
Waktu berlalu dengan cepat, hari ini pun zara lembur dan harus pulang malam, lagi-lagi kenzo datang dan menawarkan untuk mengantar zara pulang. Sebuah mobil civic berhenti tepat didepan mobil kenzo. Ponsel zara bergetar mengalihkan perhagianya, terlihat notifikasi pesan muncul dilayar ponselnya.
“ Ra aku masih banyak pekerjaan jadi tidak bisa mengantarmu, naiklah ke mobil civic didepanmu, pak udin akan mengantarmu sampai rumah” Ucap arroy dalam pesan
Seorang pria paruh baya yang turun dari mobil itu menghampiri zara, ia menyapa dan memperkenalkan diri pada zara.
“ naik ke mobil ku saja ra, jaman sekarang ada banyak penjahat, siapa tau...
“ saya supir pribadi tuan zulfan dari the dream hotel” ucap pak udin memotong ucapan kenzo
Meski pak udin sudah menunjukan name cart yang ia miliki kenzo tetap tidak percaya dan meminta zara untuk naik ke mobilnya saja, ia bahkan meragukan keaslian name cart itu.
“ itu asli kak, tidak usah khawatir suami zara sudah bilang kalau pak udin akan jemput zara” ucap zara meyakinkan
__ADS_1
Zara berpamitan pada kenzo dan pergi bersama pak udin. Dalam perjalanan zara meminta maaf atas ketidak sopanan kenzo, untungnya pak udin bisa mengerti. Setelah pulang kerumah zara langsung tidur.
Pagi harinya ketika zara bangun ia tidak lagi melihat arroy dikamarnya. Zara sudah mecari ke setiap ruangan tapi tidak menemukanya. Zara pun mandi dan beriap untuk kekantor, belum samapi keluar rumah perut zara keroncongan, ia pun berbalik arah menuju dapur, karna malas untuk membuat sarapan zara berniat sarapan buah saja.
Saat zara hendak mengambil buah zara melihat piring di meja yang ditutup rapat serta secerca kertas yang menarik perhatiannya, zara mengambil kertas yang tertempel di penutup piring itu dan membacanya.
“ Selamat pagi zara... Aku sangat sibuk, tapi dini hari tadi aku pulang walau hanya untuk berganti pakayan, kulihat kau masih tidur pulas, aku buatkan omurice untuk sarapan agar kau tidak usah repot-repot membuat sarapan sendiri, saat kau memakanya mungkin omuricenya sudah dingin, tapi semoga kau menikmati sarapanmu”
Dan ketika zara tengah absen ia dikejutkan oleh kenzo yang tiba-tiba muncul dihadapanya. Kenzo memberikan secangkir kopi yang ia bawa kepada zara. Zara berterima kasih dan mereka pun naik life bersama.
Didalam life sikap kenzo sedikit agresif, ia merangkul zara lebih dekat dari biasanya, dalam candaannya ia bahkan sampai memeluk zara, hal itu membuat zara tidak nyaman, meski begitu zara terus menahan diri karna tak ingin merusak hubungan baik yang sudah terjalin.
Setelah duduk diruang meeting zara terus menghelan nafas, pasalnya rasa nyaman yang ia rasakan saat bersama kenzo tiba-tiba saja hilang, ia terus memikirkan hal itu hingga sulit untuk konsentrasi pada pekerjaannya.
__ADS_1
Ada pemandangan yang berbeda saat zara kembali keruanganya. Biasanya 5 menit sebelum waktu makan siang tiba semua orang sudah bersiap untuk pergi, melihat semua orang masih fokus bekerja membuat zara merasa aneh.
“ Kak ko ga pada makan siang si?” tanya zara ketika melihat para seniornya masih bekerja
“gimana mau makan siang kalau lagi gawat gini ra” jawan sovi
“ gawat! maksudnya?” Tanya zara tak mengerti
“ Bukan apa-apa ko ra, gue, riri, sama ola tuh kerja di ruang ceo soalnya kita lagi persiapan buat even project besar” saut soni yang berdiri di pintu
“ Sudah lewat 10 menit loh, kalian beneran ga pada mau makan siang” saut riri yang juga berdiri di pintu
Setelah mendengar ucapan soni semua orang bernafas lega, mereka berbondong-bondong meninggalkan tempat untuk pergi makan siang. Sebelum pergi ola mendekati zara, ia berbisik memberi tahu zara bahwa arroy memintanya pergi keruangannya.
__ADS_1