
Arroy memarkirkan motornya disebuah pasar malam, arroy berniat mengajak zara mencicipi makanan disana.
“Arroy kenapa kita kesini?” Tanya zara binggung
“Aku lapar ra, kita makan dulu sebelum pulang, kau bisa makan apapun, anggap saja sebagai ucapan selamat untuk pekerjaan barumu” Ucap arroy sambil tersenyum
Arroy memegang tangan zara, menuntunya untuk duduk di salah satu meja.
Seorang pelayan dari salah satu kedai menghampiri mereka “Selamat malam tuan arroy, tuan jarang terlihat belakangan ini, pasti sibuk ya!” Ucapnya sambil tersenyum
Pelayan itu memberikan buku menu pada zara, ia seolah ingin menanyakan siapa zara namun sedikit sungkan.
“Aku pesan kwetiau goreng dan lemon tea, kau mau pesan apa arroy?” ucap zara diiringi tanya
“ seperti biasa kan tuan, aku sudah tau apa yang tuan suka, atau mau di ganti?” Saut pelayan itu
“bawakan aku makanan yang biasa saja” ucap arroy sambil menatap pelayan itu dan tersenyum
Pelayan itu pergi meninggalkan meja sambil tersenyum senang.
__ADS_1
“ sepertinya kau sering datang kesini ya!” ucap zara ketus
Zara merasa tidak senang melihat pelayan yang bersikap kecentilan itu dan juga cara suaminya menatap dan tersenyum padanya.
“ ya! Hampir setiap hari, jika aku lapar setelah pulang kerja aku pasti mampir” jawab arroy dengan gaya santainya.
Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan pun datang, lagi-lagi pelayan itu menggoda arroy, ia mengedipkan satu matanya ketika menyajikan makanan untuk arroy, dan arroy terlihat senang dengan hal itu.
Zara pura-pura tidak melihatnya, ia mencoba makanan yang dipesanya, rasanya yang enak membuat zara makan dengan lapap hingga melupakan kekesalannya.
Malam semakin larut, arroy pun mengajak zara pulang, ia sengaja mengendarai motornya dengan cepat agar zara memeluknya, dan itu berhasil, zara memeluk erat tubuh arroy sepanjang perjalanan pulang.
“Ayo kita coba lagi” ucap arroy memeluk zara dari belakang
Zara hanya mengangguk dan arroy merasa sangat senang, tanpa basa basi arroy melepas kaos dan celana yang ia kenakan, dan ia juga melepas baju zara.
Mereka kembali mencoba melakukan hubungan suami istri, arroy menyentuh zara dengan lembut namun karna zara teringat rasa sakitnya ia selalu menghentikan arroy
“Tunggu arroy, lakukan dengan perlahan, ok!”
__ADS_1
“ Mmm...”
Arroy kemali menyentuh tubuh zara dengan lembut, zara terus berusaha menahan dirinya entah dari rasa geli atau kenikmatan dunia yang ia rasakan, ia kembali menghentikan arroy tepat disaat terpentingnya
“ Tunggu, jangan dimasukan dulu aku belum siap, biarkan aku menarik nafas dulu, ok!” pintanya sambil memelas
Setelah menarik nafas panjang zara tetap merasa tidak siap, Arroy tetap terduduk diam menatap sang istri.
Melihat arroy ikut menarik nafas membuat zara bertanya “kenapa?”
“ burungku tidur zara” jawabnya kesal
Melihat arroy yang sudah tak bergairah zara merasa sedikit bersalah, meski ragu ia pun berkata “kemari, biar aku bantu bangunkan lagi burungmu”
Arroy menatap tajam zara, dengan tegas ia menjawab “ Tidak, jangan lakukan itu kecuali kau sudah benar-benar jatuh cinta padaku zara, hanya seorang wanita penghibur yang bisa melakukannya tanpa cinta, jangan merendahkan dirimu seperti itu, jangan sampai kau kehilangan kehormatanmu dihadapanku”
Ucapan arroy menyentuh kedalam hati zara, senyum manis pun terlukis begitu saja dibibirnya.
Zara dan arroy hanya saling memandang, tawa kecil mewarnai wajah mereka menertawakan tinggkah konyol mereka sendiri, dalam hatinya zara sedikit merasa bersalah pada suaminya, ia merasa dirinya tak memiliki hati nurani karna merasa senang saat suaminya tak jadi menyentuhnya.
__ADS_1
Arroy meminta zara untuk tidur kemudian meninggalkannya pergi keruang kerja, arroy bekerja hingga larut sampai tanpa sadar ia pun tertidur di sana.