
Waktu terhenti saat arroy mendengar suara keributan diluar ruangannya, ia melamun dan menghayalkan kejadian yang membuatnya terlihat keren, ia bahkan tidak mendengar pertanyaan tiffani.
Tiffani : tuan a ( menyentuh tangan)
Arroy : maaf, aku seharusnya tidak melamun
Tiffani : anda melamun hingga tersenyum setelah mendengar pertanyaan saya, apa pernah ada kejadian menarik saat anda digoda wanita?
Arroy : kau benar nona tiffani, pernah ada kejadian lucu saat ada seorang wanita yang menggodaku.
Tiffani : bisa anda ceritakan tuan
Arroy : untuk yang satu ini kurasa tidak
Tiffani: baiklah, kita akan berusaha tetap menjaga privasi anda, kembali kepertanyaan kita sebelumnya, bagaimana definisi wanita penggoda menurut tuan a?
Karna seperti yang kita ketahui terkadang bagi sebagian orang, hanya memakai pakayan yang seksi saja sudah disebut sebagai wanita penggoda.
Arroy : yang kusebut wanita penggoda bukanlah mereka yang sengaja memakai pakayan minim untuk terlihat seksi, melainkan dia yang baru berkenalan sudah menyentuh atau melakulan kontak fisik layaknya memperlakukan pria itu sebagai miliknya, dia yang menyentuh tanpa rasa segan dan dia yang berani menyatakan cinta setelah 5 menit berkenalan.
__ADS_1
Tidak ada yang salah dengan menyukai seseorang, tapi kurasa wanita harus memiliki batasan untuk menjaga diri mereka sendiri, bersedia menemani pria yang disukainya tidur saja menurutku itu bukan sikap yang bijak,
Tiffani : tuan begitu menyanjung tinggi kaum hawa rupanya, aku ingin bertanya, jika tuan keberatan pertanyaan ini boleh tidak dijawab, aku beritahu tuan sebelumnya, pertanyaan ini bukan aku yang membuatnya
Arroy : kau begitu ragu untuk bertanya, boleh kulihat pertanyaan seperti apa itu ( menadahkan tangan)
Tiffani : ( memberikan kertas pertanyaan ) aku akan melewati pertanyaan ini jika tuan keberatan
Arroy: (membaca) apa tuan sudah pernah melakukan hubungan “ bercinta” ?
Haruskah aku menjawab pertanyaan ini? ( mengembalikan kertas pada tiffani)
Arroy : aku akan menjawabnya nona tiffani ( tiffani menatap dengan tatapan tidak enak hati) tidak apa ( menepuk bahu) sejujurnya aku sudah bukan perjaka lagi, ini ada hubungannya dengan kejadian lucu yang sebelumnya enggan kuceritakan, aku tidak bisa ceritakan detailnya, tapi aku hanya ingin kalian tahu, saat pertahananku runtuh, wanita itu sudah jadi istriku.
Tiffani : tuan sudah menikah?
Arroy : ya! Aku sudah menikah, jika aku katakan kalian pasti tidak akan percaya, ada saat dimana aku sangat berusaha untuk bisa dicintai oleh istriku sendiri
Tiffani : apa tuan dijodohkan?
__ADS_1
Arroy : lebih tepatnya aku yang memaksa untuk menikahinya ( senyum ) ya... tapi pada akhirnya dia yang merenggut kesucianku secara paksa
Tiffani : seperti pepatah mengatakan dibalik pria sukses selalu ada wanita yang mendukungnya, apa istri anda juga begitu tuan
Arroy : tidak! Yang mendukung dan mendampingiku untuk mencapai kesuksesan bukan istri justru wanita lain, jangan salah paham, beliau itu adalah ibu mertuaku yang juga merupakan ibu angkatku.
Tiffani : baiklah pemirsa, aku rasa pertanyaan mengenai wanita yang membuat tuan a berdebar, yang merupakan pertanyaan terakhir tidak perlu diajukan lagi, karna dari perbincangan ini kita sudah tahu pasti jawabannya ( arroy mengangguk )
Tidak terasa 1 jam sudah kita bersama, itu artinya kita sudah harus berpisah, sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada tuan a yang sudah bersedia meluangkan waktu ( menjabat tangan arroy)
Jangan lupa saksikan terus program kesayangan kita sisukses, satu jam bersama tiffani dan kameramen jeri, mengungkap kehidupan orang-orang sukses disekitar kita, kami kru yang bertugas memohon maaf jika ada ucapan atau perkataan yang kurang menyenangkan,
See you next time....
Setelah suting selesai arroy mengantar Tiffani dan jeri keluar dari ruangannya, terlihat agni mendorong seseorang masuk kedalam life, wajahnya pucat saat ia berbalik dan melihat arroy berdiri dihadapannya.
“ aku sempat mendengar suara keributan tadi, ada apa” tanya arroy
“ Ada sedikit masalah tuan, tapi sudah saya selesaikan” jawab agni cepat
__ADS_1