
Anisa dan anaknya pun selesai belanja. ia pun. me.bali lagi berkumpul dengan suaminya yang masih setia duduk di tempat pujasera tempat makan mereka tadi
"Sudah nak.?" Tanya Andi pada anaknya.
"Sudah pa. Yo pulang lagi pa,aku capek." Jawab Ratu yang berjalan mendahului mereka.
Roger. yang awalnya duduk santai,dan terlalu memperhatikan penampilan Ratu dari awal. cukup terkesima.
( Ternyata Ratu makin cantik dan dewasa. padahal kemaren masih terbilang manja) Ical Roger dalam hatinya.
Andi yang melihat tatapan Roger pada anaknya. hanya tersenyum, ia senang jika Roger menyukai anaknya. berarti Roger mau berkorban dan melindungi anaknya, dari apapun.
"Ayok. sayang kita pulang." Ajak Andi dan membiarkan Roger yang masih bengong.
Menyadari tuannya telah pergi duluan, Roger pun tersadar. ia pun melangkah menuju parkiran.
Andi dan Anisa hanya senyuman-senyum saja melihat Roger salah tingkah. sedangkan Ratu yang tidak tahu hanya cuek saja. saat papanya minta ia duduk di samping Roger. tentu saja Roger makin salah tingkah. Walau ia berusaha menyembunyikannya.
"Papa mau duduk sama mama berdua. ratu duduk di depan ya." ucap Andi yang di anggukan Ratu.
"Yok. Ger berangkat, kenapa masih bengong.?" Tanya Andi yang pura pura tidak tahu ke bungungan Roger.
Roger pun akhirnya pasrah, ia menjalankan mobil dan berusaha fokus. ia takut di anggap tidak tahu diri. dan akhirnya di pecat. saat ini ia lagi berusaha menabung dan membuka usaha untuk masa depan keluarganya nanti. Dan itu di ketahui Andi, karena pernah bercerita dan minta pendapat Andi sebagai atasan dan juga berpengalaman tentang usaha.
"Oh ya gimana perkembangan usaha mu Ger?" Tanya Andi yang menghilangkan kecanggungan Roger.
"Alhamdulillah sudah mulai berkembang pak. itu semua berkat nasehat bapak." Jawab Roger tidak gugup lagi. Ia fokus ke jalanan, walau hatinya dag Dig duh. tidak biasanya seperti ini, padahal ia sering pergi bersama. bahkan pernah mengawal Ratu saat suasana yang kacau dulu. Tapi ia tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti saat ini
"Ini gila." Lirih Roger i sedikit terdengar oleh Ratu.
"Siapa yang gila Om.?" Tanya Ratu heran menatap Roger. Roger yang di tatap malah makin salah tingkah
__ADS_1
"Itu ada orang gila kalau sudah jatuh cinta" Jawab Andi membuat River tak berkutik. Nyalinya ciut, takut Andi salah paham dan akan membunuhnya. jika dia mencintai anak gadisnya.
"Oh. kirain siapa." Jawab Ratu santai dan malah terkekeh.
"Kamu kamu tertawa nak,ada yang aneh.?" Tanya Anisa melihat anaknya.
"Iya. aku lihat wajah Om Roger merah, seolah tersinggung dengan ucapan papa tadi. emang Om sedang jatuh cinta sama siapa? cerita om siapa ceweknya?" Tanya Ratu yang malah bikin Roger panas dingin.
"Ha..ha. jawab Ger, kamu jatuh cinta sama siapa. ? Tuh di tanya Ratu." Ucap Andi mengompori.
"Ini papa dan anak sama saja. nanti hilang fokus Roger, kan bahaya pa." Kesal Anisa yang tidak tahu permasalahan Roger dengan
suaminya.
Andi dan Anisa pun diam, jika ibu negara yang berbicara. semuanya tak berkutik. Roger pun selamat dari godaan Tuan dan anaknya yang di sukai saat ini.
Sampai di rumah. Roger langsung masukan mobil ke garasi. ia pun pamit pulang ke markas. namun Andi melarang, karena sudah malam. Jadi dia minta Roger nginap di rumahnya.Apalagi istrinya yang meminta langsung.
"Sudah. istirahat saja di kamar tamu. toh kamu kan pernah juga tidur di sini. sekarang kenapa mencoba menghindar.?" Tanya Anisa yang heran melihat sikap Roger yang terlihat tidak nyaman.
Ratu sudah masuk ke kamarnya. begitu juga Anisa. tinggal Andi dan Roger yang masih di luar.
"Kenapa kamu keberatan nginap di sini.?" Tanya Andi yang membuat Riger kembali down.
"Eh. nggak pak. hanya saja saya sudah janji dengan teman malam ini akan makan bersama." Jawab Roger dengan alasan.
"Oh. kirain karena ingin menghindar." Sindir Andi, Roger terdiam. ia sangat sulit hari ini,apa yang akan di lakukan Andi jika tahu ia menyukai anak gadisnya yang masih sekolah.
" Oh ya. kamu besok boleh pulang dulu ke markas. dan malamnya balik lagi ke sini, kan kamu mau mengawal anak saya ke Bandung, dan sekarang kamu istirahat lah. di kamar tamu. " Ucap Andi sedikit memerintah.
"Baik pak. siap." jawab Roger dengan sigap.
__ADS_1
Andi pun berlalu meninggalkan Roger. Ia pun duduk di kursi di teras rumah tersebut. ia memandang langit yang tampak cerah.
"Ah. indah sekali. tapi apakah hidupku akan indah. jika aku bisa hidup dengan orang yang aku cintai. rasanya sangat tidak mungkin." Ucap Roger lirih.
"Kenapa tidak mungkin. Jika kamu memperjuangankannya. pasti saja mungkin,di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. jika itu takdir Allah. maka kita tidak bisa menolak. begitu juga kita tidak memaksanya harus bisa. jika tidak takdirNya." Jawab seseorang yang di kenal Roger.
Roger pun menghadap ke arah suara tersebut. Ternyata Andi sang majikan.
"Eh maaf pak. kok bapak balik lagi?" Tanya Roger heran.
Andi pun duduk di kursi dekat Roger." Kamu m mncintai seseorang.?" Tanya Andi to the points.
"Ah. bapak asal nebak saja.?" Jawaban Roger menghindar. ia tertawa untuk menghilangkan kecanggungan.
"Kamu jangan bohong. saya lihat langsung tadi, kalau kamu mencintai anak saya Ratu." Jawab Andi menatap Roger seolah menusuk dirinya dengan sebuah belati yang langsung menancap ke dadanya.
Roger menunduk, ia tak berani menatap wajah majikannya. ia tahu, ini salah. namun ia tidak minta kalau ia harus mencintai anak majikannya
"Maaf pak. jika saya salah langkah." Jawab Roger bersujud di depan Andi.
Andi memegang bahu Roger" Berdirilah dan duduk kembali. saya bukan Tuhan yang harus kamu sembah. Dan saya tidak mempermasalahkan jika kamu m ncuntai anak saya. tapi saya harap,kamu jangan sampai membuat saya kecewa. jika sempat anak saya menangis karena ulah kamu. awas resikonya." Jawaban Andi membuat Roger menatap majikannya.
"Maaf saya tidak paham maksud bapak.?" Tanya Roger yang agak bleng. Andi berdiri dan meninju bah Roger.
"Gimana. sakit. kamu tidak mimpi. saya bukan tipe orang membedakan kasta untuk jodoh anak saya. jika anak saya nyaman dan bahagia, bagi saya tidak masalah." Jawab Andi. Roger spontan memeluk Andi erat
"Terimakasih pak. kesempatan yang bapak berikan" Jawab Roger bahagia.
"Kamu jangan senang dulu. bukan hanya hati Ratu yang kamu menangkan. tapi ada mama dan juga saudaranya yang kamu menangkan hingga mereka setuju" Jawab Andi memberikan tantangan
"Ah siap pak Saya akan perjuangkan.!" Jawab Roger telah mendapatkan lampu hijau dari Majikannya.
__ADS_1
Ia pun sujud syukur saat Andi masuk kembali ke dalam Andi melihat tingkah Roger, hanya geleng-geleng kepala." Ternyata begitu ya reaksi orang jatuh cinta. teringat ke kekonyolannya di masa lalu saat ia meminang Anisa di kosannya
Andi pun tersenyum dan masuk ke kamarnya untuk istirahat. Meninggalkan Roger yang masih tidak waras karna cinta Ia harus memberitahukan Jackson tentang ini.