
Arroy yang panik setelah sambungan telponnya tiba-tiba terputus, mencoba menghubungi lia namun tak ada jawaban.
Arroy menghubungi julian untuk minta bantuannya, tidak butuh waktu lama untuk mengetahui titik koordinasi lia dalam map gole, karna semua orang yang bekerja sebagai ajudan dibawah julian sudah terhubung dengan gps melalui jam keanggotaan.
Setelah mengetahui keberadaan lia ia bergegas pergi, sepanjang jalan ia terus berdo’a “ Ya tuhan aku mohon, semoga tidak terjadi apapun pada zara”
Dengan kecepatan tinggi ia membelah jalanan kota, selip kanan, selip kiri, arroy membawa mobil seperti seorang pembalap, ia bahkan menerobos lampu merah, untungnya dia sampai dirumah dengan selamat.
“ Lia apa yang terjadi? “ Tanya arroy panik
“ Nyonya baik-baik saja tuan, hanya saja pipinya memar karna ditampar seseorang”
“ astaga lia,,, kau ini... ( mengepalkan tangan karna geram) lalu kenapa kau tidak mengangkat telponku? “
“ ponsel saya disita nyonya, tuan saya mohon, tolong bujuk nyonya supaya mengembalikan ponsel saya” ucap lia memelas
“ Aku akan menggantinya dengan yang baru”
“ Tidak tuan, aku ingin ponsel itu saja”
Dengan tatapan penuh curiga dan senyum jahil, arroy mengerti, ia tidak mengatakan apapun tapi lia tersenyum seolah ia juga mengerti segalanya.
__ADS_1
Mereka main kode-kodean, hanya dengan mata dan alis, tidak ada yang mengerti kecuali mereka sendiri, zara yang memperhatikan mereka dari jendela pun tidak mengerti.
Arroy masuk dan menemui zara, namun zara mencoba menghindari arroy, ia bahkan pura-pura tidak mendengar saat arroy memanggilnya.
Tapi bukan arroy namanya jika ia menyerah, ia mengikuti zara hingga zara masuk ke dalam kamar, naasnya zara membanting pintu didepan wajah arroy saat ia hendak mengikuti zara masuk kamar.
Arroy berusaha mengendalikan amarahnya, menarik nafas panjang kemudian masuk kedalam dengan tenang.
Zara berdiri menatap keluar jendela, dengan mesra arroy memeluk zara dari belakang, dengan cepat zara melepaskan diri kemudian beralih duduk diatas tempat tidur.
Arroy kembali menghampiri zara, ia berlutut dihadapan zara, meraih tangan zara untuk digegamnya dengan mesra, zara menundukan kepala, sementara arroy mendongak menatap mata zara yang dipenuhi amarah.
1 menit, 2 menit, 3 menit
Arroy masih diam membisu, ia menunggu zara sedikit lebih tenang, setelah mendapat kesempatan ia menyerang zara, mendorongnya hingga jatuh terbaring diatas tempat tidur.
Dimana arroy?
Tentu saja! Ia berada diatas tubuh zara, membelenggu tubuh zara agar ia tidak kabur, posisi zara kini seperti wanita yang hendak diperkosa, hehehe....
“ Author ini tidak adil, tidak seharusnya kau membuat arroy menyerangku saat ia seharusnya meminta maaf dengan manis” keluh zara
__ADS_1
Author : kau bicara padaku, aku tidak tahu apa-apa, aku kan ikan!
“ ia aku bicara padamu, jangan pura-pura tidak mendengar, aku tahu kalian bersekongkol, arroy lepaskan aku dan menyingkirlah dari atas tubuhku” Ucap zara geram
Author : huhhh.... Dia terlalu banyak bicara, hajar boz....
Arroy ******* bibir zara untuk membuat dia diam, rasa manis dari kecupan itu membangkitkan gairah keduanya, tak ada lagi perlawanan, arroy pun menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka.
Author : wah wah wahhh... Apa yang kalian lakukan?
“ jika kau punya rasa malu maka pergilah, jangan melihat adegan sepasang kekasih yang tengah bercinta”
Author : aku tidak punya rasa malu, aku kan ikan! Hehehe...
Tidak lama kemudian baju-baju berterbangan dari bawah selimut, lemparan tak tentu arah yang penuh dengan gairah cinta yang membara.
Deru nafas yang tersengal serta desahan lembut mengiringi perjalanan menuju puncak kenikmatan yang hakiki, suara decitan tempat tidur pun tak kalah nyaring berbunyi, terlebih ketika keduanya berganti gaya, mencari posisi wenak hingga berbagai pose mereka coba.
Hilang sudah rasa marah terbakar panasnya api cinta yang membara. Jam dinding yang terus berdetak pun tidak dipedulikan, keduanya menjadi egois dengan kebahagiaan mereka dan tamak akan hasrat mereka.
Author : Aku selalu senang melihat bucin (budak cinta) mari bersiul bersama swittt... swiwww...
__ADS_1