
Zara menyapa kedua sahabatnya, begitu juga denga izam, ia menyapa sambil menjabat tangan ketiganya, saat ia menjabat tangan arroy, arroy menariknya seraya berkata,
“ Kau itu kan sepupu zara, jadi bersikaplah layaknya sepupu, jangan menggandengnya seperti kekasih”
“ zara! Bagaimana kau bisa menikahi pria kasar sepertinya” Ucap Izam berpaling menatap zara
“ Sudahlah....” Ucap zara melepas tangan izam dan arroy yang masih berjabatan
Izam dan zara ikut duduk, namun tiba-tiba
“ hei zara (memukul meja) kenapa kau tidak bilang sejak awal kalau izam itu sepupumu” Ucap tiffani kesal
“ memangnya kenapa? “ Tanya balik zara dengan santai
“ kau itu benar-benar keterlaluan, kau tahu tidak gara-gara kau hatiku jadi kacau balau, aku terus dihantui rasa bersalah karna berpikir aku mencintai kekasih sahabatku” ucap tiffani, ia kemudian pergi meninggalkan cafe karna terlalu kesal
“ ra, selamat atas pernikahan kalian, aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak mengadakan resepsi dan membuatku jadi pagar ayu” ucap agni, ia juga pergi meninggalkan cafe
Kini hanya ada zara dan arroy yang masih duduk disana, arroy nampak terkejut dengan kemarahan tiffani.
Zara : aku tahu tiffani sudah menyukai izam sejak sekolah menengah atas
Arroy: setahuku kau dan izam beda sekolah kan
Zara : iya memang, tapi izam pernah menjadi siswa peralihan dan jadi kakak kelasku, saat itu izam tidak bisa konsentrasi belajar karna terus menjadi pusat perhatian para wanita
Arroy : aku bisa mengerti perasaannya, aku juga pernah merasakannya
Zara : bukankah seharusnya tidak ada kata pernah
Arroy: maksudmu?
Zara : apa kau benar-benar tidak tahu, semua wanita disini mencuri pandang menatapmu
__ADS_1
Arroy : muah ( cium bibir) aku senang melihatmu cemburu
Zara : aku tidak cemburu
Arroy : jika kau tidak cemburu kenapa aku bisa mencium bau hati yang terbakar ( menggoda)
Zara : arroy... ( menepuk lengan)
“ baunya dari sini” ucap arroy seraya mendekatkan wajahnya didada zara
Zara bergegas bangun dari duduknya, ia hendak pergi menjauh, namun baru selamgkah zara berjalan arroy sudah menarik zara kedalam pangkuannya, arroy memeluk pinggang zara dengan erat, zara merasa malu karna semua orang memperhatikannya.
“ Arroy lepaskan aku, malu dilihat orang-orang” pinta zara dengan suara pelan
“ tidak sebelum kau membayar semua makanan diatas meja” ucap arroy tegas
“ aku tidak punya uang” sahut zara masih dengan suara pelan
“ Aku sudah memberimu kartu debit hitam dan kau masih bilang tidak punya uang “ sahut arroy heran
“ sehari setelah menikah aku memberimu seikat bunga, dan beberapa goodie bag, didalamnya ada perhiasan, baju dan debit hitam, jangan bilang kau membuangnya” ucap arroy kesal, ia melepaskan pelukannya
“ Tidak, aku tidak membuangnya, aku hanya belum membukanya saja “ sahut zara seraya langsung berdiri dengan cepat
Arroy memalingkan wajah seolah tak peduli dengan apa yang zara katakan, ia seolah larut dalam kemarahannya, membuat zara semakin merasa bersalah.
Zara berdiri dihadapan arroy dengan kepala yang menunduk, ia berpikir bagaimana harus mendapatkan pengampunan seperti orang yang sudah melakukan dosa besar.
Arroy menghela nafas kemudian berkata “ aku memberikan hadiah itu dengan tulus, tapi kau mengabaikannya seperti kau yang menolak keras keberadaanku dan statusmu” Ucap arroy lirih
“ arroy... “ panggil zara dengan lirih
Arroy memanggil pelayan, mengambil dompet disaku celana, mengeluarkan kartu debit untuk membayar semua makanan yang ada diatas meja, setelah kartu debit kembali ketangan arroy ia bangun dari duduknya.
__ADS_1
3 kali arroy menghela nafas kasar membuat zara resah, saat arroy hendak melangkah pergi zara memegang ujung jas arroy kemudian berkata
“ aku benar-benar minta maaf, aku tahu sikapku selama ini sudah banyak menyusahkanmu dan membuatmu terluka “
Mendengar kata-kata itu arroy berbalik menatap zara, ia maju selangkah mendekati zara, tanpa sadar zara mengambil satu langkah kebelakang menjaga jarak dengan arroy
“ Aku akan lakukan apapun agar kau mau memaafkanku” ucap zara lagi dengan tulus
Arroy memainkan bola matanya, memasukan kedua tangannya kesaku celana, menatap zara sambil tersenyum penuh makna.
Arroy maju satu langkah dan zara mundur satu langkah
“ apa kau yakin dengan ucapanmu zara? “ tanya arroy melangkah maju
“ iya” ucap zara sambil melangkah mundur
“ kau akan melakukan apapun? “ tanya arroy melangkah maju
“iya” ucap zara sambil melangkah mundur
“ apa kau tidak akan menyesalinya? “ tanya arroy melangkah maju
Iya” ucap zara yang sudah tersudut, tak bisa lagi mengambil langkah mundur karna lia menghalangi dibelakangnya,
“ apa istri presdir ingin melarikan diri lagi! “ sahut lia sambil tersenyum penuh makna
“ Tidak lia, tidak seperti itu, kau sudah salah faham” sahut zara cepat
Arroy melewati zara dan lia seraya berkata “ karna kau sudah mengatakannya jangan coba-coba untuk mengingkarinya”
Arroy hampir meninggalkan cafe, namun ia berbalik ketika hendak melewati pintu, hanya untuk mengatakan “ lia! aku tidak harus mengatakan apa yang harus kau lakukan bukan! Kau urus dia dengan baik”
Kini arroy benar-benar pergi meninggalkan cafe, lia melirik zara dan melihatnya menghela nafas lega, dengan cepat lia menggandeng zara dengan erat, membawa zara pergi dari sana sambil tersenyum.
__ADS_1
Author : apa kalian tau apa yang sedang direncanakan oleh arroy?