
Cinta datang tak bisa di perkirakan kemana akan berlabuh. Sekuat apa pun kita menentangnya. namun ia akan tetap tumbuh dan bersemi.
Itu yang di rasakan Anrez saat ini. Cinta datang karena terbiasa.Orang Jawa seringkali menyebutnya dengan "Witing tresno jalaran soko kulino". Dua insan yang awalnya biasa saja, jika sering bertemu, maka akan menciptakan suatu rasa yang baru. Walaupun mungkin bisa jadi berawal dari benci, lama-kelamaan bisa juga jatuh hati.
Kalau berdasarkan sebuah teori psikologi, hal seperti ini dinamakan "Exposure Effect". Kamu secara bertahap akan jatuh cinta dengan seseorang yang menghabiskan banyak waktu bersamamu. Seperti sesama teman sebaya atau partner kerja. Exposure Effect adalah fenomena psikologi dimana seseorang cenderung tertarik satu sama lain seiring banyaknya waktu yang mereka habiskan bersama.
Mereka pun pergi bersama ke kampus dengan jalan kaki, karena kampus tidak terlalu jauh. kebiasaan orang sekitar sana banyak berjalan kaki dari pada berkendaraan.
Anrez dan Azizah jalan berjarak. karena masih malu-malu. dan Bambang hanya geleng-geleng kepala melihat pasutri tersebut.
Selama perjalanan Azizah banyak menunduk. ia merasa grogi. padahal kemarin jalan biasa saja. Namun entah kenapa. ia merasa dag Dig duh berjalan beriringan dengan suaminya saat ini.
Pas menyebrang jalan. Kebetulan kampusnya di sebrang jalan. Azizah masih banyak menunduk, saat hampir sampai di sebrang Azizah tidak melihat sepeda yang akan lewat. Hampir saja Azizah tertabrak sepeda kalau Anrez tidak cepat meraih tangannya.
Azizah terpaku. wajahnya sedikit pucat karena Anrez menariknya paksa ke pelukannya.
Dengan cepat Anrez melepaskan pelukannya. ia pun dengan santai berjalan masuk kampus menyusul Bambang yang sudah duluan. Yang di ikuti Azizah. Karena Bambang sudah nggak tahan lihat pasutri tersebut jalan malu-malu meong.
Saat ia akan masuk gerbang kampus. Anrez ingat dengan ponselnya. ia berbalik dan merentangkan tangannya pada Azizah.
Azizah pun ingin meraih tangan suaminya. ia sebenarnya sangat malu.Namun kalah memang suaminya mau. gimana menolak.
" Handphone ku." Ucap Anrez saat Azizah akan meraih tangannya.
" Oh.. m.. sebentar.." Jawab Azizah gugup. ia membuka tasnya dan mengambilkan handphone suaminya.
Vari datang saat mereka masih bersama." Kalau mau salaman. nggak usah malu, kan udah pasutri." Ucap Varo membuat keduanya melongo.
" Pasutri.?" Tanya Azizah lugu.
" Ya. pasutri tuh pasangan suami istri." Jawabnya menjelaskan.
Anrez pun mengangguk. ia pamit dan pergi meninggalkan kedua gadis tersebut menyusul sobat nya Bambang.
"Kamu udah belah duren.?" Tanya Varo ambigu.
__ADS_1
" Belah duren. kami nggak ada beli duren. gimana cara belah nya." Jawab Azizah lugu.
Vari memukul keningnya. " Aduh. aku lupa kalau gadis di depan ku berasal dari planet lain." Ucap Varo yang membuat Azizah kesal. ia memukul lengan varo.
"Kamu tuh yang aneh. masak aku bilang belah duren. Di apartemen nggak ada duren." Jawab Azizah masih kekeh.
" Mbak dengar ya. itu istilah bagi pengantin baru seperti kalian." Jawab Varo pelan pada Azizah takut di dengan orang lain. tentang pernikahan mereka.
Akhirnya Vari terpaksa menerangkan apa itu belah duren bagi pasangan atau pengantin baru.
Belah duren pada malam pengantin merupakan istilah yang berkembang dalam masyarakat sebagai ritual “Belah duren”, dimana pada ritual ini dianggap sebagi penentuan apakah pengantin perempuan masih perawan atau tidak, dan ditandai ketika penetrasi dilakukan oleh pengantin pria.
Azizah pun mengangguk paham. kemudian ia pun paham. Tapi tiba-tiba ia ingat kalau penjelasan tersebut untuknya.
"Makasih. oh ya aku ke kelas dulu. nanti ketemu di kantin." Ucap Azizah meninggalkan Varo yang kesal di tinggal pergi saja.
Siang saat jam istirahat. Azizah benar menunggu Vari di kantin. Anrez pun mengetahui di mana istrinya.
Karena kalung yang di pakai Azizah sudah pakai penyadap. yang telah di beritahukan papanya saat besok ia akan berangkat.
Jadi kemana pun Azizah, Anrez bisa mengetahuinya. Karena tersambung oleh handphonenya.
Sampai di kantin, Anrez sudah melihat dimana istrinya duduk. Di sana ada dua orang laki-laki. Duduk bersama istri dan juga sahabatnya.
Anrez duduk di sebelah Azizah tanpa bicara. Laki-laki yang ada di depan istrinya heran.
" Hi. who are you sitting near Azizah (Hai. kamu siapa duduk dekat Azizah )." Tanya bule yang di depan Azizah. ia tidak senang dengan duduknya Anrez tanpa permisi.
Azizah kaget sebenarnya. Namun ia tidak berkutik.
("I'm her husband" ) Aku suaminya. Ucap Anrez sombong.
Laki-laki terkejut. begitu juga dengan Bambang dan Varo. Karena berani mengakuinya dengan mantap. Azizah melotot .
" You are kidding." ( Kamu bercanda.) Ucap bule itu lagi.
__ADS_1
Tanpa berkata apa-apa. Anrez mengeluarkan kan handphonenya. di sana ada foto pernikahannya. dan memperlihatkan pada Bule tersebut. Membuat Bule tersebut melotot.
Bukan hanya itu pun meraih tangan Azizah dan memperlihatkan cincin mereka sesuai yang ada di foto.
Bule tersebut diam. ia pun berlalu bersama temannya, meninggalkan Azizah yang diam tak berkutik karena syok.
Gimana ia tidak syok. bule yang bernama Joshua tersebut teman kelompok tugasnya. Jadi ia bingung mau bagaimana.
" Kamu marah. Kalau laki-laki tersebut pergi?" Tanya Anrez jutek menahan amarahnya.
" HM. dia sahabat ku. kami membahas tugas kelompok. jadi jangan asal marah." Jawab Azizah lambat. ia tidak mau kalau orang lain mendengarkan.
"Kalau begitu. kenapa nggak di rumah saja. jika memang harus selesai kalau kalian bertemu." Jawab Anrez santai.
Dengan wajah jutek, Azizah pun menyetujui usul suaminya. Dan menghubungi Joshua lagi.Namun tidak di angkatnya. Azizah pun mengirim kan pesan.
Anrez yang melihat aktifitas istrinya tersenyum dalam hati. dengan santai ia menyeruput minuman istrinya yang ada di depannya
Tentu saja Azizah melotot. begitu juga Bambang dan Varo. Akhirnya mereka diam menunduk. takut Anrez mengamuk.
Setelah mereka makan di kantin. Azizah minta izin ke kelasnya. ia di antar Anrez sampai depan pintu kelasnya.
" Makasih sudah antarkan."Ucapnya.
Anrez menganguk dan pergi kelasnya bersama Bambang.
" Seperti nya ada bau-bau bucin nih." Ledek Bambang.
Anrez tiba-tiba berhenti ia menatap Bambang. "Kamu kalau kasih istilah yang jelas Napa. aku jadi pusing menerjemahkannya." Ucap Anrez kesal.
"Bucin. yah budak cinta.ha. ha.." Tawa Bambang malah dapat pukulan di lengannya.
Bambang hanya mampu mengumpat dalam hati. Tapi apa daya ia tidak berkutik dengan sahabat tersebut.
Anrez memberi kesan. kalau ia agak sedikit terlambat pulang. karena masih ada jam pelajaran.
__ADS_1
Azizah pun memutuskan ke perpus. karena ia cari referensi untuk makalah kelompoknya.
Dan Anrez pun tahu, karena ia melihat posisi istrinya berada.