Diary Of Zara

Diary Of Zara
Chapter bonus The and


__ADS_3

Lia membawa zara mengikuti arroy, mereka pergi kesebuah butik untuk memilih gaun pengantin, entah zara sengaja atau tidak, tapi ia banyak membuang waktu hanya untuk memilih gaun pernikahan


“ Arroy bagaimana? “


“ Itu bagus sayang”


“ Menurutmu begitu! Menurutku gaun ini terlalu berlebihan, aku ingin coba yang lain”


20 menit kemudian.


“ Arroy yang ini bagaimana? “


“ Itu juga bagus sayang, simple dan elegan”


“ Benarkah! Menurutku ini terlalu simple, aku ingin coba yang lain dulu”


20 menit kemudian.


“ Arroy yang ini bagaimana? “


“ Kau cantik pakai apapun sayang”


“ benarkah, tapi menurutku...


Entah sudah berapa 20 menit kemudian yang berlalu, tapi setengah hari itu dihabiskan hanya untuk memilih gaun, bahkan hingga waktunya butik untuk tutup zara masih belum menemukan gaun yang membuatnya puas, para pegawai sudah kelelahan meladeni permintaan zara, hampir semua gaun sudah dicoba tapi tidak ada yang bagus menurut zara.


Arroy terus melihat jam, hari sudah larut dan zara masih ingin coba gaun yang lain. Setelah mempertimbangkan waktu dan keadaan arroy pun memutuskan untuk membawa zara pulang.


Anehnya saat dibutik zara begitu semangat sampai tidak terlihat lelah, namun dalam perjalanan pulang ia tertidur pulas seperti orang yang benar-benar kelelahan.


Seperti biasa, jika zara tertidur dimobil arroy menggendongnya masuk. Rencana arroy untuk bercumbu mesra dengan romantis gagal karna zara tertidur, padahal arroy sudah meminta staf hotel untuk menyiapkan kamar dengan dekorasi yang romantis.


Arroy hanya bisa menghela nafas seraya berkata “ sudahlah... Tidak apa-apa, masih ada hari esok” meyakinkan diri sendiri agar tidak risau.


Pagi ini arroy juga bangun siang, ia terkejut melihat boneka tedi yang terduduk ditempat seharusnya zara berbaring, sebuah note tertempel dilambang hati yang dipegang boneka


Tertulis


Sayangku aku diculik ibu, untuk sementara biarkan boneka ini yang menemanimu agar kau tidak kesepian


Sejak itu arroy kehilangan semangat, ia selalu menghela nafas berat karna gelisah, bahkan sampai saat waktu resepsi tiba arroy masih gelisah.


“ arroy kau sudah selesai bersiap? “ tanya zulfan


“ Ini tidak bisa dibiarkan, aku bisa gila jika tidak bertemu zara” keluh arroy


Arroy hendak pergi keruang make up pengantin wanita namun dicegah oleh zulfan.


Dan ketika zulfan lengah, arroy bergegas pergi keruangan zara untuk melihatnya, sayangnya pintu ruang rias zara dikunci dengan rapat.


“ zara.... Zara... Ini aku! buka pintunya sayang aku rindu” teriak arroy seraya menggedor pintu

__ADS_1


Pintu itu terbuka namun zara tidak ada disana, yang ada disana hanya kimmy dan kekasihnya fais


“ Hai arroy “ sapa keduanya dengan senyum hangat


“ Dimana zara? “ tanya arroy penasaran


Sayangnya kimmy dan fais hanya mengangkat bahu memberi pertanda bahwa mereka tidak tahu, arroy yang kesal menghela nafas kasar, ia keluar dengan membanting pintu.


Zara yang baru dari toilet melihat arroy keluar dari ruangannya,


“ arroy “ panggil zara pelan, ia hendak menghampiri arroy namun dicegah oleh agni dan tiffani


“ Zara, biarkan dia merindukanmu, tahanlah sebentar lagi” ucap tiffani


“ Tapi....


“ tidak ada tapi zara, jangan bertemu arroy sampai upacara resepsi dimulai, kau mengerti” ucap agni tegas


Zara hanya mengangguk. Setelah arroy tak lagi terlihat zara, tiffani dan agni masuk keruangannya, zara terkejut melihat faiz dan kimmy berada disana


“ Zara, selamat atas pernikahanmu” ucap kimmy dengan tulus seraya memeluk zara erat


Setelah kimmy melepas pelukannya, faiz juga memberikan ucapan selamat pada zara seraya berjabat tangan.


“ Ra makasih karna sudah memberi tahu kimmy kalau yang hidup bukan selin tapi sela, walau kimmyku jadi menangis sepanjang malam tapi ia jadi lega setelah mengetahui bahwa bukan sahabatnya yang membencinya” Ucap faiz seraya menepuk lengan zara


“ pasti berat untukmu ya kak kim! “ sahut zara menatap kimmy


“ hmmm... Berat itu pasti, tapi aku dan arroy jadi bisa hidup lebih baik tanpa ada rasa bersalah pada satu sama lain, begitupun dengan keluarganya, dan aku yakin sahabatku selin pasti sudah bahagia disurga, karna dia orang yang baik” Ucap kimmy


“ Setelah tuan ahmed mengetahui kebenaran, ia memulangkan putrinya, sela dipenjara atas perbuatannya, sejujurnya aku masih tidak menyangka, hanya karna cemburu dia tega melenyapkan sodara kembarnya” ucap kimmy lirih


“ dia pantas mendapatkan hukuman atas perbuatan kejamnya, aku dengar sela banyak berubah sejak dipenjara, hubungannya dan tuan ahmed pun jadi lebih baik” Sahut faiz


“ walau bagaimanapun sela kan putrinya, ia juga sudah salah karna terlalu menyayangi selin dan tanpa sadar jadi mengabaikan sela” sahut zara


“ zara sudah siap, ayo keluar, acaranya sudah akan dimulai “ ucap izam yang datang untuk memanggil zara


Zara sudah siap dibalik pintu kanan, sementara arroy dibalik pintu kiri, izam mulai membuka acara dan mempersilahkan kedua mempelai masuk.


Begitu pintu dibuka arroy terpesona melihat kecantikan sang istri, ia hendak berlari namun ditahan oleh fais dan zulfan


“ Berjalan perlahan arroy” Tegur zulfan dengan suara pelan namun tegas


Arroy berjalan masuk dengan didampingi zulfan dan fais, sementara zara didampingi oleh kedua sahabatnya tiffani dan agni, ketika mencapai titik temu arroy hendak memeluk zara, namu zara ditarik mundur,


“ Tolong kendalikan dirimu tuan” Tegur fais dan zulfan pelan namun tegas.


Arroy menghela nafas berat, entah sudah berapa kali ia melakukan itu, ia berusaha untut tetap tampil cool dihadapan para tamu, meski begitu zara tahu dari senyuman manis itu suaminya memiliki rencana lain


Acara berlangsung dengan baik, kedua mempelai terlihat bahagia, begitupun dengan para tamu undangan, kini tiba saatnya zara melempar bunga, setelah hitungan ketiga zara melempar bunga sambil membelakangi sekelompok para tamu, teman, dan kerabat yang masih belum menikah.

__ADS_1


Bunga itu mendarat ditangan agni, tapi bukan hanya agni yang memegamgnya, galih juga memegang bunga itu.


“ tuan galih yang terhormat, tolong lepaskan tanganmu, dan biarkan aku memiliki bunga ini” pinta agni sopan


“ Maafkan aku nona agni, aku membutuhkan bunga untuk melamar seseorang” ucap galih


Agni menghela nafas kemudian berkata “ aku juga ingin dilamar dengan bunga dan menikah ” keluhnya seraya melepaskan tangan, ia merelakan bunga itu untuk galih


Setelah mendapatkan bunga galih berlutut dihadapan agni seraya berkata “ kalau begitu menikahlah denganku” ucap galih merebut perhatian para tamu


“ Maaf tuan galih, aku sudah punya calon” ucap agni berbisik


“ Aku adalah calon suamimu, kau tidak tahu, aku ini ayahnya vinot” bisik galih


“ Apa? “ ucap agni, karna terkejut agni bicara sedikit kencang


Galih menganggukan kepala dan mencoba meyakinkan agni dengan kode.


“ tuan galih yang terhormat, kau melamar seorang wanita dengan bunga dari pernikahan orang dan tanpa cincin pula, itu tidak mencerminkan dirimu sebagai pemilik perusahaan zione grup” ucap agni sambil tersenyum


“ Kalau begini bagaimana? “ sahut vinot dari belakang agni, ia juga berlutut seraya memegang cincin berlian


“ apa bunda mau menjadi ibuku dan juga istri ayahku? “ tanya vinot dengan gaya anak kecilnya


“ kalau vinot yang meminta aku tidak akan menolak” ucap agni seraya mengambil cincin dari tangan vinot


Galih dan vinot berdiri, agni menyerahkan cincin pada galih dan memintanya untuk memasangkan cincin itu dijari manisnya, setelah memasang cincin galih menutup mata vinot lalu mencium agni dengan mesra.


Menyaksikan ciuman mesra galih, izam jadi ingin mencium tiffani, fais juga terbawa suasana dan mencium kimmy, ciuman itu bagai racun yang seolah menyebar, zulfan mencium istrinya dan para tamu lain yang datang dengan pasangan mereka juga berciuman dengan mesra.


Author : acara pesta resepsi pernikahan jadi acara ciuman masal ya!


Semuanya berakhir bahagia, karna begitulah sebuah cerita berakhir.


Tapi kenapa semua panitia jadi panik, para tamu pulang dengan bahagia, pengantin juga bahagia, acara juga berjalan dengan lancar, lalu apa masalahnya


Izam : kau benar author acara berlangsung lancar


Kimmy : semua tamu pulang dengan bahagia


Agni : arroy dan zara juga bahagia


Fais : tapi dimana zara dan arroy sekarang


Tiffani : ini waktunya konferensi pers


Author : benar juga! Apa yang sudah terjadi sampai arroy dan zara bisa menghilang, apa jangan-jangan mereka diculik?


Galih : bukan hilang ataupun diculik, masa begitu saja tidak tahu, mereka sudah kabur saat ciuman masal terjadi


Author : iya! Tapi mereka pergi kemana?

__ADS_1


Vinot : tentu saja pergi bulan madu, anak kecil saja tahu masa author tidak tahu...


Author : astaga.... Anak ini...


__ADS_2