
Tiffani dan agni sudah tahu prihal musibah yang menimpa keluarga zara. Sebagai sahabat tentu mereka cemas, tapi sesuai janji persahabatan yang mereka ucapkan semasa sekolah, janji akan saling memberi ruang privacy jika salah satu dari mereka tidak berbagi masalahnya dan memilih menyelesaikanya sendiri. Karna janji itu kedua sahabat zara tetap diam dan tidak bertanya apapun padanya.
“Maaf, aku hanya tidak ingin kalian jadi ikut sulit karna aku” Ucap zara lirih
“ Tak apa ra, kami bisa mengerti, tapi kamu juga harus mengerti, kau punya 2 teman untuk dimintai tolong dan jadikan sandaranmu” Ucap agni ikut menenangkan zara
Layaknya sahabat pada umumnya tiffani dan agni berusaha menghibur zara. Mereka seolah larut dalam kesenangan yang mereka ciptakan dalam dunia mereka sendiri.
Zara benar-benar menikmati waktu santainya bersama kedua sahabatnya. Mereka bahkan memesan makanan dari luar untuk makan siang karna malas memasak.
Menghabiskan waktu untuk bersantai di depan televisi, menonton film komedi romantis, mereka menangis dan tertawa mengikuti alur cerita sambil ngemil-ngemil cantik sampai film yang mereka tonton berakhir.
“ Seru ya! Udah lama ga nonton, next time nonton bareng lagi gimana?” ucap agni dengan penuh semangat
__ADS_1
Zara dan tiffani menyetujui saran agni tak kalah semangatnya. Ya! Berkat kedua sahabatnya perasaan zara yang kacau mulai membaik.
“ Aku tidak mengerti kenapa bos kalian mengirim kalian kemari” ucap zara bingung
“ astaga... Aku lupa pak zulfan memintaku untuk mengambil berkas dirumah ini” ucap agni tersadar telah melupakan tujuan kedatanganya.
“ bosku mengatakan jika aku berkunjung ke rumah ini mungkin aku bisa mendapatkan kesempatan wawancara dengan pengusaha no.1 tapi aku tidak tahu siapa yang harus kutemui” ucap tiffani menjelaskan dengan lemas ia benar-benar kebingungan
“ Kau ingin wawancara dengan tuan A? Kenapa tidak bilang padaku? aku ini sekertarisnya loh. ...” ucap agni pamer
“ Bersikap baiklah jika kau mau aku membantumu. Ra dokumennya?”
Zara terpaksa menghubungi arroy walau sebenarnya ia masih tak ingin bicara dengan suaminya. Entah kenapa keadaan seperti mendukungnya, ponsel arroy tidak bisa dihubungi. Keadaannya kini membuat zara bimbang, antara harus senang karna nomernya tidak aktif atau kesal karna ia jadi kebingungan sendiri.
__ADS_1
Tiba-tiba saja sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal masuk, telpon itu dari zulfan, ia meminta zara untuk menyerahkan dokumen yang ada diatas meja kerja arroy pada agni. Zara memenuhi permintaan zulfan dan memberikan dokumen itu pada agni.
Kedua sahabat zara pamit karna sudah terlalu lama mereka disana, jika tidak ingin dipecat mereka harus kembali bekerja. Tidak ada satupun dari kedua sahabatnya yang menaruh kecurigaan pada zara, tidak ada yang bertanya rumah siapa yang zara tempati itu, keduanya pergi dengan damai.
Zara merasa tenang karna tidak perlu berbohong lagi pada kedua sahabatnya itu, sejujurnya ia masih belum siap mengungkapkan prihal pernikahannya.
Disisi lain beberapa orang tengah merencanakan konspirasi besar terhadap zara dan arroy, entah itu baik atau tidak hanya mereka dan tuhan yang tahu. Rencananya akan dimulai esok hari. Semua orang membubarkan diri dan bersiap ditempat masing-masing.
Bagaimana dengan selin?
Setelah puas menjerat zara dalam kebohongannya ia pergi berlibur untuk memanjakan dirinya, namun ketika ia mendengar kabar bahwa zara belum meninggalkan kediaman pria idamanya, selin kelabakan, hilang sudah kepercayaan dirinya selama ini.
Selin berencana untuk kembali ke tanah air, sayangnya beberapa hal menghalanginya. Tiba-tiba saja ia kecurian, ponsel dan paspornya hilang, beberapa benda berharga yang ada ditasnya pun raip. Selin bahkan terpaksa harus tinggal disebuah yayasan sosial dinegara itu.
__ADS_1
Kasihan sekali dia...