya mendekati tukang bubur yang berjualan di sana. Ketika tengah makan bubur arroy tak sengaja bertemu ibu rt dan ibu-ibu lainnya. Mereka menyapa arroy si pria tampan yang sudah lama menjadi idaman para wanita komplek, tidak hanya ramah pada arroy mereka juga ramah pada zara.
Usai sarapan arroy menaiki sepedahnya dan meminta zara duduk di boncengan, zara pun menurut karna ia tidak ingin pulang dengan jalan kaki. Setelah tiba dirumah keduanya bersiap untuk pergi ke kantor. Mereka berangkat bersama menggunakan angkutan umum.
__ADS_1
Setibanya di kantor zara dan timnya memulai kesibukan mereka karna sudah dikejar waktu. Sementara itu arroy bertemu dengan manajer sdm, manajer hrd dan manajer keuangan yang sudah menunggu diruangan arroy.
Hingga waktu makan siang tiba keduanya terus sibuk dengan pekerjaan masing-masing, meski begitu arroy tetap mengawasi zara, bukan karna posesif tapi karna cemas, terlebih saat ia menyadari ada musuh yang bekerja diperusahaanya sendiri, ia tidak ingin zara terlibat dalam pertikayannya.