Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ratu yang hilang


__ADS_3

MC mempersilahkan Anisa sebagai pengurus Yayasan. Ia tampil dengan anggunnya ke fodium.


" Assalamu'alaikum. selamat pagi semuanya, terimakasih telah memberi saya kesempatan untuk memberikan sepatah kata. sebagai Yayasan sekaligus guru di sini. Saya sangat berharap sekali, siswa saya maju dari biasanya. kami akan berusaha menyiapkan fasilitas yang memungkinkan untuk menyalurkan bakat dan hoby siswa semua. Namun saya juga butuh dukungan bagi semua guru, terutama siswa dan orang tua wali murid semua." Anisa memberikan semangat pada siswanya, dan tepuk tangan yang meriah.


' Buk Tanya. apa benar ibuk Yayasan sekolah ini, kenapa ibu masih ngajar. kalau sudah kaya.. kok masih mau susah..? " Tanya seorang siswa laki-laki yang duduk di belakang.


Anisa tersenyum mendengar pertanyaan siswanya. "Terima kasih atas pertanyaan nya. Oh ya. kalau menurut saya. jika hobi walau di lihat orang itu berat atau mustahil. bahkan menanggung resiko besar, seperti kematian. contoh pembalap, pacu kuda, selancar dan lainnya. itu beresiko berat. namun jika kita hobi. akan terasa nikmat dan menyenangkan. Makanya lakukanlah pekerjaan sesuai hobi dan bakat. maka kita akan bekerja sepenuh hati tanpa mengeluh sedikit pun. Hidup ini hanya sekali, jadi nikmati hidup dengan nikmat. Nikmatnya hidup, belum tentu dengan uang, tapi melakukan sesuatu membuat hati senang itu juga nikmat hidup." jawab Anisa santai. Semuanya pun kembali memberi tepuk tangan.


Setelah itu perbincangan acara perpisahan yang akan di adakan setelah ujian selesai semua. Agar tidak mengganggu pelajaran siswa lainnya.


****


Hari ini si kecil Xena bertingkah, ia nggak mau sekolah. jika tidak di antar Anisa dan Andi. sedangkan hari ini Andi dan Anisa mau mendaftarkan Ratu dan Cantika ke SMP.


Jackson berusaha membujuk anaknya, agar mau diantarnya bersama Feby bundanya.


" Sayang... sama ayah dan bunda aja ya nak, tih abang Anrez juga sama ayah bunda." bujuknya.

__ADS_1


Tetap saja ia nggak mau ia sangat kesal jika hanya Ratu dan Cantika yang di bawa Andi dan Anisa. sedangkan ia tidak di ajak.


Andi dan Anisa sudah duluan berangkat, karena Andi langsung pergi Meeting yang agak jauh dari tempat tinggalnya. Dan hanya Anisa yang menemani kedua anak tersebut.


Feby pun sudah bingung, karena Xena terus merajuk. Terpaksa Jackson mengantarkan Anrez ke sekolah duluan. hingga Xena makin ngamuk bersama Feby.


Oma juga ikut panik membujuk cucunya. " Feb. kamu telpon Mbak mu hih, di mana ia sekarang. biar kita susul saja mereka." Ucap Vania akhirnya.


" Baiklah ma." Feby pun akhirnya menghubungi Anisa. yang sedang asyik mengisi formulir. Untung Andi sudah menelpon temannya yang kebetulan menjabat sebagai Kepala Sekolah di sebuah SMP favorit yang tak jauh dari tempat tinggalnya.


Feby kembali menelpon, panggilan ke tiga. Ratu mengingatkan mamanya. namun Anisa sedang mengisi data. ia memberikan handphone pada Ratu agar menjawab. setelah ia lihat siapa yang menelpon.


" Waalaikumsalam nak. mama mana? " Tanya Feby yang agak menjauhkan handphone dari telinganya.


Vania pun heran melihat anaknya yang kaget menerima telpon. namun dia diam dan memperhatikan saja.


" Mama isi formulir bund. ada pesan bund.? " Tanya Ratu lagi.

__ADS_1


" Oh. kalau siap. minta mama menelpon bunda ya nak.. " Pinta Feby


" Ya bund." Ratu pun menutup telpon di akhiri salam.


Ia pun mencari mamanya. karena ia agak menjauh dari mamanya saat menerima telpon tadi. Anisa yang sudah selesai mengisi Formulir oun jadi sadar, kalau tadi anaknya menerima telpon dari Feby. tapi dimana?.


Ia dan Cantika mencari di antara kerumunan. mereka belum menemukannya. Akhirnya Anisa terpaksa meminta panitia mengumumkan keberadaannya.


Ratu oun akhirnya mendengar panggilan atas namanya kalau mama dan saudaranya Cantika menunggu di depan kantor.


Anisa lega, saat ia dari jauh melihat anaknya yang mendekati mereka berdua. Anisa langsung mengejarnya.


" Kemana kamu tadi nak.. mama jadi khawatir. kirain kamu kemana tadi..? " Cemas Anisa.


Cantika pun memeluk saudaranya. " Ia. aku cemas tau.." Jawabnya mengerucut kan bibirnya.


" He.. he.. maaf. tadi bunda telpon karena bising aku menjauh tuh ke sana." Tunjuk nya di bangku bawah pohon.

__ADS_1


" Ma. tadi bunda minta telpon balik.. " Ratu oun menyerahkan handphone ke mamanya.


__ADS_2