
Usai istirahat makan siang, zara kembali membawa proposal itu pada kimmy. Berkali-kali kimmy membaca proposal dan kemudian melihat zara, ia sunggung tidak percaya pak agus menandatangani proposal yang zara buat itu. Kimmy menghela nafas panjang, sebelum menandatangani dokumen ia mengintrogasi zara.
“ Apa tanda tangan ini asli?” Tanya kimmy tegas
“ asli bu” jawab zara tegas juga
Kimmy tidak bisa percaya dengan zara, ia kekeh meminta zara menyerahkan surat keluhan. Zara hanya berdiri mematung karna tidak mengerti, hal itu membuat kimmy semakin kesal.
“ dimana surat keluhan yang kau terima zara, setelah menambah daftar tamu sesuka hati kau tidak mungkin tidak mendapatkannya” bentak kimmy sambil memukul meja
Zara tersentak dengan kemarahan kimmy, rasanya ia ingin bicara kasar tapi ia tidak punya keberanian untuk itu. Zara menghela nafas berusaha mengendalikan emosinya.
Untuk kesekian kalinya zara mengatakan pada kimmy bahwa tanda tangan itu asli. Melihat tatapan sang bos yang masih tak percaya ia pun menceritakan apa yang terjadi di perusahaan xx
“ saya memang mendapat teguran pada awalnya, namun saya mengatakan bahwa sebagian tamu yang saya tambahkan mungkin akan membantu perkembangan bisnisnya, kemudian saya menunjuk satu nama dan beliau langsung menandatanganinya” ucap zara menjelaskan
“ siapa?” Tanya kimmy penasaran
__ADS_1
Zara membuka daftar tamu dan menunjuk satu nama yang tertulis dengan tinta warna merah “Galih ( zione grop)”. Kimmy melihat nama itu, ia yang sedari tadi marah-marah tidak jelas tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. Tangannya sibuk memegang bolponin dan mengetukanya diatas meja, masih tersenyum tak percaya, tapi itulah faktanya.
“ maaf bu, saya tidak punya banyak waktu, acaranya lusa dan persiapanya harus segera dimulai, jika ibu tidak menandatanganinya sekarang, saya mungkin akan kesulitan menyelesaikan tugas ini” ucap zara dengan halus,
Keringat muncul dikening zara setelah mengatakan hal itu, meskipun secara tidak langsung ia sudah lancang memberikan perintah pada bosnya. Lagi-lagi kimmy menghela nafas panjang, ia menandatangani dokumen itu sambil terus menatap zara dengan tatapan tajamnya. Setelah mendapat persetujuan zara mulai mempersiapkan segalanya.
Kimmy pergi menemui arroy dihotelnya, tepatnya setelah zara meninggal ruangannya ia bergegas keluar kantor untuk menemui sahabatnya itu. Dengan setumpuk amarah dibenaknya kimmy mendobrak pintu Tidak hanya itu ia juga memukul meja kerja arroy dengan keras.
Arroy sudah menebak kimmy akan mendatanginya jadi dia tidak terkejut. Arroy duduk bersandar pada sandaran kursi dengan tenang, sambil mengangkat kedua kakinya ke atas meja ia memainkan bolpoin dengan santainya sambil mentap kimmy.
“Arroy kau membantu zara lagi kan?” tanya kimmy kesal
“ jika bukan karna kau bagaimana zara bisa mendapat tandatangan pak agus dalam proposalnya? ” Tanya kimmy lagi masih dalam keadaan kesal
“ Aku tidak melakukan apapun kimmy, sungguh” Ucap arroy meyakinkan kimmy dalam hatinya ia berdo’a semoga kimmy bisa percaya
“ iya! Arroy tidak melakukan apapun kim, dia hanya meminta zara menelpon pak agus melalui akunnya dan tadi pagi arroy menelponnya untuk sedikit meminta bantuannya agar dia menjaga kakak ipar” Saut zulfan yang dari tadi duduk di sofa sambil bekerja. Ia bicara dengan begitu santai tanpa menatap keduanya.
__ADS_1
Arroy merasa kesal karna zulfan mengatakan kebenarannya pada kimmy, ia menurunkan kakinya dengan cepat melempar bolpoin yang dimainkannya kearah zulfan.
Zulfan memungut bolpoin itu setelah mengenai kepalanya dan terjatuh kelantai, ia meletakannya di meja dengan kencang sambil menahan emosinya.
“ jika kau tidak sedang jadi bosku, aku akan melempar kembali bolpoin ini” ucap zulfan dengan penuh penekana
“ Jika kau bukan sepupuku, bukan bolpoin tapi bom yang kulemparkan” Saut arroy kesal karna zulfan mengacaukan usahanya untuk membodohi kimmy
“ cukup hentikan” ucap kimmy geram
Kimmy naik keatas meja, sambil bersimpuh dihadapan arroy ia menarik dasi arroy kencang hingga membuatnya tercekik
“ arroyan dylan alfarizki, secara tidak langsung kau sudah mengancam pak agus untuk membantu pekerjaan zara, kau bisa membantu zara dalam hal apapun, kapanpun, sesuka hatimu karna dia istrimu” kimmy berhenti bicara sejenak untuk mengatur nafasnya
“ tapi tidak dalam hal pekerjaan, ini peringatan terakhir dariku, jika kau ikut campur dalam pekerjaan zara lagi, aku akan langsung memecatnya” ucap kimmy memperingatkan arroy dengan tegas
Kimmy melepaskan dasi arroy kemudian berjalan pergi.
__ADS_1
Arroy benar-benar kesal pada zulfan, gara-gara zulfan ia hampir mati ditangan kimmy.