
“ Zara....”
Teriakan kedua sahabat zara yang menyambut kedatangannya dengan perasaan bahagia, memeluknya seolah mereka sudah lama tak bertemu,
“ Kenapa kau lama sekali pulangnya, bukankah kau hanya meminta cuti 3 hari” tanya agni penasaran
“ Ia ra, ayahmu tidak menikahkan mu kan?” tanya tiffani mengingat cerita zara
“ apa si fan, ga sampai begitu ko” jawab zara berbohong
Zara tidak ingin menceritakan prihal pernikahannya karna ia berniat untuk meminta cerai.
“ ra bukankah kamu pernah bilang kalau ayahmu mengancam jika kau kembali kau akan langsung di nikahkan” tanya agni penasaran
Zara tetap menyembunyikan status pernikahannya, bahkan saat tiffani bertanya prihal cincin yang melingkar dijari manisnya, zara pun beralasan bahwa cincin itu hadiah dari sang ayah.
Zara berusaha mengalihkan pembicaraan dan itu berhasil, ditengah obrolan yang menyenangkan tiba-tiba saja tiffani dan agni terdiam
“ Ada apa dengan kalian?” tanya zara khawatir
“ ada berita buruk ra, aku dimutasi ke kampung halaman” ucap tiffani menjelaskan
__ADS_1
“kau juga” saut agni terkejut
Zara dan tiffani menatap agni dengan penuh tanya, hal itu membuatnya merasa tidak nyaman,
“ jangan melihatku seperti itu, ahh... sebenarnya aku iseng mengirim surat lamaran kerja ke the dream hotel, aku tidak menyangka aku akan diterima” ucap agni menjelaskan
Agni yang awalnya ingin mencari waktu yang tepat untuk mengabari sahabatnya jadi menceritakan kabar itu karna ucapan tiffani
Tiffani, agni dan zara sudah bersahabat sejat sekolah menengah pertama, sejak saat itu mereka selalu bersama, mereka sempat berpisah saat zara pergi dari rumah, namun saat kuliah tiffani dan agni menyusul zara keluar negri dan kuliah bersama, meski mengambil jalan yang berbeda-beda sampai detik ini mereka selalu bersama.
Zara merasa senang karna ternyata kedua sahabatnya juga akan bekerja dinegara yang sama, ia sempat khawatir bagaimana untuk membuat alasan kepada kedua sahabatnya itu.
Zara dan kedua sahabatnya pulang kampung bersama, setibanya dibandara, sudah ada mobil kantor yang menjemput tiffani, karna tidak punya alasan zara pun terpaksa ikut dalam mobil itu.
Zara turun tepat didepan rumah ayahnya, ia bersukur tiffani sedang terburu-buru dan langsung pergi, karna zara tidak tahu harus memberi alasan apa jika tiffani dan agni ingin turun untuk mampir.
Ada yang berbeda dengan keadaan rumah itu, pekerja dikediamannya bukan lagi orang yang zara kenal, bahkan zara tidak diperbolehkan masuk oleh satpam disana.
“ hei buka pintunya, aku ini putri dari pemilik rumah ini” ucap zara kesal
“ maaf nona tapi tipuanmu tidak akan berguna disini, dengarkan aku, sebaiknya kau pergi saja, pemilik rumah ini masih muda, dan dia juga baru menikah, lalu bagaimana dia tiba-tiba memiliki anak yang mungkin seusia istrinya” ucap satpam menjelaskan
__ADS_1
Zara terkejut mendengar ucapan satpam itu, ia bingung sebenarnya apa yang terjadi dan kemana perginya kedua orang tuanya itu.
Zara pergi ke perusahaan kontrusksi tempat ayahnya bekerja, namun resepsionis mengatakan bahwa ayahnya sudah dilengserkan dari posisinya sebagai ceo, dan sudah tidak lagi bekerja disana, mau tidak mau zara pun kembali kerumah arroy.
Setibanya disana zara kembali dikejutkan oleh percakapan bi rani dan putranya ketika ia tidak sengaja mendengarnya.
“ apa yang membuatmu begitu bahagia zul?”
“ aku habis bersenang-sengang bu, apa ibu tahu, aku menggunakan nama tuan a untuk melengserkan ceo kl kontruksi”
“ bukankah itu perusahaan mertuanya arroy, apa arroy tahu apa yang kau lakukan?”
“ Ibu... Justru arroy lah yang memintaku untuk melakukannya, dia bahkan hanya memberiku waktu 3 hari, tapi putramu yang hebat ini menyelesaikan tugasnya hanya dalam 2 hari”
“ hanya begitu saja sudah membuatmu bangga, setahu ibu arroy sudah berjanji setelah menikah dia tidak akan mengusik perusahaan itu”
“ awalnya memang begitu, ia mengingkari janjinya karna wanita itu berulah dan membuat arroy kesal”
“ ibu hanya khawatir wanita itu akan balas dendam”
“ ibu tidak usah khawatir, jika wanita itu berulah lagi aku dan arroy sudah punya rencana, tapi mungkin arroy akan akan melenyapkan orang tuanya untuk menyiksa wanita itu”
__ADS_1