Diary Of Zara

Diary Of Zara
Dipaksa


__ADS_3

Zara keluar dari kantornya tepat pukul 04:20 sore. Kenzo sudah menunggu didepan gedung dengan mobilnya.


“ Di jemput ga ra?” Tanya kenzo yang kemudian turun dari mobil


“ Ga tau ka” Jawab zara jujur


Kenzo menarik tangan zara dan membukakan pintu mobil, ia meminta zara masuk dengan sopan dan lembut. Kenzo masuk kedalam mobil dan membawa zara kesebuah cafe.


“ Loh ko kita kesini kak?” Tanya zara terkejut


“Kita ngafe dulu sebelum balik ya ra, lagian kamu juga suka kopi kan! Kopi di sini tuh enak banget ra, wajib dicoba” Ucap kenzo sambil membuka seatbelt kemudian menatap zara.

__ADS_1


Kenzo meyakinkan zara untuk ikut dengannya. Zara yang tidak punya alasan untuk menolak terpaksa menyetujuinya. Kenzo turun dari mobil kemudian membukakan pitu untuk zara, lagi-lagi kenzo bersikap sangat sopan membuat zara sedikit curiga.


Seorang pelayan bergegas menghampiri kenzo dan zara ketika mereka memasuki lestoran, pelayan itu kemudian menunjukan jalan menuju private room. Zara menghentikan langkahnya merasa ragu dengan keputusannya.


“ ga pa-pa ra, aku cuma ga mau ada orang yang liat kita dan salah faham, kamu kan udah menikah” ucap kenzo sambil memegang tangan zara.


Kenzo menarik zara setelah meyakinkanya untuk mengikuti keinginanya. Setelah duduk di private room kenzo memesan 2 cangkir latte dan waffel sebagai kudapanya.


Kenzo terus sibuk dengan ponselnya, tidak lama kemudian pesananpun datang. Setelah pelayan pergi kenzo yang duduk didepan zara pindah kesamping zara, ia menyimpan ponselnya kemudian menatap zara sambil tersenyum.


Kenzo memeluk zara, ia menyandarkan kepalanya di tubuh zara, dengan perlahan ia mengecup dan menjitati leheh zara. Zara berontak dan bergegas bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


“ kak, tolong jangan melakukan sesuatu yang membuat zara tidak nyaman, sikap kakak hari ini, zara akan melupakannya, tapi zara harap tidak ada lain kali” ucap zara kesal


Kenzo tertawa mendengar ucapan zara, ia bangun dan mendekati zara hingga membuat zara tersudut. Zara memalingkan wajah dari tatapan kenzo.


“ Ga usah so polos deh ra, aku udah tahu seperti apa kau sebenarnya. Zara, aku akan berikan apapun yang kau minta tapi sebagai gantinya kamu temani aku 3 jam saja” Ucap kenzo dengan sombongnya


“ Kak zara bukan wanita yang seperti itu” ucap zara kesal sambil melayangkan tatapan tajamnya pada kenzo


“ Ayo lah ra, aku udah liat dengan mata kepalaku sendiri, saat kau berduaan dengan pak arroy, tidak hanya duduk dipangkuanya kau bahkan memeluknya, bersama ku kau hanua habrus diam, aku jamin kau juga akan puas” ucap kenzo sambil tersenyum licik


Tanpa memberikan zara waktu untuk menjawab ataupun menjelaskan, kenzo mencium zara dengan paksa. Zara yang kesal dengan sikap kenzo mendorong kenzo sekuat tenagga hingga kenzo terjatuh, ia lari keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Zara berdiri dipinggir jalan menunggu taxi sambil menahan tangis. Sebuah mobil jazz berhenti tepat didepan zara, pak udin keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk zara. Zara masuk kemobil dan duduk dia di kursi belakang, pikiran zara bagaikan benang yang kusut, begitu pun dengan perasaannya.


Setibanya dirumah zara mandi dan berganti pakayan, ia duduk didepan cermin mencoba menenangkan diri. Melihat goresan merah bekas kecupan yang tertinggal dilehernya membuat zara cemas, ia mencoba untuk menutupinya. Air matanya tumpah kala ia membaringkan dirinya diatas tempat tidur, tangis kesedihanya begitu dalam hingga jeritannya pun tak bersuara.


__ADS_2