
Arroy memberi isyarat pada agni yang dibalas anggukan kepala, ia menggandeng tiffani menyusul zara yang sudah berjalan lebih dulu.
“ ada hal lain yang bisa saya bantu nyonya?” tanya mona
“ Kau itu bisa bekerja atau tidak sich, kau tahu tidak? Sudah berapa lama kau membuat kami menunggu....
Sesuai perintah dari arroy, agni menegur petugas receptionis itu. Mona terus minta maaf padahal ia tidak salah sama sekali.
Agni mendesak mona untuk memberi tahu alasan keterlambatannya, namun ternyata yang salah itu petugas receptionis yang bertugas sebelum mona, harusnya ia bekerja sampai pukul 7:30, tapi meski mona datang lebih awal petugas itu sudah menghilang. Catat.
Saat agni menjalankan tugasnya, arroy masuk ke kamar tiffani, ia duduk di sofa dengan nyaman.
“ Jadi aku harus bagaimana?” Tanya arroy
“ Abaikan dia untuk sementara”
“ abaikan? Kau serius?”
“ Tentu saja, kau bilang sudah pernah mengejarnya, yakinlah pada usahamu tuan, benih cinta itu pasti sudah muncul walau sedikit....
Tiffani dan arroy membicarakan rencana untuk membuat arroy mendapatkan cintanya, sebenarnya untuk itulah tiffani diajak berlibur ke resort, pura-pura jadi istri itu hanya alasan.
__ADS_1
Ya! Akhirnya arroy setuju untuk menerima bantuan tiffani, sebenarnya ia hanya geram, namun ia berpikir, jika rencana tiffani berhasil itu akan menguntungkan untuknya, jika gagal pun, ia akan tetap untung karna setidaknya tiffani akan berhenti mengejarnya.
Setengah jam berlalu, arroy keluar dari kamar tiffani, ia tersenyum melihat agni berjalan mendekat.
“ mari masuk dylan” ucap agni,
Ia menggandeng tangan arroy tanpa ragu, dan arroy pun tidak marah.
“ silahkan tuan”
Bahasanya sudah kembali formal saat agni memberikan air mineral yang ia ambil dari tasnya
“ duduklah”
“ bagaiman?”
“ Buruk tuan, jam kerja tidak dipatuhi dengan benar, tapi saya terkesan, petugas receptionis yang bernama mona itu datang 10 menit lebih awal, tapi saya belum bisa memastikan, kita lihat besok pagi. Dan...
Agni memberikan penjelasan panjang lebar mengenai pengamatannya.
Yah! Dikamar agni arroy hanya bekerja, hingga 2 jam berlalu tanpa terasa.
__ADS_1
“ istirahatlah, ini sudah larut” ucap arroy menyudahi diskusinya.
Agni hanya menganggukan kepala, ia mengantar bosnya sampai keluar dari kamarnya.
Agni melihat botol air yang ia berikan pada bosnya, ia berjalan cepat, ia mengambil botol itu kemudian meminum sisa airnya.
Setelah menghabiskannya agni menggenggam botol itu dengan kuat seraya berkata
“ Jika zara dan tiffani tidak ikut aku pasti akan sekamar dengannya, menghabiskan malam yang indah bersama, menyebalkan....” umpatnya,
Saking kesalnya agni sampai melempar botol yang sudah penyok itu keluar jendela kamar.
“ Awww... Hei... siapa yang melempar botol sembarangan di malam hari, keluarlah jika kau berani”
Ups.... Mengenai kepala seseorang, entah siapa.
Agni mendengar jelas teriakan pria itu tapi, ia tidak peduli, malah membaringkan diri ditempat tidur.
Arroy keluar dari kamar agni dan berdiri didepan kamar zara, ia menghela nafas panjang, sejenak arroy berpikir, kenapa ia merasa ada yang mengawasinya sejak ia keluar dari kamar tiffani.
Arroy tidak tahu, berita mengenai seorang tuan dylan yang datang dengan 3 istrinya sudah menyebar luas diantara para karyawan resort.
__ADS_1
Beberapa pegawai yang penasaran memang sengaja mengawasinya, mereka ingin tahu kehidupan seorang dylan yang memiliki 3 istri, apa dia benar-benar bahagia, atau justru sebaliknya.