Diary Of Zara

Diary Of Zara
Pesta ulang tahun lili


__ADS_3

Hari-hari berlalu, kehidupan zara berlangsung dengan damai, meski tidak bahagia ia juga tidak bersedih. Ia bersyukur sejauh ini pekerjaannya berjalan dengan baik meski kehidupan pernikahaannya tidak jelas.


Pesta ulang tahun lili berlangsung dengan lancar di kediaman pak agus. Teman-teman lili pulang dengan perasaan bahagia, yang berulang tahun juga tak kalah bahagia. Zara dan timnya tengah melakukan briefing terakhir saat vinot dan lili memanggilnya dengan kompak.


“ Kak cantik”


Zara menghampiri vinot dan lili yang memanggilnya dari kejauhan, galih juga disana berdiri bersama kedua anak itu.


“ Kau belum pulang pria tampan” saut zara sambil tersenyum


Galih tersipu mendengar ucapan zara, padahal kata-kata itu ditunjukan untuk putranya, dan dia tahu hal itu.


“ Nona zara, kami ingin menyapa sebelum pulang, sejak kami datang kita tidak punya kesempatan bahkan hanya untuk bertegur sapa” ucap galih sambil tersenyum


“iya, terima kasih sudah datang tuan galih”


“kenapa sungkan, aku tidak melakukannya untuk dirimu, sepertinya usahamu sukses nona, lihatlah lili begitu bahagia”


“ Ya! Anda benar tuan galih, senang rasanya melihat anak-anak bermain dengan bahagia”

__ADS_1


“ walau belum menjadi ibu sepertinya naluri keibuanmu sudah begitu besar, sebagai orang tua tidak ada hal yang lebih penting dari kebahagiaan anak-anak bukan”


Galih dan zara sibuk dengan obrolan mereka, vinot dan lili juga tidak jauh berbeda dalam dunia mereka tentunya masih bermain dan tertawa. Mereka mengobrol cukup lama sampa kemudian zara mengantar mereka ke mobil. galih dan vinot berpamitan, keduanya mengungkapkan harapan mereka untuk bisa bertemu lagi dengan zara dilain kesempatan.


Vinot melambaikan tanganya ketika galih mulai menyalakan mesin dan melajukam mobilnya, menjauh dari kediaman pak agus.


Lili memeluk zara dengan erat, ia berterima kasih pada zara karna menepati janjinya, ia mengungkapkan kebahagiaannya dengan sedikit air mata. Kegetiran dalam kehidupan gadis kecil itu membuatnya lebih dewasa dari anak seumurannya.


“ Lili, sekali lagi kakak ucapkan selamat ulang tahun ya cantik, semoga kau dilimpahi kebahagiaan dan tolong bersikaplah selayaknya anak-anak, kau itu masih 7thn” ucap zara sambil tersenyum


Zara mengajak lili kembali, tanpa sengaja zara melihat kimmy dan arroy yang tengah bicara disudut taman, ia pun meminta lili masuk terlebih dahulu kemudian berjalan mendekati mereka.


Zara hendak pergi namun langkahnya terhenti saat namanya disebut, ia bersembunyi dibalik pohon mangga mendengarkan percakapan yang membuatnya semakin salah paham.


“ Jangan bawa-bawa zara dalam masalah kita terus kimmy, aku tahu dia istriku tapi kau juga tanggung jawabku”


“ tapi kau sudah berjanji untuk melepaskanku, arroy! aku mohon berhentilah merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi, disini aku yang bersalah”


“kau lupa, aku ikut andil dalam kejadian itu, aku yang memaksamu untuk melakukannya, berikan aku waktu kimmy, peduli padamu itu sudah jadi kebiasaan sekarang, aku berjanji akan melepas tanggung jawabku terhadapmu” ucap arroy sambil menggenggam tangan kimmy berusaha untuk meyakinkannya

__ADS_1


Kimmy menundukan kepalanya, ia memijat dahinya perlahan setelah melepaskan tanggan arroy, membuat arroy cemas


“ ada apa? Apa kau sakit lagi?” tanya arroy panik


“Arroy aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing” ucap kimmy


“ayo kerumah sakit” ucap arroy menarik tangan kimmy


“ tidak arroy” ucap kimmy melempar tangan arroy keudara


“pergilah... Jangan pedulikan aku lagi, aku tidak ingin zara melihat kita dan salah faham, jangan membuatku mulai merasa tidak nyaman dengan hubungan diantara kita, belakangan ini aku juga merasa ada yang salah dengan zara” Ucap kimmy


“ tidak ada yang salah dengan zara, masalahnya ada pada dirimu, kau terlalu sensitif” Jawab arroy


“arroy....”


“Kimmy...”


“ arroy mari kita akhiri sampai disini.....

__ADS_1


__ADS_2