
Benar saja, setelah istirahat beberapa jam. semuanya pun kembali pulang. Andi telah menelpon orang rumah agar menyiapkan kamar untuk perpindahannya di kamar bawah. Andi memilih kamar yang dekat dengan taman. agar Anisa tidak terlalu bosan di kamar.
Sesampainya di rumah. Andi kembali menggendong istri nya turun dari mobil. ia meletakkan istri nya di atas kursi roda. sedikitpun Anisa tidak ada menyentuh lantai. Anisa hanya gelang-geleng kepala melihat ke sigap an suaminya.
Felisha pun sudah di bandara, mendengar telpon dari Viona. ia langsung berangkat ke Indonesia. ia sangat takut terjadi hal-hal yang tak di inginkan.
Jakson menjemput calon mertuanya ke bandara. " Jakson. apakah Anisa baik-baik saja..? " Tanyanya saat bertemu Jakson di depan pintu keluar.
" Oh. Alhamdulillah baik Buk. cuman harus istirahat total.. " Jawab Jakson sungkan
" Alhamdulillah. moga mereka berdua baik-baik saja. amin.! " Ucap Felisha yang juga di amin kan Jakson. Mereka langsung pulang. ia sudah tidak sabar melihat kondisi mantunya. dua jam kemudian mereka sampai di rumah. Felisha langsung mencari menantunya. ia sangat khawatir.
" Oh sayang.. gimana keadaan kalian
mama sangat cemas sekali.." adu Felisha saat sudah di hadapan anak dan mantunya.
" Alhamdulillah baik ma. cuman akunya aja yang serasa di penjara ma.." Ucap Anisa. Felisha tertawa mendengar ocehan mantunya. ia sadar. suaminya dulu seperti itu.
" Sabar ya nak. demi yang di sini.. " Tunjuk Felisha pada perutnya. yang di anggukan Anisa.
Sedangkan Andi duduk di samping istri nya tak sedikitpun ia tinggalkan." Mas. aku mau minum.." Rengek Anisa manja. dengan cepat Andi mengambilkannya. dan meletakkan letop yang ada di pangkuannya.
" Ada lagi sayang..." Tanya nya lembut.
Setelah selesai minum. Anisa memegang tangan suaminya. Andi mengerutkan keningnya. ia paham kalau istri nya pasti ada maunya.
" Yang.. aku bosan. boleh nggak aku.. keluar..?" Tanyanya merajuk manja.
" Ok.! Andi dengan cekatan mengangkat tubuh istri nya dan meletakkan ke kursi roda.
" Kalau ini mah. bukan jalan-jalan namanya..! " Jutek Anisa kesal.
Andi tersenyum dan berjongkok memegang tangan istri nya. " Sayang.. sabar ya.. demi anak kita.." ucapnya dan mencium kedua tangan istri nya. Anisa pasrah saat suaminya mendorong kursi rodanya. ia tidak mampu menolaknya. Felisha hanya tersenyum melihat pemandangan yang ada di depan nya.
Begitulah hari-hari Anisa. sampai ia melahirkan. Andi tidak mau meninggalkan istri nya sedikit pun. ia meminta Jakson mengurus kuliahnya agar daring saja. atau pindah ke Non reguler ia kuliah sabtu dan minggu. bahkan sering daring. ia tidak mau terjadi apa-apa pada Istri dan anaknya.
Hari ini. Anisa sudah waktunya melahirkan. dr Viona dan dr Reyhan sudah menyiapkan ruang bersalin. Anisa harus di operasi. Andi ingin sekali mendampingi istri nya. ia tak tega melihat istri nya yang kesakitan dari malam. Hingga mereka harus membawa Anisa malam itu juga ke rumah sakit. dr Viona pun siap siaga si rumah sakit.
" dr.. saya masuk ya..? " Tanya Andi yang agak ragu.
" Jika Bapak tidak kuat. baiknya Bapak tunggu saja. nggak usah masuk.." ucap dr Viona sungkan..
" Insyaallah kuat dr. saya tidak akan ganggu pekerjaan dr. saya cuman menemani istri saya saja." Ucap Andi lagi.
" Oh baiklah. bapak ikut dengan suster itu. dan bapak harus steril dulu.. " Jawab dr Viona yang di anggukan Andi.
Semuanya menunggu di luar, Handoko pun sudah sampai. ingin melihat cucu pertama nya. apalagi kabarnya cucunya lelaki saat di USG.
Andi masuk ruangan bersama dr. " Pak. bapak temani buk Nisa di sini ya. beri ibu semangat dan bapak boleh ajak buk Anisa ngobrol agar ibu semangat." ucap dr Reyhan yang merupakan dr bedah.
Andi terus mengajak istrinya cerita sampai mereka mendengar tangis bayi. Andi terharu ia dengan respek mencium istrinya. membuat dr dan perawat di sana tersenyum.
" Terima kasih sayang.. mau mengandung dan melahirkan anakku.. aku mencintaimu dan.kita akan menjaganya dengan baik." Ucap Andi mencium kedua pipi istri nya dan tersenyum haru.
" Selamat ya Pak Buk. anaknya laki-laki. apakah namanya sudah di sediakan pak.? " Tanya dr Reyhan setelah menggunting tali pusatnya.Dan di anggukkan Andi.
Setelah bayinya di bersihkan suster memberikannya pada Andi untuk di azan kan sesuai syariat Islam.
Kumandang adzan pada telinga bayi yang baru lahir juga bertujuan agar suara pertama yang didengar bayi ketika tiba di dunia adalah kalimat tauhid. Selain itu, kalimat adzan juga akan membuat bayi terlindungi dari setan.
__ADS_1
Setelah ia mengazan kan anaknya. Andi mendekatkan bayinya pada Anisa. Anisa tersenyum haru. air matanya menetes.
" Oh ganteng mama. namanya siapa mas.? " Tanya Anisa pada suaminya.
" Jika kamu tidak keberatan kita beri nama. Anrez Putra Wijaya gimana..? " Tanya Andi yang di anggukan Anisa bahagia.
" Nama yang bagus mas. aku suka. " Andi pun tersenyum. ia mencium pipi gembul anaknya yang masih merah.
Dan menyerahkan pada suster agar di masukkan ke dalam Box. Infant warmer adalah alat yang digunakan untuk menghangatkan bayi baru lahir atau bayi yang lahir secara prematur Alat ini bekerja dengan cara menjaga suhu tubuh bayi pasca dilahirkan. Selain menjaga suhu tubuh.
Setelah pasca melahirkan. Anisa pun di pindahkan ke ruangan steril. setelah satu jam. ia pun di pindahan kan ke ruangan VIP khusus bagi keluarga Rumah Sakit.
Andi tidak sedikit pun meninggalkan istri nya. anak mereka pun sudah di pindahkan ke ruangannya. walau masih dalam box khusus. hingga semuanya cuman bisa melihat dari luar.
Feby sangat heboh dengan mamanya. Ma.. ganteng sekali ponakan aku. gemes.. pengen cubit aja pipinya yang gembul itu bawaannya." oceh Feby.
" Nggak boleh.! kalau bayi di cubit pipinya bisa jelek jadinya. ntar nggak ganteng lagi cucu mama. Ah. akhirnya mama sudah tua. sudah punya cucu.. " Ucap Felisha antusias.
(mbak cucu mu sudah lahir. makasih ya mbak). lirih Felisha dalam hatinya. Ia merasa bersalah pada mamanya Andi. sebab itulah ia selalu sayang pada Andi tampa membedakan ke duanya.
" Iya deh ma. tapi aku beneran gemes deh mah.. " Ucap Feby lagi. Yang di dengar Jakson.
" Ya sudah kita bikin aja sendiri.. " Jawabnya enteng.
Felisha yang mendengarkan. menjewer kuping calon mantunya. " Eh ngomong itu di pikir. nikah dulu. baru bikin.." Hardik Felisha. Jakson tersenyum malu. sementara Feby menjauh. mukanya memerah mendengar ucapan Andi yang ambigu menurutnya.
Beberapa hari di Rumah Sakit. akhirnya Anisa kembali pulang. namun berita kelahiran bayinya pun di dengar berita. hingga Anisa terpaksa pulang di saat hari mulai gelap.
Jakson menyiapkan mobil khusus untuk kepulangan Anisa. walau sedikit halangan. akhirnya Anisa sampai juga di rumah. Namun di depan gerbang. wartawan sudah banyak yang menunggu. Andi geleng-geleng kepala melihatnya.
" Jakson kamu urus lah. kami tunggu di sini dulu." Ucap Andi memerintah.
" Tenang sayang.. oh ya By. pindah duduk dekat kakak mu ini. kakak akan turun dulu." Ucap Andi. Karena wartawan tersebut tidak mau menjauh dari rumahnya. walau Jakson sudah bicara dengannya.
Melihat Andi turun dari mobil. wartawan malah mengejarnya. Andi menjauh dari mobil. ia memberi kode pada papanya agar memasukan mobil saat ia menjauh.
Handoko pun berhasil melewati wartawan dan masukan mobil ke dalam. dengan cekatan satpam menutup pintu. sementara Andi dan Jakson di luar pagar melayani Wartawan.
" Pak Andi boleh kami bertanya." Tanya salah seorang wartawan sopan.
" Oh. silahkan. anda mau tanya apa? " Tanya Andi melayani. Ia menjauh dari pagar. Jakson mendekat dan mendampinginya.
" Apakah benar. bayi bapak sudah lahir. siapa namanya. apakah benar bayinya lahir prematur..? " Tanya salah seorang wartawan. dan sebelum Andi menjawab wartawan lain pun ingin bertanya.
" Ya. kenapa bapak menyembunyikan kelahiran bayi bapak. apakah bayi nya sehat? " Tanya wartawan lain.
Belum lagi Andi menjawab. wartawan lain pun ingin bertanya. Namun Jakson mengangkat tangan, "Kalian ini lomba bertanya. atau mau informasi. kalau begini caranya. baiknya kalian bubar dulu. kumpulkan semua pertanyaan. dan kita cari waktu untuk konfirmasi nya. Ok. ini sudah malam. kami juga butuh istirahat." Sarkas Jakson. ia pun memerintahkan bodyguard untuk menghalangi.
Namun seorang wartawan berhasil mencekal Andi. ia mengambil gambar Andi yang sedang menahan emosi.
Jakson yang melihat merebut handphone wartawan tersebut. " Apakah mau saya banting..? " Tanya Jakson saat handphone wartawan itu di tangannya.
" Jangan Pak... " Teriak wartawan tersebut
" Kamu boleh posting. tapi jika kamu memposting negatif. ingat saya akan menghancurkan keluarga mu. ingat itu.! " Ancam Jakson.
" Saya janji Pak. saya tidak akan berani." Ucapnya sungkan.
Andi memperhatikan wartawan tersebut sangat sopan. ia berbisik dengan Jakson dan di anggukannya.
__ADS_1
" Baiklah. sekarang kamu ikut dengan kami." ucap Jakson.
Andi masuk ke dalam yang di ikuti Jakson dan salah seorang wartawan tersebut.
Sampai di ruang tamu. Andi meminta Jakson agar mengunci pintu pagar. Jakson menelpon bodyguard untuk berjaga di luar.
Jakson duduk di ruang tamu bersama wartawan tersebut." Anda beruntung. Tuan kami menginginkan anda. tapi tolong anda bersikap sopan. jika masih ingin pulang." Ancam Jakson.
" Baik Pak. suatu kehormatan buat saya." Ucap Wartawan tersebut sungkan.
Andi telah masuk ke kamarnya yang ada di atas. ia sengaja manipulasi penglihatan dan ke penasaran wartawan. setelah ia ganti baju. ia pun kembali ke bawah. ia langsung duduk di depan wartawan tersebut yang juga di dampingi Jakson dan Handoko.
" Baiklah. sekarang berikan pertanyaan yang bagus buat saya.! " Ucap Andi santai.
wartawan tersebut menatap Andi yang sangat santai dan berwibawa. Ia kagum melihat langsung bagaimana Andi sebenarnya.
" Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang bapak berikan pada saya. perkenalkan nama saya Wahyu. saya bekerja di Koran K. dan saya baru hari ini bertugas. Maaf jika saya salah nantinya." Ucapnya sopan. Andi hanya mengangguk tenang.
" Begini Pak. Saya pernah baca Artikel tentang kehidupan Bapak semasa di SMA. yang waktu itu bapak meraih Olimpiade. dan pembimbingnya tak lain adalah istri bapak. apakah itu benar..? " Tanya wahyu agak ragu.
" Benar...! " Jawab Andi singkat.
" Berarti istri bapak adalah salah seorang guru bapak waktu SMA..? " Tanyanya agak lambat.
" Benar. Karena cinta. siapa yang bisa menduga akan mencintai siapa. bukankah Cinta itu anugrah. dan siapa saja berhak." Jawab Andi mantap.
" Oh.. mantap.. Saya suka dengan jawaban bapak. satu lagi. Apakah saya boleh menulis artikel tentang kehidupan bapak. kebetulan saya seorang penulis novel... dan saya tertarik dan akan menjadikan kehidupan bapak sebagai inspirasi buat novel dan banyak orang." Ucap Wahyu memohon.
" Silahkan. namun sebelum di terbitkan, saya ingin anda menyerahkannya dulu pada saya. karena saya tidak ingin anda menulis hal yang jelek. terutama pada istri saya." Jawab Andi tajam.
" Oh tenang Pak. saya tidak berani. Saya tidak akan menyebutkan nama asli bapak
saya cuman mengangkat kisah Bapak yang sangat menginspirasi tentang cinta sejati." Jawab Wahyu tersenyum.
" Ok. ingat. jika anda melanggarnya. bukan hanya diri anda saja yang celaka."Ancam Jakson yang ikut memberikan ancaman.
" Ah. sekali lagi. saya tidak akan berani. namun apakah saya boleh mengambil foto Pak Andi dan Buk Nisa.? " Tanyanya merendah.
" Oh kalau masalah itu. tidak bisa sekarang. anda tahukan istri saya baru pulang. ia butuh istirahat yang banyak. pasca melahirkan." Jawab Andi.
Wahyu tersenyum." saya paham Pak. saya cuman minta foto yang sudah ada saja." Jawabnya.
" Kalau hal itu. biar saya yang mengirimkan ke anda. apakah anda masih ada pertanyaan. jika tidak saya harap anda paham." Ucap Jakson tegas.
" Baiklah Pak Andi , Pak Handoko, maaf saya telah mengganggu waktu istirahat bapak. kalau begitu saya pamit. Dan Pak Jakson ini nomor saya. dan saya juga ucapkan terimakasih atas kerja samanya. permisi. Assalamu'alaikum." Ucap Wahyu dan pamit.
Wahyu pun keluar di antar Jakson. sampai di luar Jakson kembali mengingat kan." Ingat pesan saya. jika anda di beri kepercayaan, laksanakan dengan baik. maka hidup anda akan bahagia." Ucap Jakson mengingatkan.
" Hm. ucapan Pak Jakson memang betul. kalau begitu, akan saya ingat selalu pesan bapak . Terimakasih.! Saya mohon pamit." Wahyu pun menaiki motornya dan melambaikan tangan sambil tersenyum.
" Hm. saya paham maksud bapak. karena itulah Pak Jakson akan menjadi menantu keluarga ini." Monolog Wahyu tersenyum. Karena ia sudah mendengar siapa Jakson dan sepak terjangnya serta pertunangan Jakson dengan Feby. Karena waktu itu ia sempat hadir di pesta pernikahan Andi dan Anisa. serta di hari tersebut pertunangan Jakson dan Feby. putri Handoko.
Setelah kepergian Wahyu. ia segera menghubungi orang kepercayaan tentang IT. Kakek Wijaya dari dulu mempunyai orang hanyalah tentang IT. makanya perusahaan nya tidak mudah di masukan orang lain.
" Hallo. kamu coba cek seseorang yang bernama Wahyu. dia bekerja di Koran K. nanti saya kirim fotonya serta nomor handphone nya." Perintah Jakson.
" Baik Pak..Besok saya berkabar. jika malam ini selesai akan saya kirim segera ke bapak." Ucap anak buahnya.
Jangan lupa like dan komentar nya 😏
__ADS_1