
Setelah menyelesaikan pekerjaan, tiffani dan jery berencana langsung kembali ke kantor, namun ketika melihat zara diparkiran, tiffani tiba-tiba meminta jery untuk menghentikan mobilnya.
“ Ada apa tiffani? Kita bahkan belum keluar dari parkiran dan kau minta berhenti” Keluh jery
“ Aku seperti melihat sahabatku, kau pergilah dulu” Ucap tiffani
“ Jika bukan kekasih tidak masalah kan jika aku ikut? “ Tanya jery
“ Lagi pula sebentar lagi kan jam makan siang” Sambung jery dengan wajah memelas
Tiffani hanya mengangguk. Keduanya turun dari mobil dan menghampiri zara
“ Ra kenapa dengan pipimu? “ tanya tiffani panik
“ Wawancaranya sukses tif? ” sahut zara
“ jangan mengalihkan pembicaraan ra” ucap tiffani tegas
Zara menatap kearah jery. Tiffani pun dengan tanggap menangkap arti dari tatapan zara,
__ADS_1
“ dia rekan kerjaku jery ( jery tersenyum ) ra kita bicara sambil makan yu!”
Zara mengiakan ajakan tiffani, mereka pun pergi ke sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari hotel.
Mereka makan siang bersama dengan nyaman, karna lia menolak untuk duduk bersama zara, jery memutuskan untuk menemaninya, mereka duduk bersama dimeja yang terpisah dengan Zara dan tiffani. Usai makan siang tiffani mulai mengajak zara bicara dengan serius
Tiffani : ra tolong jujur padaku, kau baru bertengkar dengan agni kan! Walau tidak mendengar dengan jelas tapi aku yakin tadi aku mendengar suaramu.
Zara : tif jika persahabatan yang sudah kita bina hancur karna aku, kau tidak akan membenciku kan!
Tiffani : Jangan bicara sembarangan ra, aku akan berusaha agar itu tidak pernah terjadi, tunggu! Jangan bilang kalian bertengkar karna memperebutkan tuan a lagi
Zara : ( menghela nafas ) Huh... Aku mengatakan padanya bahwa aku mencintai arroy dan aku meminta agni menyerah, karna aku tidak akan melepaskan suamiku dan kau tahu! Agni menamparku
Zara : Haha...( tertawa kecil) Kau tau tif, kau mengatakan hal yang sama dengan agni, aku tahu permainan suami istri kita sudah berakhir, tapi tidak dengan pernikahanku
Tiffani : tuan a juga mengatakan bahwa dia sudah menikah, lucu ya!
Ra, aku bisa saja percaya bahwa kau sudah menikah, tapi dengan tuan a, jujur saja aku tidak yakin
__ADS_1
Apa kau ingat saat kita dulu tinggal bersama dan kejadian dihotel minggu lalu?
Sebelum kita pergi bersama kau mengatakan hal buruk tentang tuan a dan kau juga meminta agni untuk mengambilnya seperti dia bukan orang yang berharga.
Jujur saja jika kau memang menikah dengan tuan a, aku yakin kau tidak akan pernah mengatakan itu, kupikir itu bukan dirimu, karna sebelumnya kau begitu excited setiap kali ada berita tentang tuan a,
Zara, kau bahkan belum satu bulan mengatakan itu, jadi wajar saja agni marah.
Zara : jujur saja sampai saat dihotel itu aku tidak mengenalinya, ada sebuah kejadian yang membuatku salah faham tentangnya, tapi sekarang aku sadar, aku mencintainya dan dia juga mencintaiku,
Aku tahu kau dan agni tidak akan percaya, jadi kuputuskan untuk membuktikannya langsung, bagaimana?
Tiffani : aku akan menantikannya.
Sesi makan siang selesai, saat zara keluar dari kafe ia mendapati lia tengah membicarakannya dengan seseorang
“ ... Maafkan saya tuan, saya sudah ceroboh dan membiarkan orang lain menyakiti nyonya.... “ Ucapan lia yang terdengar oleh zara.
Dengan cepat zara mengambil ponsel lia secara paksa, ia pun mematikan sambungan telepon yang sedang berlangsung saat itu.
__ADS_1
“ Terima kasih lia, aku ingin memberikan kejutan pada suamiku, tapi kau sudah merusaknya”
Zara begitu kesal pada lia, sepanjang perjalanan pulang ia hanya diam menatap keluar jendela, setelah tiba dirumah zara bahkan sampai membanting pintu saat keluar dari mobil.