
Agni semakin salah faham saat arroy menyatakan bahwa ia akan pergi berkencan, apalagi ditambah dengan arroy yang memintanya menyetir mobil, agni malah berpikir dirinya lah yang diajak berkencan siang itu.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, arroy dan agni tiba disebuah mall kota, setelah memarkirkan mobil keduanya berjalan disekitaran lapangan tembak, meski hening namun agni merasa itu momen yang sangat romantis.
Mereka berjalan menuju sebuah cafe, disana mereka duduk saling berhadapan seperti pasangan kekasih yang memang tengah berkencan, agni begitu senang dengan hal itu.
Agni terus mencuri pandang menatap arroy yang terus sibuk dengan ponselnya, lagi chatting sama istri.
“ hy...” sapa tiffani seraya meeangkul agni,
Agni terkejut dengan kemunculan tiffani, terlebih saat tiffani duduk disampingnya, sementara itu arroy saling melempar senyum dengan tiffani.
Author: pupus sudah harapanmu agni... Hihihi...
“ Mau apa kau kesini? “ tanya agni
Agni nampak tidak senang, senyum paksanya pun bisa terlihat jelas oleh tiffani.
“ kencan lah, agni! kau nampak tidak senang, apa karna aku? “ sahut tiffani
__ADS_1
“ Mana mungkin aku tidak senang karna dirimu, kau kan sahabatku” sahut agni sambil menepuk pundak tiffani, ia masih saja memaksakan dirinya untuk tersenyum walau dalam hatinya terus menggerutu kesal
Tiffani melipat tangan diatas meja, menatap arroy yang terus fokus dengan ponselnya.
“ hai tuan, kau sedang chatting dengan siapa sampai serius begitu?” tanya tiffani santai
Arroy hanya melempar senyum manis pada tiffani, tiffani pun ikut tersenyum seolah ikut bahagia
“ ahh... Pasti dengan istrimu ya! “ ucap tiffani lagi
Lagi-lagi arroy hanya menjawab dengan senyuman, dan lagi-lagi senyuman itu membuat tiffani ikut tersenyum, tiffani melirik kearah agni saat ia merasakan sebuah tatapan tajam mengarah padanya.
Arroy meletakan ponselnya dimeja seraya berkata “ sepertinya dia tidak melihat wawancara kemarin”
“ Bagaimana tuan bisa tahu, maaf tif aku belum sempat menontonnya” sahut agni
“ kau tahu agni! Sejak kemarin aku dihujani ucapan selamat dari para karyawan kantor, tapi tidak darimu” jawab arroy, ia mengambil minumannya, meneguknya dengan gaya cool, kaki disilangkan dengan badan yang tegak
Author : benar-benar cool, lihat saja para wanita yang berada di cafe itu, tidak hanya yang ada didalam yang diluar pun mencuri pandang menatapnya, jika suara hati dapat terdengar cafe itu akan ricuh dengan suara-suara kekaguman,
__ADS_1
“ kenapa zara belum datang, kebiasaan deh tuh anak suka telat” ucap tiffani
“ Zara juga akan datang? “ tanya agni terkejut
“ Ia, zara bilang dia mau mengenalkan kita pada suaminya” jawab tiffani
“ Zara beneran udah nikah” sahut agni terkejut
Author: agni dapet banyak kejutan ya bun!
“ Zara sudah didekat sini, sebentar lagi sampai katanya” sahut arroy
“ pria yang duduk disana itu bukannya tuan a ya! Aslinya ganteng banget ya! “ suara seorang pengunjung wanita yang terdengar oleh zara.
Suara lonceng kecil dari pintu yang terbuka membuat arroy menoleh, begitu juga dengan tiffani dan agni.
Terlihat zara berjalan masuk dengan anggun, tak lama seorang pria tampan ikut masuk mengikuti zara, ia merangkul zara sambil tersenyum, zara menatapnya dan membalas senyuman pria tampan itu.
Melihat kejadian itu, tiffani dan agni spontan berdiri, mereka saling melirik seraya menyebutkan nama seseorang
__ADS_1
“ izam! “ seru keduanya kompak dengan wajah terkejut,