Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Kehangatan Keluarga


__ADS_3

Mendengarkan cerita anaknya. Pak Frans sangat antusias. Karena di usianya yang tidak muda lagi. mendengarkan kalau ia sudah punya cucu. tentu saja membuatnya senang sekali.


Setelah pertemuan tersebut. Dengan hati bahagia, Pak Frans akhirnya mengikuti Jackson dan Andi ke Indonesia. yang sebelumnya menyelesaikan dulu bisnis mereka. Serta urusannya mengurus Apartemen untuk anaknya Anrez.


Pertemuan yang hanya sehari tersebut. belum bisa melepas kan rindu Andi pada anaknya. Namun apa hendak di kata, anaknya berkeinginan sekali untuk belajar jauh dari keluarga nya.


" Maaf ya sayang. papa dan Ayah Jackson harus kembali pulang. dan kamu baik-baik di sini ya nak. Om Edo masih lama di sini. mungkin ia akan menetap di sini." Ledek Andi pada sobatnya.


" Sialan. dasar sobat laknat" Sarkas Edo kesal.


Anrez tertawa melihat pertengkaran papanya sama Om Edo yang tak pernah habisnya


" Ha .ha.. beneran pa... berarti Om Anrez jadi orang Jerman dong..ha..ha..." Anrez tak hentinya tertawa memegang perutnya yang terasa mual karena kebanyakkan tertawa.


" Senang ya. anak sama bapak sama aja.!" Ucap Edo melambai di depan mereka. maka timbullah tawa yang menggelar di apartemen tersebut.


" Eh. Kamu Do. jangan kamu ajari anak ku dengan pikiran sesat mu itu..." Tunjuk Andi mengancam. walau di selingi tawa, tapi Edo dapat merasakan kemarahan Andi.


" Yah.. rusak dikit nggak apa ya" Ledek Edo pada Andi sambil mencibir.Jackson yang pendiam. tak bisa menahan tawanya.


****


Malamnya. mereka terbang ke Indonesia, yang juga di ikuti Pak Frans.


Siangnya, mereka sampai di Indonesia tanpa ada kendala Sama sekali.


Xena yang sudah pulang dari sekolah. merasa heran. Di dalam rumah terasa heboh. Ia penasaran dan berlari ke dalam.


Alangkah terkejutnya Xena. melihat ke datangan Ayah dan juga papa. Namun ia tidak tahu, pria tua yang berdiri dekat ayahnya.


" Ayah... Papa." Sorak Xena heboh. Membuat perhatian orang -orang yang ada. otomotif melihat ke arah suara anak kecil yang melengking.


Jackson merentangkan tangannya." Oh anak ayah. Ayah rindu anak ayah yang cantik ini." Ucap Jackson menggendong anaknya. dan menciumnya.


Feby tentu senang, karena menurut rencana mereka baru sampai nanti malam. ini, baru siang. suaminya sudah sampai rumah. sedangkan Anisa masih di sekolah.


Xena mencium ayahnya senang. " Sayang. kenalkan, ini Kakek..orang tuanya ayah.Salim dulu ya nak." Pinta Jackson pada anaknya

__ADS_1


Feby yang mendengarkan sangat terkejut sekali. " Siapa bang.?' Tanya Feby tidak percaya


Jackson melihat istrinya dan tersenyum.


" Papa Frans. yang di ceritakan Bu Aishah sang ibu panti."


Faby pun menyalami mertuanya. Pak Frans sangat terharu. apalagi Xena berdiri di depannya. Pak Frans pun menyamakan tingginya dengan gadis kecil di depannya.


" Halo cantik. namanya siapa. nama opa Frans.opa ini papanya Ayah Jackson." Ucap Pak Frans tersenyum.


Xena pun tersenyum dan memeluk sang opa dengan bahagia. Pak Frans sampai menitikkan air mata. tak di sangka. di masa tuanya di berikan kebahagiaan, padahal ia sudah pasrah. jika memang anaknya sudah tidak ada lagi. Namun siapa sangka. Tuhan memberikan anugerah. dapat menantu dan cucu yang cantik.


" Maafkan opa ya. baru bisa menemui cucu opa yang cantik ini." Puji Pak Frans memencet hidung Xena yang kecil mungil. seperti almarhum istrinya. Ada kemiripan pada diri Xena. Dan lincahnya juga, membuat Pak Frans tak hentinya memandang cucunya


" Ada apa opa. kok lihatin Xena seperti itu..?" Tanyanya bingung.


Pak Frans tersenyum lagi." Xena mirip Oma. Mamanya Ayah Jackson." Ucap Pak Frans sendu. Ia bisa melepaskan rindunya pada istri nya melalui cucunya.


Semua yang ada di sana merasa terharu. hingga mereka tak menyadari kedatangan dua gadis ABG yang baru pulang sekolah.


" Ada apa ini...?" Tanya Cantika yang baru masuk bersama dengan Ratu.


" Opa. kenalkan. ini kakak aku Cantika dan Ratu.." Sorak Xena memperkenalkan.


"Ha..ha.. " Semuanya tertawa, melihat tingkah lucunya Xena. tapi kedua gadis ABG tersebut melongo.


" Ada apa ini ayah. pa?" Tanya Cantika yang masih penasaran.


" Sayang. opa Frans adalah papanya ayah Jackson. Yang baru datang dari Jerman. kita baru saja bertemu," Jawab Andi menengahi kebingungan kedua gadis tersebut.


Xena kembali menarik Cantika dan Ratu. makin dekat. Pak Frans menjulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Halo. cucu- cucu opa yang cantik-cantik seperti namanya. Cantika dan Ratu. Ah. kerinduan Opa pada Oma kalian terobati." Harunya menatap Cantika yang lebih mirip istrinya.


Cantika pun memperlihatkan gaya centilnya yang menggoda opa yang baru di kenalnya." Ah opa bisa aja..Aku itu emang cantik dari lahir. makanya bunda beri aku nama Cantika." Ucapnya manja. Tentu saja Pak Frans tertawa. namun Andi dan Jackson menghela nafas berat.


" Bang. ternyata mama ku ya." Lirihnya yang masih di dengar Andi.

__ADS_1


" Iya.. pantas saja aku heran melihat sikap kalian yang beda dengan keduanya. Jackson pun mengangguk.


******


Hari ini sudah enam bulan Anrez di rantau orang. ia berkeinginan untuk pulang ke Indonesia.


"Om. nggak ada keinginan untuk pulang gitu..?" Tanya Anrez pada Edo. saat ini Anrez dan Bambang akan pulang. Semenjak kejadian tersebut. Andi meminta Bambang juga tinggal di rumahnya. agar anaknya punya teman. Tentu saja Bambang bahagia.


Flashback.


" Bam. Om harap kalian berdua saling menjaga satu sama lain. karena Om Edo sangat sibuk setelah ini." Ucap Andi menasehati.


" Baik Om. aku senang. mengizinkan aku tinggal di sini. dengan makan gratis, tinggal gratis. Nikmat apa lagi yang aku dustai." kelakar Bambang yang biasa seperti itu.


"Ha .ha.. kamu bisa aja.." Andi tertawa mendengar ocehan Bambang yang lucu baginya.


flashback of.


" Bam. kamu diminta papa mampir dulu ke rumah. baru besoknya kita antar kamu ke kampung. sekalian silaturahmi." Ucap Anrez memberitahukan pesan papanya.


Tak lama. handphone Anrez pun berbunyi. Ternyata dari papa nya " Halo Assalamualaikum pa.ma." Ucap Anrez tersenyum. karena di sana juga terpampang wajah mamanya yang sudah ia rindukan.


" Waalaikum salam nak." Jawab mereka berdua serentak. Sebab di Indonesia hari sudah malam.


" Sayang. Bambang jadikan ke rumah dulu.?" Tanya Andi penasaran.


Terlihat lah wajah Bambang mendengarkan namanya di sebut.Ia cengengesan di layar sana.


" Berasa jadi anak sendiri Om.. Di rindukan.." Seloroh Bambang cengengesan. Ia dapat pukulan dari Anrez yang di sampingnya.


Tentu saja ulah mereka menimbulkan tawa bagi kedua orang tua yang sedang menatap mereka.


" Eh.. sudah.. Sakit tau aku An. aku bukan adik tiri ku. kenapa kamu kejam.." Ucap Bambang. malah bikin Anisa terpingkal-pingkal.


" Dasar anak edan. Eh mana aom Edo. kok nggak kelihatan..?" Tanya Anisa. Andi pun menatap istrinya. yang menanyakan sahabatnya tersebut.


Edo pun muncul ke layar." Halo mbak Nisa. rindu ya sama aku..?" Gida Edo yang membuat Andi melotot ke layar

__ADS_1


" Kalian semua benar-benar sinting." Kesal Andi. Terdengar tawa Edo dan Bambang yang menggelegar. Sementara Anrez hanya senyuman-senyum saja. takut nanti kena kutukan dari orang tuanya.


__ADS_2