
Dari kejauhan selin memperhatikan arroy yang tengah berdiri didepan restoran sambil terus menatap zara, selin mengirimkan pesan pada zara bahwa ia harus pergi karna ada urusan dan mengikuti arroy yang perlahan berjalan menuju pintu keluar mall.
“ arroy kau disini?” tanya selin sambil menunjukan senyum termanisnya
Arroy sedikit terkejut mendengar sapaan selin, arroy bertanya sedang apa selin disana, dalam hatinya arroy berharap istrinya benar-benar membuat janji temu dengan selin.
Namun yang arroy harapka tidak terjadi, selin justru mengatakan bahwa ia disini untuk belanja, selin juga mengatakan bahwa dirinya hanya sendiri, dan meminta arroy menemaninya.
Arroy mengabaikan selin dan melangkah pergi, namun selin tak mau menyerah ia mengikuti arroy dari belakang
“Sebenarnya aku mengajak teman baruku, zara...
Arroy menghentikan langkahnya ketika selin menyebut nama zara, selin yang terkejut sengaja menabrakan diri pada tubuh arroy, arroy pun berbalik menatap selin dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
“ Arroy jangan menatapku begitu, aku sedang sedih karna zara menolak untuk menemaniku, katanya dia mau kencan bersama kekasihnya” ucap selin dengan manja mengkompori arroy
Selin menepuk dahinya berpura-pura bodoh “astaga...bagaimana bisa aku begitu bodoh, kau pasti tidak mengenalnya, seorang tuan muda yang memiliki dua usaha yang berbeda mana mungkin bisa mengenal karyawan biasa sepertinya” ujarnya
Selin menggandeng tangan arroy dan melanjutkan ceritanya “zara rusmalina itu wanita yang mengatur acara reoni kemarin”
Arroy menghela napas, ia melepaskan tangan selin dan meninggalkan selin, namun selin masih tak menyerah juga dengan keinginanya itu, meski terus diabaikan ia terus mengikuti arroy yang terus berjalan mengikuti kemana kakinya melangkah dengan menelan kekecewaan terhadap istrinya.
Dalam diamnya selin merasa bahagia karna bisa berjalan dengan pria idaman yang sangat sulit ditemuinya itu.
Kenzo pun mempertanyakan alasan zara menolaknya, ia bahkan berpikir zara menolaknya karna jabatan kenzo di perusahaan tidak terlalu tinggi, meski zara sudah memberi alasan kenzo tetap kekeh tak ingin menerima alasan itu.
“ zara rasa kakak harus tahu, zara sudah menikah kak, karna itu zara mengubah acara nonton jadi makan siang dan meminta selin menemani zara saat menemui kakak, meski dia hanya pegawai biasa, meski kehidupan kami sangat sederhana, meski dia tidak setampan kakak tapi zara amat mencintainya, zara juga sangat bahagia hidup bersamanya” ucap zara menjelaskan sambil tersenyum
__ADS_1
Zara merasa sedikit bersalah pada kenzo karna merasa telah membohonginya ‘meski keadaan rumah tanggaku berbanding terbalik dengan apa yang ku katakan, kurasa ini yang terbaik’ gumam zara dalam hati
“ Ini semua salah zara kak, zara begitu tidak tahu diri, zara sudah menikah tapi masih saja menikmati perhatian yang kakak berikan” ucap zara lagi
“ Ra, aku suka saat kau menikmari perhatian dariku, jika tidak menjadi kekasih memangnya kenapa? Kita bisa menjadi saudara, sebagai kakak aku mau kau terus menikmati perhatianku seperti itu, (menghela nafas) aku sudah membeli dua tiket untuk nonton karna berpikir kau akan menerimaku, sekarang harus aku apakan tiket itu” ucap kenzo tiba-tiba bersikap dewasa
“Karna kakak sudah beli tiket nonton zara akan temani nonton, anggap saja sebagai ucapan terimakasih atas bantuan kakak kemarin dan perayaan persaudaraan kita” ucap zara
Mereka pun memutuskan untuk nonton bersama, didalam bioskop kenzo berbisik “ harusnya suamimu yang duduk dikursi ini ra, film ini terlalu romantis untuk ditonton dengan saudara”
Zara tersenyum, wajahnya memerah seketika, sesaat ia membayangkan duduk berdua dengan arroy, bercanda dan tertawa menyaksikan film yang romantis sambil saling memeluk.
Setelah film usai kenzo mengantar zara pulang sampai kedepan rumah, arroy melihat kedatangan mereka dari balik jendela
__ADS_1
‘aku tidak akan mengalah pada pria itu, tidak ada seorang pun yang bisa mengambil zaraku, tidak akan kubiarkan’