
Satu tangan arroy memegang buku yang hampir menutupi wajahnya, dan tangan yang lainnya memeluk tubuh sang istri.
“bagaimana harimu? Apa menyenangkan pergi dengan selin?” tanya arroy sambil pura-pura tetap pokus baca buku
Meski sudah bersikap romantis nada suara arroy tetap tegas dan terkesan memerintah seperti biasanya.
Zara merasa sedikit bersalah pada suaminya, bagaimana pun tak seharusnya ia berbohong, namun ia terlalu takut untuk berkata jujur, pada akhirnya dia hanya diam
“ sudahlah, tidak masalah jika kau tidak ingin cerita” ucap arroy
Arroy terus membaca bukunya sambil mempererat dekapannya, hangatnya dekapan tubuh arroy perlahan membuat zara terlelap, melihat zara tertidur arroy pun tak ingin membuang kesempatan untuk tidur sambil memeluk sang istri.
Pagi harinya bi rani datang seperti biasa, melihat lilin serta kelopak bunga yang berserakan dilantai dan sebagian berterbangan tertiup hembusan angin dari luar membuatnya menggerutu,
“ dasar anak muda” ucap bi rani sambil menggelengkan kepala
Ia tidak menyangka bahwa pria yang ia besarkan bersama putranya kini mulai bersikap romantis sama seperti putranya, meski sudah sering melihat lilin yang didekorasi dengan sisi romantis dirumahnya, ia tetap merasa aneh karna biasanya arroy dinggin dan sedikit angkuh pada wanita.
__ADS_1
Bi rani masuk dengan perlahan karna takut mengganggu pasturi yang telah menghabiskan malam romantis bersama, ia membersihkan lantai ruang tamu dan mengembalikan keadaan, tertata rapih dan bersih seperti semula.
Melihat pintu kamar yang terbuka bi rani pun takuasa menahan keingtauanya, diam-diam ia mengintip kedalam kamar, terlihat arroy dan zara yang masih terlelap sambil berpelukan diatas sofa yang sebenarnya hanya cupuk untuk satu orang jika dipakai tidur.
Tanpa sungkan birani masuk kedalam kamar, diambilnya buku yang tergeletak dilantai setelah terlepas dari tanggan arroy, ia membersihkan kamar dengan berusaha keras tidak membuat suara yang akan membangunkan keduanya.
Udaranya cukup dingin pagi itu karna angginnya sangat kencang, bi rani menyelimuti keduanya, nanun tanpa sengaja ia menyenggol tangan arroy dan membuatnya terbangun.
Arroy terkejut melihat bi rani, wajahnya memerah karna merasa malu, namun ia hanya bisa tersenyum karna tak ingin membangunkan zara, bi rani mengelus rambut arroy sambil tersenyum dan bergegas keluar dari sana.
Dengan perlahan arroy bangun dan memindahkan zara keatas tempat tidur, ia membasuh wajahnya dan pergi kedapur untuk mengambil minum.
Wajah arroy lagi-lagi memerah karna malu, hal itu membuat bi rani semakin senang menggodanya
“tidak masalah dimanapun, meski tidak ditempat tidur disofa juga nyaman, lihat wajahmu itu memerah seperti buah tomat” ucap bi rani lagi-lagi menggoda
“ bibi cukup hentikan, aku mau buat sarapan, jika bibi terus menggodaku aku tidak tahu bagaimana rasanya nanti” Ucap arroy
__ADS_1
L
“Baiklah, baiklah, aku tidak akan menhgodamu lagi. Oh ya arroy! Kau tidak pergi mengajak zara untuk berbulan madu?” Tanya bi rani
“ putramu dan ceo perusahaan event organizer tidak mengizinkanku pergi bi, aku tidak bisa berbuat apa-apa, bibi tahu kan!” Ucap arroy menjelaskan
“bibi tahu kau sibuk mengurus bisnis-bisnismu yang berceceran itu, tapi belajarlah untuk bersikap bijak, apa aku harus mengajarimu untuk itu” ucap bi rani menasehati
“ aku tahu apa maksud bibi, mereka melakukan itu karna mereka juga kewalahan mengurus perusahaan, lagi pula aku hanya bekerja saat terdesak, selebihnya aku bekerja semauku, mengenai zara aku sudah berencana mengajaknya kencan hari ini, jadi bibi tidak usah menghawatirkannya” Ucap arroy memberi pengertian
Arroy mengantarkan sarapan untuk zara, ia mencium kening zara hingga membuatnya terbangun, namun zara justru kesal karna arroy terlambat membangunkannya.
Arroy menarik tangan zara ketika ia hendak turun dari tempat tidur, “ tidak usah terburu-buru, masih ada waktu sampai jam 9” ucap arroy dengan santainya
Zara terus meronta meminta untuk dilepaskan, bahkan setelah arroy memberi tahu bahwa mereka akan berkencan, zara tetap tidak mau dia, ia berpikir arroy hanya bermain-main dengannya.
Arroy menggelengkan kepalanya tak habis pikir, karna kesal ia menarik zara dalam pelukannya,
__ADS_1
“ aku sudah merendahkan diriku dihadapan kimmy untuk memintanya memberimu cuti, jangan buat pengorbananku jadi sia-sia” ucap arroy
“ arroy, aku mencintaimu...