
Zara bergegas pergi keruangan arroy, namun karna ada seseorang di dalam sana zara hanya berdiri di depan pintu dan menunggu. Didalam ruangan arroy tengah bicara dengan julian informannya.
“ bagaimana dengan tuan dan nyonya radi?”
“ Sampai saat ini mereka masih aman dalam pantauan kita, namun ada satu masalah, ada seorang detektif yang tengah mencari mereka saat ini”
“ Tolong pastikan detektif itu tidak akan mendapatkan apapun”
“ Baik, aku akan lakukan sesuai perintah tuan”
“ Kau sudah bekerja keras jul, terima kasih”
Pria asing itu berjalan menuju keluar sambil meminta tambahan bayaran dari arroy. Zara yang panik pun bergegas sembunyi. Setelah pria itu keluar zara masuk ke ruangan arroy. Zara berdiri dihadapan arroy sambil tersenyum manis, namun matanya merah dan berkaca-kaca menahan tangis.
“ duduk dulu ra” ucap arroy sambil membereskan berkas-berkasnya
Arroy duduk disamping zara, dengan melihat mata zara yang hampir menangis arroy pun memeluknya. Zara sangat kesal dengan sikap arroy, ia ingin memberontak namun menahannya, karna mengingat obrolan yang tidak sengaja ia dengar beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Zara melepas pelukan dan menyandarkan kepalanya dibahu arroy sambil menggandeng tanganya. Arroy yang terkejut dengan sikap zara pun bertanya apa yang membuatnya berubah seperti itu.
“ aku rindu ayah ibuku” ucap zara
Arroy hanya bisa diam mendengar kata rindu itu, karna ia tidak bisa berbuat apapun saat ini. Soni tiba-tiba masuk membuat zara terkejut. Dengan cepat zara menjauhkan diri dari arroy. Sikap zara itu tak hanya membuat arroy tersenyum, soni yang tidak sengaja mengetahui hubungan diantara mereka pun ikut tersenyum.
“ Ini pesanan anda pak” ucap soni sambil meletakan bungkusan diatas meja dan bergegas pergi.
Zara membuka bungkusan yang ternyata isinya adalah makanan, ia pun menyiapkannya diatas piring. zara dan arroy makan siang bersama dalam keheningan. Arroy jadi salah tingkah ketika zara terus memperhatikannya.
“ arroy bawa aku pulang kerumah ayah dan ibu sehari saja, aku ingin bertemu mereka” pinta zara tiba-tiba
“ Next time ya ra” Jawab arroy singkat sambil meneguk minuman digelasnya
Sikap tenang arroy berubah jadi kepanikan ketika zara mengungkapkan rencana untuk menemui kedua orang tuanya sendiri, ia sampai refleks melarang zara dengan sangat tegas.
“ kenapa ga boleh? Aku rindu orang tuaku tapi aku tidak bisa menghubungi mereka, karna itu aku sedikit khawatir, sekarang kau melarangku pergi, Atau jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi pada mereka?” Tanya zara menyelidik,
__ADS_1
“ Bukan apa-apa ra, hanya saja kedua orang tuamu lagi traveling jadi mereka ga ada dirumah” ucap arroy berdalih
Zara berusaha mencari tahu informasi tentang keberadaan orang tuanya dari arroy, namun sampai waku istirahat hampir habis yang keluar dari mulutnya hanyalah kebohongan belaka.
Zara bergegas kembali keruanganya 5 menit sebelum jam istirahat berakhir, ia tidak ingin karyawan lain mengetahui hubunganya dengan arroy. Zara mepersiapkan berkas dan data untuk presentasi sampai clien yang ditunggunya datang.
Pada pertemuan kedua pak agus dan bu agus menbawa serta lili, putri mereka yang akan berulang tahun. Zara mempresentasikan rancangannya dihadapan mereka. Pak agus dan bu agus terlihat senang dengan rancangan yang disiapkan zara, namun tidak dengan putri mereka, lili terlihat murung tidak bahagia.
“ yang mau berulang tahun kenapa terlihat lesu tak bersemangat?” tanya zara penasaran
“ Aku tidak suka warna merah muda” jawab lili sambil cemberut
“ Baiklah, kakak akan merubah warnanya dengan warna biru, bagaimana?” Saut zara
“ Warna biru tidak bagus” ucap lili
“ warna hijau” ucap zara
__ADS_1
“ Aku juga tidak suka” ucap lili
Lili terus saja menentang pendapat zara padahal zara memilih warna yang banyak disukai anak-anak seumurannya. Nyonya agus yang kesal mencubit pinggang lili dan menegurnya dengan keras. Zara tidak suka melihat sikap bu agus, lebih tidak senang lagi karna ia tidak bisa melakukan apapun, ia ingin menegur tapi pikirannya menekannya, ia tidak ingin kehilangan clien yang suah didapatkan perusahaannya dengan kerja keras.