
Zara berlari dan terus berlari hingga tanpa sadar ia sudah berada di area pantai, ia melangkahkan kakinya menaiki bebatuan, berdiri diatas batu terbesar di bibir pantai.
Zara tak peduli besarnya ombak yang menerjang batu membasahinya, ia juga tak merasa takut dengan kesunyian yang ada disana, dukanya yang begitu dalam mengalahkan segalanya.
“ Kenapa suamiku sekejam itu?”
“ Kenapa dia harus tersenyum untuk kematian orang tuaku?”
“aku benci dia yang merebut segalanya dariku”
“ aku benci dia yang merenggut nyawa kedua orang tuaku”
“aku sangat membencinya”
“ Demi tuhan, jangan buat aku jatuh hati pada pria kejam sepertinya”
Zara berteriak dan terus berteriak sekencang yang ia bisa, meski air matanya terus mengalir, meski tenggorokannya mulai terasa kering, ia terus berteriak hanya untuk meredakan sedikit rasa sesak dihatinya, toh tidak akan ada yang mendengar selain lautan dan para penghuninya, tapi pemikiran zara itu salah.
Tanpa zara ketahui ada seorang peria yang mengikutinya sedari tadi, pria itu mendengar semua yang zara teriakan namun ia hanya diam dan mengamati zara dari kejauhan.
“ teriaklah .... Teriaklah sekencang yang kau bisa, teriaklah jika itu bisa membuat hatimu merasa lebih tenang” sahut pria yang akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya.
Zara menoleh begitu mendengar ada suara orang lain dibelakangnya, ia melihat sosok pria yang tak asing baginya, pria yang pernah mengisi harinya dan membuat zara sedikit merindukannya. Kini ia melihat pria itu berjalan mendekati dirinya.
‘kak kenzo! Kenapa kakak ada disini?’ itulah arti tatapan mata zara saat ini, ia ingin bertanya, namun kesulitan tuk berucap.
Yang pasti saat ini zara tidak tahu harus merasa senang atas kehadiran kenzo atau justru merasa terganggu, ia bahkan tidak tahu bagaimana ia harus bereaksi.
Kenzo memegang pundak zara, memaksanya untuk kembali menatap matahari yang hampir tenggelam, ia sedikit menekan pundak zara memaksanya untuk duduk, tak cukup hanya duduk bersamanya ia juga merangkul dan memaksa zara bersandar dibahunya.
“ lihatlah zara (menunjuk matahari) matahari terbenam itu indah bukan, tapi apa kau tau? (Menatap wajah zara ) Kau lebih indah dari sunset yang aku lihat setiap hari” ucap kenzo
Zara hanya tersenyum kecil mendengar pujian itu, matanya terfokus pada pemandangan indah didepannya
__ADS_1
“ Zara sejujurnya aku tidak senang melihatmu menderita, baik dulu maupun hari ini, dulu aku memberimu segelas kopi dingin untuk menyemangatimu, hari ini bersandarlah padaku” ucap kenzo lagi,
Kenzo masih memandang wajah zara yang hanya diam mendengarkan. Dalam hati zara ia sedikit tersentuh
“ Zara aku jatuh hati padamu sejak pertama kali kita bertemu, mungkin ini terdengar konyol tapi ini nyata”
Zara terperanga mendengar ucapan kenzo, ia bahkan sampai memalingkan wajah menatap kenzo dengan cepat, pandangan matanya penuh dengan tanya.
Kenzo tersenyum ketika matanya bertemu pandang dengan zara, tanpa aba-aba ia menyerang zara, mencium zara tanpa memberinya kesempatan untuk menghindar.
Zara yang ingin menjauh tak bisa bergerak karna tangan kenzo menahan kepalanya.
Zara ingin berhenti dan terlepas dari kenzo namun perlawanannya itu membuat kenzo justru semakin bergairah, salah satu tangan kenzo bahkan mulai menyusup kedalam baju zara.
Zara berusaha mendorong kenzo namun tenaganya kalah besar, ia lantas menggigit bibir kenzo dan itu berhasil membuatnya terbebas, tidak hanya memuat kenzo menghentikan serangannya, gigitan itu bahkan membuat bibir kenzo terluka hingga berdarah.
Rintik hujan turun membasahi bumi, nafas keduanya yang tersengal bisa terlihat diantara dinginnya udara. Zara bangkit dan hendak pergi namun kenzo menahannya,
“ maaf kak, aku wanita bersuami yang tidak pernah berpikir untuk berkhianat” Sahut zara kesal
“ Aku tahu itu zara, setidaknya biarkan aku menebus kesalahanku”
Dengan alasan menebus kesalahan kenzo menarik tangan zara dan membawanya pergi dari sana, zara yang pikirannya masih ditempat lain tanpa sadar mengikuti kenzo.
“aku akan mengantarmu setelah ganti baju, sekalian mengambil payung, lagi pula tidak nyaman berjalan dibawah hujan” ucap kenzo
Zara tidak memperhatikan jalan maupun ucapan kenzo, pikirannya terus tertuju pada ciuman itu, bukan karna dia menyukai ciumannya, tapi saat ini ia tengah khawatir jika arroy tahu ia berciuman dengan orang lain.
Kenzo mengunci pintu setelah zara masuk ke dalam kamar, saat zara tersadar semuanya sudah terlambat.
“ kenapa kakak membawaku kemari? Kamar siapa ini? Kenapa kakak mengunci pintunya? “ Tanya zara sedikit panik
“ kau tenang saja, ini kamarku” jawab kenzo sambil tersenyum
__ADS_1
Kenzo membuka baju yang menempel ditubuhnya, kemudian melemparnya kelantai, ia berjalan perlahan mendekati zara
“ Apa yang kakak lakukan?” Tanya zara panik
“ aku sudah lama menahan diri untuk menjadikanmu sebagai miliku zara”
Kenzo melepas celananya, zara yang panik berusaha untuk lari namun tangan kenzo bergerak lebih cepat, ia menarik zara kemudian mencengkarm lengan zara dengan sangat kuat hingga zara mulai meringis kesakitan.
“ mari bercinta sayangku” bisik kenzo lembut,
Mata indah zara terbelalak ketika mendengarkan bisikan itu. Zara berusaha melepaskan diri namun tak bisa, cengkraman tangan kenzo memang lepas tapi kini ia terperangkap dalam pelukannya.
“ kenzo lepaskan aku” pinta zara dengan penuh emosi
Kenzo hanya tersenyum, zara berusaha melepaskan tanggan kenzo yang melingkar memeluk tubuhnya.
“ kenzo lepaskan aku kumohon” pinta zara, suaranya sedikit melembut
Kenzo hanya tersenyum, zara masih berusaha melepaskan diri, entah tenaganya yang berkurang ataukah pelukannya yang terlalu erat, itu benar-benar membuat zara kesulitan
“ kenzo tolong lepaskan diriku” ucap zara lagi dengan sendu
“ wah... Kau mengubah panggilanku hanya dalam beberapa menit saja, Kau tahu zara? Aku suka melihatmu memohon seperti itu, coba katakan sekali lagi” ucap kenzo
“ kak kenzo tolong lepaskan zara, zara tidak bisa memberikan apa yang kakak inginkan” ucap zara sendu
“ Tidak! Tidak! Tidak! Sayangku, jika aku melepasmu hari ini, aku takan punya kesempatan lagi, sudah benar kau memanggilku dengan nama, kenapa berubah jadi kakak lagi” ucap kenzo tersenyum licik
Kenzo kembali mencium bibir zara, awalnya ia mencium dengan lembut, namun kelembutan itu berubah jadi kasar karna zara terus menutup rapat bibirnya, menolak ciuman itu, zara bahkan menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah.
Kenzo yang tak nyaman dengan rasa darah yang menyatu dibibirnya melepaskan bibir zara, namun ia tidak berniat untuk berhenti sampai disitu.
Kenzo mencium bagian leher zara, ia meninggalkan jejak disana, tangan yang semula hanya memeluk dengan erat mulai menyusup masuk kedalam baju zara.
__ADS_1