
Anisa dan menantunya asyik bercerita tanpa memperdulikan kehadiran Anrez yang di samping Azizah.
"Ma. begitu jahatnya kalian. aku jadi nyamuk saja di sini." Protes Anrez menatap mamanya
Anisa tertawa mendengar keluhan anaknya. " Ha .ha... maaf ya sayang, bukan maksudnya begitu. Oh.! Minggu depan Ayah Jackson akan ke sana. Jadi sediakan kamar untuk mereka ya." Ucap Anisa sebelum menutup handphonenya.
Anrez kesal. karena mamanya main menutup telpon saja, tanpa menjelaskan. maksud sediakan kamar.
Azizah pun menoleh, saat suaminya gusar begitu.
"HM. bang, terus bagaimana. emang berapa orang yang datang.Kalau om saja tentu bisa." Ucap Azizah menunduk.
"Biar nanti ku tanya papa." Jawab Anrez dan masuk ke kamarnya.
Kepalanya sering pusing setelah ia menikah. bukannya menyelesaikan masalah tapi masalah tanpa memperdulikannya.
Azizah pun masuk kamarnya. Emang rumit sih. sementara ia belum berani masuk kamar Anrez untuk menanyakan lebih lanjut
****
Seminggu kemudian Jackson datang bersama istri dan anaknya Xena. karena Cantika nggak mau masuk kalau Ratu nggak ikut.
Jackson meminta Anrez menjemputnya ke bandara. Karena Edo sangat sibuk di perusahaan. makanya ia datang diminta papinya.
"Selamat datang Yah, bund, Assalamualaikum." Ucap Anrez saat mereka bertemu.
"waalaikumsalam nak. ayok." Ajak Jackson. Namun Xena berdiri saja. wajahnya di tekuk karena kesal.
"Kenapa nak.?" Tanya Feby yang bingung. sebab Xena nggak mau di ajak jalan.
Xena memeluk kedua tangannya di dada." Ih sebel." Ucapnya kesal.
Jackson dan Anrez menatap bingung. Keduanya sudah duluan berjalan. hingga Feby dan Xena ketinggalan karena nggak mau jalan.
"Sebel kenapa nak..?" Tanya Feby masih berusaha membujuk.
"Masak aku nggak di ajak Abang. menantang udah punya istri." Kesal Xena curhat.
Feby tertawa. hingga Jackson dan Anrez kembali mundur."Ada apa sih nak.?" Tanya Jackson melihat wajah cemberut anaknya.
__ADS_1
"Ayah. aku mau pulang. aku kesal yah." Rengek Xena menarik tangan ayahnya.
"Kan baru sampai. katanya kangen sama Abang An.?" bujuk Jackson lembut. ia jongkok mensejajarkan tubuhnya pad Xena.
Xena tetap menarik ayahnya. ia tidak mau melihat Anrez. sedangkan Anrez hanya berdiri saja. tanpa ada inisiatif membujuk. karena ia tidak tahu kenapa Xena marah.
Jackson mengusap kepala anaknya lembut." Xena kenapa kesal nak. kita kan mau ketemu opa nanti." Bujuk Jackson.
" Aku nggak mau ketemu bang An." Ungkapannya membuat Anrez melongo. Ia benar tidak permasalahannya. taunya ia di salahkan.
" Hai princess Abang. kenapa marah sama Abang?" Tanya Anrez mendekati adiknya.
Feby dan Jackson hanya diam. ia memperhatikan Xena dan Anrez yang seolah bermusuhan.
"Malas. sana tuh sama istrinya. aku nggak mau.." Juteknya. saat Anrez akan menggendongnya.
Xena menghindar saat Anrez memegang tangannya. " He..he.. jangan marah ya. maaf tadi Abang bukan cuek. tapi Abang pangling dan ragu, apa benar adik Abang yang manis.? Sini Abang gendong ya ke mobil." Bujuk nya lagi.
' Benar kah. Abang lupa sama Xena..?' tanya nya meninggi. Ia menunjuk Anrez yang berdiri di depannya.
"Bukan lupa sayang. tapi pangling. Karena adik Abang ternyata makin manis kayak princess... benar kan Ayah bunda.?" Tanyanya kepada dua orang tersebut.
masa Abang sampai pangling." Goda Jackson cengengesan.
" Ha .ha.. ayah benar. ayok kita ke apartemen." Ucap Anrez menggendong adiknya.
Mereka pun sampai di apartemen. Azizah sudah menunggunya dengan beberapa hidangan di meja. Tapi Bambang belum pulang. Azizah sengaja pulang duluan.
Azizah tidur bersama Xena dan Anrez sama Bambang. dan Jackson sama istrinya.
Awalnya Xena nggak mau. ia memilih tidur bersama Anrez. karena ia kurang suka dengan Azizah yang seolah merebut Abangnya.
"Kenapa Xena nggak mau tidur bersama kak Azizah.?" Tanya Feby yang penasaran.
"Kak Azizah jahat. karena telah merebut Abang An." Ucapnya.
"Sayang kak Azizah tuh nggak jahat. sebenarnya Kak Azizah sama Abang An sama kayak ayah bunda. harus bersama. kalau nggak Allah nya marah."⁷ Nasehat Feby.
Akhirnya. Xena mau juga mengalah. karena Bambang sudah datang mengajaknya main.
__ADS_1
" Hai princess sudah datang. maaf ya. Abang sibuk di kampus." Ucap Bambang mencium pipi gembul nya Xena.
" Oh. jadi kalau di kampus itu sibuk ya bang Bam..?" Tanya Xena penasaran. Dan duduk di pangkuan Bambang yang baru duduk di kursi depan televisi.
" Iya sayang... Eh Xena makin manis aja
Abang lihat." Goda Bambang mencubit dagu Xena.
"He..he. tadi Abang An juga ngomong gitu." Cengengesan Xena. yang membenarkan pujian Anrez tadi saat di Bandara.
Bambang pun mengajak Xena ketaman belakang. " Xena tidur sama Abang Bam aja. biar kak Azizah tidur sama Abang An." Bisik sama gadis kecil tersebut.
Padahal ia sudah tahu. kalau ia tidur dengan Anrez. tentu suasana akan tegang kalau Xena mau di ajak tidur dengannya.
Bambang tersenyum saat Xena mau di bujuk. " Eh. tapi jangan bilang kalau Abang yang minta. bilang aja, kalau mau cerita sama bang Bam. Ok!" Bambang kembali tersenyum bahagia.
Bambang pun mengajak Xena lagi ke dalam. ' Bund. aku tidur sama bang Bam ya. pengen cerita sama bang Bam. aku kan belum dekat sama kak Azizah." Ucap Xena membuat kedua pasutri muda tersebut terkejut.
Karena mereka sudah di makan di karpet. karena nggak cukup kursinya makannya.
" Eh! Kenapa begitu? " Tanya Anrez tidak terima, ia tidak bisa tidur kalau sekamar berdua dengan Azizah.
" HM. nggak apalah. udah kalian berdua tukaran aja. Hanya hari ini. besok kita ke rumah opa Frans." Jawab Jackson tanpa melihat raut wajah Anrez dan Azizah yang memerah.
Bambang menahan senyumnya. takut nanti Anrez tahu kalau ia yang punya ide nantinya. Ia pengen tahu apakah Anrez mampu tidur berdua dengan Azizah yang notabene adalah istri Anrez sendiri.
Saat hari sudah malam. Xena menuju kamar Bambang. ia menarik tangan Bambang dan minta di ceritain. sambil bobok.
Jackson pun masuk kamar Anrez bersama istrinya. Ia tidak memperdulikan Anrez dan Azizah yang bengong.
Azizah pun masuk. ia bingung. namun iabtidak berkutik. Anrez menarik nafas dalam. apakah ia akan masuk. atau malah tidur di luar.
Ia berusaha menonton sambil tiduran. dengan harap ia ketiduran sampai pagi. jadi bisa dengan alasan seperti itu.
Benar saja. ia pun ketiduran di depan Televisi. Feby keluar ditengah malam. sebab ia masih mendengar suara televisi di luar.
Feby pun keluar melihat ada Anrez yang ketiduran di kursi depan televisi tersebut.
" An.. bangun.. pindah gih ke kamar, nanti badannya bisa sakit kalau tidur begini." Ucap Feby menggoyang kan tubuh anaknya.
__ADS_1
" Eh. anu bund. aku ketiduran." Ucap dengan ala ngantuknya.