
“ Aku mengenal semua teman selin, tapi aku baru pertama kali melihatmu”
“ Saya zara tante, saya memang baru pertama kali datang berkunjung, apa selanya ada tante?”
Wanita paruh baya itu langsung bangun ketika zara menanyakan prihal sela, wajahnya mendadak pucat, ia memegang kening dan berteriak memanggil suaminya.
“Tuan ahmed...”
Berkali-kali ia memanggil nama itu hingga seorang pria paruh baya menuruni tangga dengan setengah berlari. Wanita itu berlari kedalam pelukan suaminya, tangisnya pecah dalam pelukannya itu.
“ Apa yang terjadi? Apa yang kau katakan pada istriku? Penjaga...”
Pria paruh baya itu marah setelah melihat istrinya menangis, ia memanggil bodyguardnya. Tak butuh waktu lama beberapa orang berbadan kekar sudah memenuhi ruangan, siap menerima perintah.
“ Usir wanita itu” titahnya sambil menunjuk ke arah zara
__ADS_1
Dengan sigap para bodyguard itu mendekati zara. Zara yang tengah duduk seketika berdiri karna terkejut. Mereka menggenggam lenganya dengan erat, siap menyeret zara keluar dari sana.
“Tunggu tuan, aku tidak melakukan apapun” ucap zara menyatakan pembelaan. Ia mempertahankan posisinya dengan sekuat tenaga.
Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya, ia meminta pengawal untuk melepaskan zara.
“ tunggu... Lepaskan wanita itu, sayang tolong jangan usir dia” pinta wanita itu sambil mengusap air matanya.
Tuan ahmed menganggukkan kepala, dengan sigap para pengawal itu melepaskan zara. Wanita itu menatap lekat mata suaminya, dengan suara tangis yang masih terisak ia membisikan sesuatu pada suaminya.
“ Nak, maaf atas kecerobohanku” ucap tuan ahmed memulai percakapan
“ Tak apa tuan, saya bisa mengerti, tuan sangat menyayangi keluarga tuan, saya minta maaf jika kedatangan saya membuat keributan” ucap zara dengan hati-hati
Tuan ahmed memanggil seorang pelayan dan memintanya membawa istrinya masuk kedalam kamar, kini hanya ada zara dan tuan ahmed yang duduk diruang tamu. Jantung zara berdebar kencang, ia tahu pria paruh baya itu adalah tuan ahmed, salah satu pejabat negara yang terkenal kejam menghadapi lawanya namun bersikap lembut pada rakyatnya.
__ADS_1
“ Nak zara, apa kau baru pulang dari luar negri?”
“ Bagaimana tuan bisa tau” ucap zara terkejut
Tuan ahmed tersenyum “ pantas saja kau tidak tahu, sela sudah meninggal 10thn lalu, meski sudah begitu lama ibunya masih belum bisa menerima kematian sela, karna sedari kecil sela selalu menghabiskan waktu dengan ibunya” Ucapnya lirih
“ Maaf tuan tapi setahu saya yang meninggal itu selin, saya sering bertemu sela, terakhir kali ia bahkan ikut mengantar bos saya kerumah sakit” ucap zara dengan hati-hati
Tuan ahmed membelalakan matanya, ia terkejut mendengar pernyataan zara. Zara memperlihatkan potretnya bersama selin. Dari ekspresi wajah tuan ahmed zara bisa menebak bahwa selama ini sela membohongi semua orang termasuk kedua orang tuanya.
“ Nak zara, kau pasti salah faham, jika yang meninggal adalah selin sela tidak mungkin bisa berkeliaran diluar rumah, karna sela alergi pada sinar uv, ia tidak bisa bertahan dibawah sinar matahari karna kulitnya akan memerah” Ucap tuan ahmed menjelaskan
“ Maaf tuan, mungkin saya yang salah faham, terakhir kali saya melihat sela, maksud saya selin bertemu dengan kekasihnya di pemakaman, pria itu memanggil selin dengan nama sela dan ia juga bersikeras mengatakan bahwa yang meninggal itu selin”
Setelah mendengar penjelasan zara tuan ahmed menanyakan prihal maksud kedatanganya. Setelah tahu zara datang mencari selin ia pun memberi tahu bahwa selin sedang sibuk merintis bisnisnya, belakanngan ia pergi keluar negri dan belum ada kabar sampai saat ini.
__ADS_1
Setelah mengetahui ia tidak bisa bertemu selin zara pun berpamitan. Sebelum pergi tuan ahmed meminta zara untuk tidak menyinggung nama sela didepan istrinya ataupun orang lain. Zara hanya menganggukan kepala kemudian beranjak pergi.