
Zara yang tengah duduk didepan telvisi menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka, pandangan matanya terus mengikuti arroy yang berjalan masuk rumah.
Zara bangun dari tempatnya setelah melihat arroy berlalu dibelakangnya, ia mengikuti arroy yang berjalan menuju kamar sambil terus memperhatikan suaminya.
Arroy mengeluarkan ransel dan beberapa baju dari lemari.
Zara yang awalnya hanya berdiri dipintu memberanikan diri untuk mendekat, ia duduk ditepi ranjang, matanya tak juga berpaling dari arroy yang tengah sibuk packing saat itu.
“ Kau akan pergi lagi?”
“Ia”
Setelah mendengar jawaban yang singkat itu zara terdiam, ia menatap lantai yang dipijaknya dengan cemas.
Arroy yang melihat tingkah aneh sang istri pun menghentikan aktivitasnya, ia menarik kursi kecil untuk duduk dihadapan zara, sedikit membungkuk menyejajarkan wajahnya dengan sang istri.
Arroy memegang dagu zara, mendongakan kepalanya agar bisa menatap matanya, ia memberi isyarat namun zara tidak mengerti.
Zara tidak bisa berpikir, ia terlalu sibuk dengan kegugupannya saat menatap wajah suaminya yang begitu dekat, hatinya berdebar kencang, keringat didahinya pun menumpuk tanpa bisa ia seka.
Arroy menghela nafas kemudian bertanya “ kau kenapa?”
“ Ti...tidak” Menjawab dengan gugup
“ Kenapa?” tanya zara ragu
“ Aku harus pergi karna sepertinya ada yang tengah bermain-main denganku”
Arroy bicara tanpa memalingkan tatapannya, senyum liciknya membuat tubuh zara bergetar ketakutan.
Arroy semakin mendekatkan wajahnya. Zara yang berpikir arroy hendak menciumnya pun memaksa matanya terpejam.
Arroy berhasil menahan gejolak hatinya, ia melepaskan zara dan menjauhkan wajahnya yang mulai terasa panas.
Detik demi detik berlalu namun zara tak kunjung merasakan sentuhan bibir arroy, perlahan ia pun membuka matanya, rasa malu menyelimuti diri zara ketika mendapati sang suami sudah kembali sibuk dengan urusannya.
__ADS_1
‘ astaga zara.... Kenapa sepertinya kau berharap dicium olehnya, memalukan... ‘ ucap zara dalam hati, senyumnya mereka ketika melihat sikap serius suami tampannya itu.
“ Sepertinya kau sangat senang aku pergi” ucap arroy
“ tidak” sahut zara cepat
“ bukankah kau tidak nyaman dekat denganku”
“ Tidak seperti itu, aku mengatakannya karna...
Sejenak arroy kembali menghentikan aktifitasnya ketika zara menggantungkan ucapannya. Senyumnya menyeringai berharap zara akan mengatakan bahwa ia cemburu saat itu.
“ maaf, karna aku sudah salah faham” ucap zara lirih
Lagi, arroy menghela nafasnya, ia harus kembali menelan rasa kecewa, emosi dalam hati membuat tangannya bekerja lebih cepat, kini ia sudah siap untuk pergi.
Zara memegang ujung baju arroy ketika ia hendak berjalan pergi. Ia berdiri dihadapan suaminya sambil mengumpulkan keberanian, memejamkan matanya sejenak sambil berusaha merangkai kata-kata.
“ aku...
Arroy melepas tangan zara yang mengantung di bajunya, ia melewati zara
“ Ingin ikut boleh tidak” ucap zara cepat, matanya terpejam menahan rasa takutnya.
Langkah arroy terhenti, ia kembali berdiri dihadapan zara, menanyakan keseriusanya
“ apa kau yakin”
Zara hanya mengangguk, matanya masih terpejam, ia tidak berani menatap arroy yang berada dihadapannya.
Arroy menarik tangan zara dan membawanya pergi, menuju garasi.
Kau tunggu disini, aku akan mengeluarkan mobil dari garasi.
Zara berjalan menapaki halaman luas yang hanya dihiasi rerumputan seperti lapangan bola,
__ADS_1
“ dimana garasinya? “ tanya zara bingung, pasalnya selama ia tinggal dirumah itu ia tidak pernah melihat garasi.
“ Dibawah kakimu” ucap arroy sambil menggeser pot bunga yang berada didepan tiang rumah.
“menjauh dari pintu zara” ucap artoy
Zara hanya mematung tak mengerti. Arroy yang melihatnya pun mulai bertindak, ia menarik zara untuk berdiri disampingnya.
Dengan cepat arroy menarik tuas dan tanah pun terbelah menjadi dua, arroy mengajak zara untuk masuk, menapaki tangga eskalator selebar pintu yang tidak bergerak sama sekali.
Karna terpukau dengan garasi bawah tanah itu zara tertinggal jauh dari arroy. Arroy yang tidak menyadari hal itu merubah eskalator ke mode travelator.
Zara yang terkena guncangan pun terjatuh hingga terduduk, ia terperosok hingga bawah begitu eskalator berubah mode.
“ ini bukan perosotan zara” ucap arroy sambil tersenyum
“ Kau sengajakan! “ Seru zara kesal sambil mengelus pantatnya yang sakit
“ Ia, memang, itu balasan karna kau sudah berpikir seenaknya, kenapa? kau marah?” ucap arroy menyeriangai
‘ sabar zara sabar,,, kau tidak bisa membuat masalah lagi dengannya’ Zara hanya bisa bicara dalam hati untuk menahan emosinya.
Keduanya masuk kedalam mobil, arroy dikursi pengemudi sementara zara duduk dikursi belakang.
“ Zara aku bukan supir, pindah ke depan” ucap arroy memerintah
“ Tidak mau” ucap zara tegas
Lagi, arroy menghela nafasnya.
“ maaf” ucap arroy sambil memasang seatbelt
“ Iya” jawab zara singkat
Keduanya pun tersenyum. Arroy menyalakan mobil dan keluar dari garasi, tak lupa ia menutup kembali pintu garasi sebelum membawa mobilnya pergi melaju ditengah kepadatan jalanan kota.
__ADS_1