Diary Of Zara

Diary Of Zara
Tanda tanya.


__ADS_3

Zara panik ketika mendengar kabar prihal rencana kepulangan arroy. Zara sudah bertekat sebelum arroy kembali ia harus tahu kebenarannya, tentunya agar ia mampu mengendalikan situasi dan tahu bagaimana harus bertindak, ia tidak ingin ayah dan ibunya menjadi korban dari tindakan bodohnya lagi.


Zara mengesampingkan rasa penasaran tentang identitas suaminya, ia mengalihkan fokusnya pada kehamilan kimmy yang menjadi pertentangannya dengan pria yang mengaku sebagai kekasih kimmy.


Zara pergi menuju rumah sakit tempat kimmy memeriksakan diri, ia berharap bisa mendapatkan laporan medis kimmy atau sekedar melihatnya.


Tanpa membuang waktu ia langsung masuk ke ruangan ginekologi. Zara beruntung karna dokter yang bertugas adalah orang yang sama yang telah meneriksa kimmy sebelumnya.


“ dok pekan lalu bos saya memeriksakan diri di sini, kebetulan keluarganya jauh, jadi saya disini untuk mengetahui sejarah medis beliau, saya berinisiatif untuk membantunya karna sepertinya belakangan ia tidak memperhatikan dirinya sendiri” ucap zara beralasan,


“maaf nona tapi sebagai dokter saya tidak bisa memberikan rekap medis pada sembarang orang”


“saya mohon dok, bu kimmy sering muntah dan tubuhnya pun lemas, jika saya tau beliau sakit apa, saya bisa menjaga belau, setidaknya saya tidak akan memberikan makanan yang tidak boleh beliau konsumsi”


“ Saya mohon dokter, Saya tidak punya niat jahat kok”


Zara terus memohon dan berusaha untuk meyakinkan dokter itu, tapi dokter itu tetap menolak untuk memberikan apa yang zara inginkan. Seorang dokter pria masuk kedalam ruangan tersebut sambil memberi kode pada rekanya untuk diam, ia mendengar permohonan zara sambil tersenyum licik.


“ kau disini! Benar kan dugaanku! Kau memang mengikutiku bahkan sampai ke tempat kerja, astaga... Aku tidak percaya ini”


Zara melirik kearah suara, ia geram melihat fais berdiri dibelakangnya dengan begitu sombong, zara pun mendekati fais seraya berkata “oh halo.... maaf ya tuan! tapi aku tidak mengikutimu, harus berapa kali aku mengatakanya agar kau mengerti, aku sudah bersuami dan aku tidak tertarik padamu” Sahut zara tegas


“lalu untuk apa kau disini? Jangan bilang kau memaksanya untuk memberikan nomor ponselku?” tanya fais sambil menatap zara curiga


Zara kesal dengan sikap percaya diri fais yang berlebihan, adu mulut pun tak terelakkan, terlebih karma tak ada yang mau mengalah satu sama lain.


Pemilik ruangan itu mulai merasa terganggu dangan sikap kekanakan zara dan fais, alhasil keduanya diusir paksa, mereka ditarik dan dilempar keluar dari ruangan.

__ADS_1


“ jangan buat keributan diruanganku” tegur dokter wanita itu


Zara dan fais masih melanjutkan perdebatan mereka, meski sudah diusir keduanya tidak sadar bahwa perdebatan mereka mengganggu orang lain, sampai fais menyadari semua orang yang berada diarea itu memperhatika mereka.


Fais menarik zara menuju ruangannya, karna ia taingin mendapat teguran dari atasannya. Zara kesal karna ditarik paksa, ia terus mengeluh tanpa henti. Faiz mengambil rekap medis milik kimmy dan melemparkannya dihadapan zara.


Zara tersenyum puas karna mendapatkan apa yang dia inginkan, namun berkas rekap medis itu terjatuh setelah zara membacanya, ia terduduk mencoba memahami segalanya. Lega ia, kecewa ia, gelisah juga ia, malu tentu saja, perasaan zara campur aduk setelah mengetahui keadaan kimmy yang sebenarnya.


Zara merasa lega tanpa tau apa sebabnya, sedikit kecewa karna ternyata kimmy tidak hamil dan zara tidak bisa pergi dari sisi arroy dengan damai.


Kegelisahan menguasai pikirannya hingga prasangka bahwa arroy akan membalas perbuatannya pun terbesit dibenak zara, rasa malu pada faiz pun tidak dapat dipungkirinya, karna ternyata fais benar tentang segalanya.


“sudah puas” ucap fais sambil mengambil kertas yang berserakan dilantai.


Fais duduk dikursinya, ia menatap zara dengan serius seraya berkata “ jika kau benar istri arroy bijaklah dalam bersikap, pria itu bukan orang yang pemaaf, dia menghancurkan lawannya dengan sadis tanpa pandang bulu” ucap fais memperingatkan.


“ Kau masih tidak menyerah juga rupanya, dengar baik-baik ya! Nona aku ini seorang dokter bukan informan jadi...


Fais menggantungka kalimatnya, zara yang merasa fais enggan memberi informasi pun berdiri, dengan wajah kesal ia meninggalkan ruang kerja faiz.


Fais menggelengkan kepala ketika zara membanting pintu, ia bersandar dikursinya dan tersenyum senang melihat reaksi zara, ia merasa senang, menurutnya bermain-main dengan zara itu sangat menarik.


Setelah dari rumah sakit zara pergi menemui teman lamanya yang bernama izam, dia adalah orang yang membantu zara untuk mendapatkan informasi.


Disebuah lestoran izam dan zara berbincang dengan santai. Izam menagih janji mengatur kencan untuknya sebagai bayaran atas informasi yang telah ia berikan.


“ Minggu, pukul 9 di mall kota, jangan terlambat” ucap zara singkat

__ADS_1


Izam sangat senang mengetahui zara sudah memenuhi janjinya, ia jadi lebih bersemangat menantikan hari itu. Zara memberikan nomor telpon tiffani yang ia tulis dikertas kecil namun izam menolak.


“apa yang kau pikirkan zara? Aku sudah mengetahui semuanya tentang sahabatmu, kau pikir kenapa aku bisa jatuh hati padanya, aku ini bukan pria yang bisa jatuh cinta hanya dengan sekali pertemuan” ucap izam sambil tersenyum


Zara sedikit kesal mendengar jawaban izam yang terkesan membanggakan dirinya itu, ia merasa dipermainkan, namun bukan izam namanya jika ia tidak bisa membuat zara lupa pada kemarahanya, mengalihkan perhatian adalah salah satu keahliannya.


“ Gak usah cemberut gitu donk, masih mau tau kabar paman dan bibi ga?”


Seketika wajah kusut zara berubah kembali bersemangat, izam pun tersenyum bangga.


Izam menceritakan saat ayah dan ibu zara dibawa pergi dari kediamannya, zara sudah tahu cerita itu, tapi ia tidak tahu bahwa saat ayah dan ibunya dibawa ke hotel ada begitu banyak wartawan dirumahnya.


Cerita izam hanya berakhir sampai ayah dan ibu zara dibawa kehotel, karna ada seseorang yang menutup akses informasi dari badan intelejen negara yang berada dalam naungannya, menurutnya hanya ada satu orang yang bisa melakukan itu, siapa lagi jika bukan tuan A.


“ Tunggu dulu... Kau tahu aku sudah menikah? Aku kan tidak menceritakan pada siapapun! ” ucap zara baru sadar


“ Tentu saja, aku tahu kau sudah menikah, bahkan aku mendengar kabar bahwa suamimu sangat tampan, anehnya aku juga tidak bisa mendapatkan informasi tentangnya”


“ aku juga tidak tahu siapa suamiku sebenarnya” sahut zara spontan


Izam tertawa terbahak-bahak, menurut izam seorang istri yang tidak tahu siapa suaminya itu sangat konyol.


“ Hi zara! Masa ia kau tidak tahu siapa suamimu sebenarnya, kau itu sudah menikah dengannya, setidaknya jangan terlalu cuek” ucap izam disela-sela tawanya


Melihat zara mulai kesal izam pun menghentikan tawanya, ia kembali membicarakan prihal penyelidikan yang ia lakukan.


Sekali lagi, ia mengatakan pada zara bahwa menurutnya kasus menghilangnya orang tua zara ada kaitannya dengan tuan A, izam memberikan saran pada zara agar ia menemui tuan A dan menanyakan padanya secara langsung, menurut pendapatnya tidak ada jalan lain selain itu.

__ADS_1


__ADS_2