Diary Of Zara

Diary Of Zara
Lubang kebohongan


__ADS_3

Zara masuk kedalam lubang kebohongan yang dibuat selin, setelah mendengarkan percakapan arroy dan kimmy ia semakin yakin bahwa hubungan diantara mereka bukan hanya sekedar teman biasa, ia juga semakin yakin bahwa anak yang dikandung kimmy adalah buah cinta mereka.


Hati zara terasa sakit bagai tertimpa benda berat, air matanya mengalir membasahi pipi tanpa permisi. Entah karna rasa cemburu atau meratapi kemalangannya yang bertambah. Pikirannya meminta zara pergi dari sana agar hatinya tidak semakin terluka, namun hatinya memintanya untuk tetap diam ditempat, masih berharap ia hanya salah faham.


Zara tak bisa mengendalikan langkah kakinya hingga tanpa sengaja ia menginjak patahan ranting ditanah, mengalihkan perhatian kimmy dan arroy, keduanya kini menatap kearah zara. Zara bergegas menyeka air matanya, mengendalikan diri memaksakan senyumnya.


“Zara...”


Kimmy hendak menghampiri zara namun arroy mencegahnya, ia menggelengkan kepala melarang kimmy disertai dengan tatapan tajamnya.


“maaf aku tidak sengaja mendengarkan percakapan kalian”


“ kau sudah mendengar semuanya, bagaimana menurutmu?”

__ADS_1


Pertanyaan arroy bagaikan tamparan bagi zara. Zara berpikir ia harus memberikan jawaban yang membuat arroy senang, jika ia memberikan jawaban yang membuat arroy kesal mungkin saja nyawa orang tuanya bisa melayang.


“ Kenapa harus memikirkan aku bu kimmy, tentu saja arroy harus bertanggung jawab untuk apa yang telah kalian lakukan, bu kimmy pikirkanlah anak yang ada dalam kandungan ibu...


Kimmy terkejut mendengarkan ucapan zara, ia menyadari zara sudah salah faham terlampau jauh tentang hubunganya dengan arroy, meski ingin menjelaskan ia tidak bisa bicara karna arroy terus memberi isarat tidak ingin ia ikut campur masalah diantara mereka.


“ dia membutuhkan ayahnya”


“ Bagaimana denganmu zara?”


“ bagaimana dengan perasaanmu?”


“ Apa yang kau hawatirkan, meski aku membenci dirimu bukankah aku tetap harus membuatmu bahagia”

__ADS_1


“kenapa?”


“ karna hidup dan mati orang tuaku ada ditanganmu, aku tau itu, aku sadar akan posisiku”


Arroy terus bertanya sambil terus menatap zara, mencari kecemburuan dalam mata zara namun yang ada hanyalah penderitaan, yang ia tangkap dari semua ucapan zara hanyalah kata kebencian yang zara ucapkan dengan penuh penekanan. Dengan memaksakan senyumnya arroy pun berjalan menjauh.


Kimmy yang tidak bisa menahan rasa kesalnya sedari tadi memdekati zara dan mulai bicara menegurnya dengan suara pelan namun penuh penekanan


“Kau sudah menikah dengan arroy, jika kau mau salah faham harusnya kau kesal padaku, marah padaku, karna dia lebih peduli dan lebih perhatian padaku, jika kau ingin berpisah darinya tidak usah sampai mengarang cerita zara”


“bagaimana aku bisa kesal? Bagaimana aku bisa marah? Jika aku bahkan tidak punya perasaan apapun padanya, aku memang ingin berpisah darinya jika bisa” ucap zara dengan suara lentang, ia sengaja melakukannya agar arroy bisa mendengar.


Air mata arroy jatuh setelah mendengar ucapan zara, perasaannya benar-benar terluka, setelah berusaha begitu keras zara masih juga tak mencintainya. Tidak ada yang lebih menyakitkan selain tuduhan yang ditudingkan sang istri.

__ADS_1


“ Kau tuduh seakan aku bersalah, demi tuhan zara cintaku hanya untukmu saja” ucap arroy lirih, suaranya tidak sampai terdengar zara maupun kimmy, hanya dia dan tuhan yang mendengar kepiluanya...


__ADS_2