
The dream hotel.
“SLATE IN”
“SOUND”
“SPEED!”
“Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”
“CAMERA?!”
“ROLL!”
“Action”
Tiffani : hay... Hay... Hay...
Jumpa lagi dengan saya tiffani dalam program kesayangan kita sisukses...
Hari yang cerah untuk para kaula muda mendapat inspirasi dari orang-orang terkemuka yang berhasil sukses dengan cepat...
Siapkan hati kalian, karna hari ini kita akan mewawancarai pria tampan yang sudah sejak lama bersembunyi
Siapa lagi pria misterius yang mampu mencapai kesuksesan diusia muda kalau bukan tuan arroyan dylan alfarizky atau yang sering kita sapa dengan nama tuan A
Ledis siapkan hatimu karna dia benar-benar pria yang tampan dan mempesona
Manajer hotel : permisi nona, tuan sudah menunggu diruangannya, bisa kita pergi sekarang
Tiffani : oke pak manajer, let’ go
Tiffani dan timnya berjalan mengikuti manajer hotel sampai dilantai teratas
Manajer: Sekertaris agni tamu tuan sudah disini
Tiffani : hallo nona sekertaris..
Agni: hallo juga reporter tiffani, benar!
Tiffani : tepat sekali, sebelum menemui tuan a apa kami boleh mewawancarai nona sekertaris, hanya satu pertanyaan
Agni : tentu, silahkan tanyakan! Jika bisa akan saya jawab
Tiffani : bagaimana pendapatmu tentang tuan a
Agni : menurut saya secara personal beliau orang yang sangat perfectionis.
Cukup! Beliau sudah menunggu mari...
Agni membuka pintu, tiffani dan timnya masuk keruang presdir, arroy sedang menerima telpon sambil menghadap kekaca
Arroy : aku sudah bilang padamu, jangan membuatku mengulang kata-kataku, laporkan dalam satu jam.
“ tuan maaf tiffani dan timnya sudah disini” bisik agni
__ADS_1
Arroy : (berbalik sambil tersenyum) oh hallo semuanya... Mari silahkan duduk
Arroy dan tiffani duduk disofa, agni pergi mengambil minuman
Tiffani: tuan a saya sudah mulai meliput sejak dari lobi, hotel anda sangat indah, sebelumnya saya ingin berterima kasih pada tuan karna telah menerima kami, seperti yang kita ketahui tuan a amat terkenal namun wajah tuan a sangat asing bagi kebanyakan orang jadi bisakah sekarang anda memperkenalkan diri pada para pemirsa.
Arroy: tidak masalah, hallo semuanya...
Saya arroyan dylan alfarizky (senyum)
Tiffani: boleh saya mulai bertanya (arroy mengangguk)
Kenapa anda tidak melakukan publikasi sebelumnya?
Arroy : saya sama seperti kalian, saya suka kebebasan, sejujurnya saya tidak begitu suka jadi pusat perhatian, terlebih saya lebih sering naik bis, angkutan kota, serta ojek dari pada memakai mobil pribadi, menurut saya berbaur dengan masyarakat membuat saya meras lebih hidup
Tiffani : apa anda tahu tuan! itu sangat menakjubkan, kami ingin tahu apa diantara kalian ada yang pernah bertemu tuan a dijalan, jika ada ceritakan kisah kalian dikolom komentar
Tuan a, banyak yang penasaran dengan urusan percintaan anda, apa anda bersedia untuk berbagi cerita
Arroy : tanyakan saja
Tiffani : bagaimana tipe wanita idaman anda?
Arroy : tipe wanita idamanku tidak ada, aku tidak menganggap penting penampilan seseorang, ataupun berharap mendapatkan wanita yang sempurna, bagiku dia hanya harus membuatku berdebar saat aku menatapnya
Tiffani : apa sudah ada wanita yang berhasil melakukan itu?
Simpan dulu jawaban anda tuan, agar mereka kesal karna penasaran
Arroy : baiklah, yang paling aku benci ada tiga hal, yang pertama pembohong, yang kedua penghianat, dan yang ketiga wanita penggoda.
Keributan terjadi diluar ruangan arroy, zara mendobrak pintu ruangan arroy dan kamera pun menuju kearahnya.
Agni menarik zara seraya berkata “ jangan sekarang zara, apapun masalahnya selesaikan nanti saja”
Zara : matikan kameranya, aku hanya minta waktumu sebentar, arroy aku ingin mengatakan sesuatu padamu, bisakan!
Arroy dan tiffani bangun, keduanya berjalan mendekati zara,
Zara melompat kedalam pelukan arroy kemudian menciumnya, agni dan tiffani berusaha menjauhkan zara dari arroy dan keributanpun terjadi
Tiffani : zara apa kau sudah kehilangan akal, lepaskan tuan a
Agni : kau bisa menggoda siapapun tapi jangan tuan a, oke!
Agni dan tiffani : zara cepat lepaskan dan minta maaf pada tuan a
Zara : tidak mau, aku mau memeluknya, dan menciumnya seperti ini
Agni dan tiffani : zara cepat lepaskan dan minta maaf pada tuan a
Agni dan tiffani : zara cepat lepaskan dan minta maaf pada tuan a
Agni dan tiffani : zara cepat lepaskan dan minta maaf pada tuan a
__ADS_1
Agni dan tiffani : zara cepat lepaskan dan minta maaf pada tuan a
Zara : kalian yang harusnya melepaskanku, sebenarnya apa masalah kalian ( memberontak)
Tiffani : ra kami peduli padamu
Agni : kau tahu tidak, tuan a tidak suka jika ada wanita yang menggodanya,
Tiffani : jika kau tidak mau minta maaf biar aku yang lakukan, tuan aku mewakili zara meminta maaf padamu
Agni : kali ini saja tolong maafkan zara tuan, kumohon
Agni memegang tangan kiri dan tiffani memegang tangan kanan zara, keduanya memaksa zara untuk pergi
Zara : arroy... ( memelas)
Arroy : ( menghela napas) (menggelengkan kepala sambil tersenyum) tiffani, agni lepaskan dia
Zara tersenyum, berjalan dan kembali berdiri dihadapan arroy kemudian berkata “ maaf atas semua tindakanku yang membuatmu terluka, aku mencintaimu arroy, entah sejak kapan!
Aku pernah membenci perasaan itu, tapi kini aku menyukainya, kau harus tahu aku tidak akan menahan diri “
Arroy : kau harus mendapat hukuman zara, kau tahu apa yang selalu kulakukan pada wanita yang berusaha menggodaku, aku akan menghancurkan kepercayaan dirinya hingga ia bisa berpikir sehat
Agni dan tiffani : tuan a
Arroy memberi kode agar mereka tidak ikut campur
Zara : kau tidak akan melakukan itu padaku ( percaya diri)
Arroy : bagaimana jika aku melakukannya
Zara : baiklah, silahkan lakukan, jika kau berani! ( percaya diri)
Arroy : kau menantangku
Arroy menendang sandal zara hingga zara terjatuh kedalam pelukannya kemudian berkata “ jangan mengusik singa yang diam, jika tidak aku tidak akan menahan diri untuk memakanmu”
Pipi zara memerah, dengan cepat ia berdiri dan lari keluar dari ruangan itu.
Arroy : hahahaha....
Tiffani, bukankah tadi kau bertanya apa sudah ada wanita yang berhasil membuatku berdebar saat aku menatapnya?
Jawabannya iya, dan orang yang bisa melakukan itu adalah dia, istriku, ZARA RUSMALINA.
“ CUT”
Tiffani : hai kameranya tidak dimatikan? Bukankah aku sudah memberi kode untuk mematikan kameranya
“ Maaf tiffani, jika aku mematikan kameranya kita harus mulai dari awal lagi”
“ Ia dia benar tiffanil, lagi pula kita juga akan kehilangan penonton jika berhenti ditengah siaran langsung”
Arroy : sudahlah, biarkan saja, aku tidak keberatan
__ADS_1