
Setelah membeli kopi zara dan kenzo kembali ke kantor. Dan ketika zara masuk keruangannya soni bergegas mendekatinya.
Soni mengatakan bahwa ia ingin membicarakan sesuatu dan meminta zara untuk tidak tersinggung. Zara pun mengangguk setuju. Soni mengatakan saat ia tengah naik life beberapa orang dari divisi lain menggosipkan zara memiliki hubungan dengan kenzo, karna itu soni menyarankan agar zara menjaga jarak dari kenzo.
Zara berterimakasih karna soni sudah peduli kepadanya. Soni senang karna zara sama sekali tidak marah. Beberapa rekan zara yang baru datang juga mendekati zara dan mengatakan hal yang sama. Zara tidak mengerti dari mana gosip itu bermula namun ia memilih untuk mengabaikanya.
Waktu terus berjalan dan semua orang sibuk dengan pekerjaannya, namun zara dan timnya tengah kebingungan diruang meeting, acara ulang tahu yang tengah ia tangani tidak berjalan dengan baik karna clien yang bersikap tidak kooperatif, ditambah lagi dengan beberapa hal yang ganjil dari proposal yang kimmy berikan, alhasil ia dan timnya tidak dapat membuat rencana apapun.
Terdengar suara gaduh dari luar yang sangat mengganggu konsentrasi zara dan timnya, mereka keluar dari ruang meeting untuk melihat apa yang terjadi. Para wanita berlarian menuju ruangan kerja zara dengan penuh semangat. Trisha menarik seseorang daiantara para wanita itu dan menanyakan apa yang terjadi.
“ ada pria yang akan menggantikan bu kimmy, katanya dia ganteng banget, karna itu aku penasaran ingin melihatnya sendiri” ujarnya kemudian kembali berlari
__ADS_1
Para wanita dalam tim zara jadi penasaran dengan ketampanan ceo baru, mereka menarik zara untuk kembali ke ruanganya. Para wanita bergerumun didepan pintu hingga menutup jalan, jangankan untuk masuk ke sana zara bahkan tak bisa melihat apa yang terjadi di dalam ruangannya. Rekan tim zara meminta jalan agar zara bisa masuk. Zara tersenyum menikmati rasanya dimanfaatkan oleh anggota timnya sendiri agar mereka bisa melihat sosok ceo yang kabarnya sangat tampan itu.
Zara terkejut melihat sosok suaminya yang tengah duduk diatas meja sambil dikelilingi soni, ola, riri dan para produser acara lainnya. Arroy menatap zara dengan penuh kemarahan
“ Zara rusmalina... Sudah selesai meetingnya, buat laporan dan serahkan padaku satu jam lagi, dan untuk yang lain, apa kalian tidak punya pekerjaan? Kembali bekerja” ucap arroy
Nada bicara arroy yang kasar dan terkesan memerintah itu membuat zara kesal. Tapi bagi para wanita lain tegurannya itu sangat cool, alih-alih merasa tersinggung mereka justru merasa senang, terlebih ketika melihat senyum diujung bibir arroy ketika hendak masuk keruanganya.
“ Kau tau apa jabatanmu dikantor ini zara?” Tanya arroy
“ tahu pak, saya adalah seorang produser acara” jawab zara sambil menunduk
__ADS_1
“ tau tugasmu apa?” tanya arroy lagi
“ bertemu clien, membuat perencanaan pesta dan melaksanakannya” jawab zara yang masih menunduk
Arroy memukul meja, dengan suara tegas ia menjelaskan pada zara bahwa seorang produser dalam sebuah event organizer memiliki tugas sebagai penanggung jawab terhadap klien. Memastikan dan menjamin event akan berjalan lancar. Merencanakan acara. Menyusun strategi acara. Penjadwalan kerja. Mengatur dan merencanakan anggaran. Mengkoordinasi semua aspek penjalanan kinerja kegiatan kepada semua pihak dari artis hingga sponsor. Membuat evaluasi kerja.
Arroy sangat marah karna tidak ada satupun laporan yang ia terima dari zara, padahal ia hanya mendapat acara yang terbilang kecil, bukan pernikahan artis, konser ulang tahun, konser tunggal artis ternama, exhibition, gathering, acara olahraga, festival budaya, ataupun product launching.
Arroy mengerti pekerjaan ini memang bukan bidang yang zara kuasai, namun zara pernah mempersiapkan acara reoni dengan baik sebagai percobaan, untuk bisa bertahan diperusahaan setidaknya zara harus mampu menangani sedikitnya 5 acara dalam satu minggu, nyatanya untuk menangani 1 acara saja zara sudah kewalahan.
Arroy meminta zara untuk berpikir ulang mengenai keinginanya untuk terus bertahan di perusahaan. Zara yang hanya menunduk sejak masuk keruangan itu kini meneteskan air mata mendengar semua teguran arroy.
__ADS_1