
Sadar tak bisa melawan sang suami zara pun membuat strategi, ia menggunakan cara halus untuk bisa lepas dari jeratan suaminya itu, mengucap kata cinta, bersikap manis, membelai dan menatap dengan liar, itulah yang zara lakukan.
Arroy tidak bisa nenahan godaan zara, tubuhnya melemas seketika menikmati setiap sentuhan sang istri, saat arroy lengah zara melepaskan diri dari dekapan suaminya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Zara merasa puas setelah bebas dari suaminya, ia merasa senang dengan pikiran ia berhasil membuat arroy kesal, namun yang terjadi dibalik pintu kamar mandi berbeda dengan apa yang zara pikirkan, alih-alih merasa kesal, arroy justru tertawa bahagia melihat sang istri yang sudah mulai berani menggodanya.
Pikiran jahil muncul seketika dikepala arroy, ide untuk membalas godaan sang istri membuatnya sangat bersemangat, ia pun mengambil kunci duplikat dari dalam laci lemari pakayan.
Zara masuk kedalam bathtub yang sudah diisi penuh, ia memainkan gelembung busa sabun yang menutupi permukaan air, pikiran yang puas dan hati yang senang, ditambah lagi wangi bunga mawar yang mempesona membuat suasana mandi menjadi semakin menyenangkan.
‘tak kusangka mempermainkan arroy rasanya menyenangkan, aku tidak boleh setuju begitu saja, aku akan memberinya sedikit pelajaran, akan kubuat dia mengemis persetujuanku, tapi kira-kira arroy akan mengajakku kencan ke mana ya!' gumam zara dalam hati
Tanpa zara sadari arroy sudah masuk kedalam kamar mandi, arroy memperhatikan zara yang sedang asik berendam sambil bediri melipat tangan disamping bathtub.
__ADS_1
Zara terkejut ketika arroy mulai mengeluarkan suaranya menanyakan alasan zara senyum-senyum sendiri, kala itu arroy mendekatkan wajahnya disamping telinga sang istri, mata zara terbelalak ketika ia menoleh dan melihat wajah suaminya tepat didepan matanya, dengan santainya arroy tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya.
Zara menenggelamkan tubuhnya hingga yang terlihat kini hanya kepalanya, ia juga mempertanyakan bagaimana cara arroy bisa masuk kedalam kamar mandi.
Dengan santainya arroy memberi tahu zara bahwa ia masuk lewat pintu, ia duduk ditepian bathtub, arroy berusaha menahan diri untuk tidak tertawa ketika melihat wajah lucu sang istri yang panik dan mulai tegang.
Zara tak bisa mempercayai ucapan itu, ia ingat bahwa ia sudah mengunci pintunya sebelum mandi,
“ tidak ada yang tidak mungkin zara, terlebih saat pintu kamar mandi sedang rusak siapapun bisa masuk, termasuk..... Aku” ujar arroy berdalih
“ Sejak tadi pagi aku merusaknya” jawab arroy sambil tersenyum jahil
Zara meminta arroy untuk pergi namun ia menolak dan malah memberi penawaran
__ADS_1
“ aku akan pergi jika kau setuju untuk kencan” ujar aroy dengan penuh percaya diri
Zara menolak penawaran itu, ia lebih memilih untuk beristirahat dirumah, zara kembali meminta arroy untuk pergi namun permintaannya dibalas dengan gelengan kepala oleh arroy
Zara yang sudah mulai kedinginan terpaksa menyetujui permintaan suaminya, ia menyerah dengan pikiran bahwa ia tidak akan mampu melawan keras kepala arroy.
Arroy lagi-lagi menggelengkan kepala, ia memanfaatkan keadaan dan berusaha mendapatkan keuntungan lebih dari istrinya
“ sebenarnya apa yang kau inginkan? Apapun itu aku akan menuruti keinginanmu, sekarang apa kau sudah bisa keluar” ucap zara yang mulai kesal
“ baiklah, aku akan mengingat kata-katamu ini” saut arroy sambil berdiri, perlahan ia berjalan pergi,
Arroy sudah membuka pintu, namun ia menghentikan langkahnya, ia berbalik dan kembali menghampiri zara,
__ADS_1
“ zara kenapa kau malu padaku? aku sudah melihat seluruh tubuhmu saat malam pertama bahkan setelahnya” ucap arroy yang masih belum puas bermain-main
Zara memaksakan senyumnya, ia meminta arroy keluar dengan kesal, tangannya refleks menyibakan air hingga membasahi kemeja arroy, tubuh altetis dibalik kemeja yang basah itu bahkan sampai terlihat dan menbuat zara terpesona hingga tak berhenti memandangnya.